TMCBLOG.com – Seperti biasa, General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna memberikan review post race weekend pada akun laman LinkdIn miliknya. Dalam tulisan review pasca-race weekend MotoGP Austria 2025, ia membuka dengan pujian terhadap penampilan impresif yang penuh strategi Marc Márquez di Austria, Marc meraih kemenangan ke-sembilannya musim ini, kemenangan dobel ke-enam secara berturut-turut sehingga memimpin klasemen dengan kokoh sebanyak 418 poin.
Jelang Balaton Park, Marc memimpin 142 poin lebih banyak dari Alex Márquez dan juga 197 poin lebih banyak dari rekan setimnya. Pecco Bagnaia berjuang lebih keras dari yang diperkirakan di trek tempat ia meraih kemenangan dalam tiga tahun terakhir.
“Marc yang tak terhentikan menang di Austria untuk pertama kalinya dalam kariernya, menambahkan ‘double’ ke-enam berturut-turut ke dalam kejuaraannya, menjadikan kemenangan Ducati di trek ini menjadi 10 dan menjadikan Red Bull Ring tempat yang paling berjaya bagi kami,” Begitu sang insinyur mengawali review-nya.
“Balapan yang dibangun berdasarkan strategi spesifik dan dikelola dengan sangat cermat setelah kecelakaan malang di kualifikasi yang memaksanya finis di posisi ke-empat.”
“Grand Prix yang seru, spektakuler, dan tak diragukan lagi menantang. Marc mampu menunggu waktu, mengelola bannya sebaik mungkin,”
“Dan melakukan serangan yang menentukan di paruh kedua balapan,” lanjut Dall’Igna. Selain Marc, Gigi yang juga bertanggung jawab langsung atas perekrutan FermÃn Aldeguer memuji penampilan luar biasa pembalap Gresini Racing ini.
“Setelah finis di posisi ketiga di Le Mans, Aldeguer menjadi protagonis dari tes yang luar biasa di trek yang, katanya, bahkan tidak ia sukai…! Performa yang luar biasa, comeback yang mendebarkan, dan kecepatan balapan yang impresif hingga akhir, layaknya seorang pemenang sejati.”
“Pada akhirnya, performa yang menandai takdirnya: keberanian dan bakat seorang rookie dengan kualitas dan kecerdikan seseorang yang tahu lebih dari yang ditunjukkan oleh usianya yang menginjak 20 tahun. Selamat untuknya dan Tim Gresini, yang selalu menjadi salah satu pemain kunci.”
Tak lupa ia menyisakan paragraf panjang terakhir untuk mereview penampilan Pecco Bagnaia dari sisinya. “Pecco bekerja keras untuk bersaing memperebutkan podium yang tampaknya berada dalam jangkauannya,” tegasnya.
“Akhir pekan ini dimulai dengan sangat positif, tetapi kemudian segalanya berubah, juga karena beberapa insiden yang tidak menguntungkan baik dalam sprint maupun balapan pada hari Minggu. Ini menunjukkan bahwa kata kuncinya selalu sama: positif,” ujarnya.
“Kami tidak meragukan potensi Pecco dan motornya. Bersama-sama, kita harus menyatukan upaya kita, seperti biasa. Kita harus memahami dan menerima kekecewaan, terus menghadapinya tanpa pernah menyerah, dan bertahan sampai akhir.”
“Pengalaman mengajarkan kita bahwa ketika segala sesuatunya berjalan salah, selalu ada sesuatu yang menambah frustrasi dan menghalangi: kita harus tetap berpikir jernih, mempertimbangkan hal-hal baik yang telah kita lakukan, dan memulai lagi dari sana, seperti dalam sesi latihan di awal akhir pekan,” pungkas Gigi – @tmcblog










Hayok pecco
Belajar lagi ke mahaguru mbah oci. Tapi bukan jurus microphone.
Gitugitu dia cukup bunglon pada masanya
Rossi Ama pecco persis sama kok tipikalnya,,motor harus keadaan fit 100 persen dan sempurna set up-nya,,dari dulu Rossi jg klo ada aneh dikit aja langsung drop dan gak mau merubah gaya balapnya,,,masalah getaran dikit aja dia langsung ngoceh sana sini nyalahin dan gak mau merubah gayanya,beda Ama Marquez yg jangan kan cuma getar,geal geol godeg godeg aja dia yg ubah cara bawa motornya dan tetep push
Hus makanya dapat gelar the doctor
Rossidin bunglon di luar balapan (media pers)..
Marquez bunglon di lintasan sirkuit balapan..
Baca komen gini wajar sih kalo baru nonton gp 2013
Rossidin bunglon di luar balapan (media pers)..
Marquez bunglon di lintasan sirkuit balapan..
Pada masanya Yg bunglon itu pesanan ban Michelin yg langsung dikirim pake heli
“Akhir pekan ini dimulai dengan sangat positif, tetapi kemudian segalanya berubah”
Gw rasa bukan segalanya berubah, tapi pecconya yang tidak improve sementara rider lain bisa improve sangat signifikan (contoh bezzechi dan fermin yg kesulitan di hari jum’at). Terkecuali bad luck dia di sprint, yg sebenarnya jg dialami fermin saat start, tapi entah kenapa motornya sampai godek-godek gitu.
Waktu race austria 2024 dan 2025. Lebih cepat mana ya sebenarnya?
Lebih cepat 2025 tapi cuma beda tipis
Marc 2025 cuma lebih cepat 0.167 detik dari waktu pecco 2024
Tetap saja itu indikasi bahwa sbnernya ga ada msalah dgn varian gp 2025.
Mungkin lbh ke ban saja Dan gempuran Dari Acosta Dan enea aja kmarin itu.
Akhir musim 2025 ini sepertinya penggemar MotoGP di seluruh dunia akan melihat jumlah poin terbanyak seorang juara dunia sepanjang sejarah era MotoGP. Optimis Marc dapat 700 poin atau lebih.
Untuk Pecco lebih baik di sisa musim 2025 mempelajari data telemetri Marc dan mencoba mempraktekkannya di beberapa sirkuit tersisa. Bisa jadi 2 hal untuk Pecco mempelajari data Marc musim ini. Terbentur, terbentur, terbentuk! atau terbentur, terbentur, tersungkur!
Masalah krusial Pecco musim ini selain “PD” yang sudah remuk dia juga tidak punya patokan data telemetri yang bisa dicontek untuk diaplikasikan di main race. Sebelumnya tiga tahun terakhir dia punya data Enea dan Jorge Martin untuk dikulik-kulik.
Kesimpulannya, musim ini bisa dikatakan berakhir lebih awal untuk Pecco base perform Marc yang nggak kendor setelah 13 seri. Amit-amit jangan ada hal buruk yang menimpa Marc di 9 seri tersisa.