TMCBLOG.com – Selain memberikan pernyataan yang cukup berbau Kritik soal Regulasi Teknis MotoGP saat ini, Legenda MotoGP Casey Stoner Yang hadir di Red Bull Ring akhir pekan ini Juga secara Khusus memberikan pendapatnya mengenai Performa Marc Marquez di atas Tim Pabrikan Ducati setelah memperhatikan secara Langsung dengan Mata-Kepalanya sendiri.
“Saat ini kita menjadikan para insinyur sebagai juara, kita tidak menjadikan para pembalap sebagai juara. Dan kita memasuki era dengan semua kesalahan yang dibuat F1.” Begitu kesimpulan Kritik Casey berkenaan dengan semakin terkendalinya Dinamika Motor MotoGP oleh elektronik dan Bukan Oleh tangan Kanan Pebalap sendiri.
Soal Marc Marquez, Menurut Juara dunia MotoGP dua kali ini dominasi Marc di musim 2025 dimana Setelah 12 putaran musim 2025, pebalap pabrikan Ducati ini telah memenangkan delapan grand prix dan 11 sprint untuk memimpin klasemen dengan selisih 120 poin sungguh tak terduga dan “paling impresif”.
“Tidak, saya tidak menyangka Marc akan secepat ini, terutama di awal tahun,” ujarnya kepada Sky-Sport ” Kita semua melihatnya kembali mendapatkan kepercayaan diri tahun lalu setelah pindah ke Ducati bersama Gresini. Dan saya masih belum yakin bagaimana kondisi lengannya dan bagaimana ia pulih dari cedera ini.
” Yang pasti, saya tidak menyangka hasil seperti ini, apa yang telah ia lakukan. Tapi jelas tahun lalu ia kembali mendapatkan kepercayaan diri, lengannya pasti sudah mendekati 100% lagi dan sekarang ia mampu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan pembalap lain.
” Jadi, ia sangat mengesankan tahun ini. Kita selalu melihat hal-hal yang mengesankan dari Marquez, tetapi saya pikir ini mungkin musimnya yang paling mengesankan. ” – @tmcblog



Mantap koment the legend skill no elektronik2..skrg era adu insinyur motor bukan skil edan pembalap
Ya tetep saja dr dulu Bapak Stoner
Kenyataannya dgn insinyur n motor yg sama hasilnya tetep berbeda
Duo alien. Tapi tetep stoner the best, GOAT!
Sama2 GOAT sih….apalagi inget jaman Lorenzo, Pedrosa, Rossi..kalau stoner pernah bisa satu circuit d waktu dan tempat yg sama dengan MM dgn motor yg sama bakal tak terbayang duelnya
Tapi ++ nya MM dari jadi top minim electronik, cedera parah dan terpuruk dan bisa bangkit lagi…suatu hal yg luar biasa dan bahkan bisa kuasai motor yg canggih spt skrng…tak terbantahkan
mau balapan antar pembalap, cuma ada marc. gimana dong, bapak lah turun gunung cobain semusim bisa kali
Bakatmu melebihi ambisimu
Pembalap sejati ya begini, mau mengakui kehebatan yuniornya. Tidak perlu terlalu ambisius sampai jadi pendendam.