Bagnaia Temukan Kembali Feeling Front-end GP25 di Balaton Park

TMCBLOG.com – Perbedaan Ducati Desmosedici GP25 dengan GP24 membuat seorang Pecco Bagnaia tidak dapat merasakan feeling bagian depan (front-end) dari motornya. ‘Ilfil’ alias hilang feeling terhadap front-end ini membuat Pecco kehilangan senjata utamanya yakni pengereman kuat dan entry corner yang cantik namun tajam dan sangat cepat. Penyebabnya selain mungkin geometri atau distribusi bobot motor secara keseluruhan, sasis, setup suspensi atau setup peranti pengereman. Namun di balapan sepanjang 26 lap MotoGP Hongaria 2025, Bagnaia mengaku bahwa ia seperti melihat ada setitik cahaya cerah di ujung terowongan kegelapan yang selama ini manghantuinya.

Karena tidak dapat menemukan feeling yang dibutuhkan untuk hard-braking, Ducati mencoba berbagai perubahan setup radikal sepanjang akhir pekan, dan upaya tersebut tampaknya membuahkan hasil pada balapan 26 lap hari Ahad kemarin.

Pecco Bagnaia hanya finis ke-sembilan saat bendera finis dikibarkan, tetapi harus juga ditekankan bahwa posisi ini ia raih termasuk menjalani long lap penalty (LLP) karena memotong lintasan, sementara kesalahan saat melakukan pengereman di akhir balapan membuatnya tertinggal di belakang wildcard KTM, Pol Espargaro.

Namun, Bagnaia harus bersyukur dengan pengalaman kesalahan pengereman tersebut. Bagnaia terlihat cukup optimistis mengatakan kesalahan yang ia buat saat mengerem pada hari Ahad kemarin adalah sebuah “sinyal perbaikan” dari feeling front-end yang selama ini hilang . . Ia telah menemukannya kembali di Balaton Park yang memiliki karakter kart-circuit ini.

“Saya cukup senang. Bukan karena hasilnya, tetapi karena perasaannya. Saya mengendalikan motor saya hari ini, dan motor saya tidak mengendalikan saya,” jelas Pecco

“Dari sudut pandang itu, balapannya bagus. Saya membuat dua kesalahan, dan saya keluar jalur di kedua kesempatan. Saya merasa sangat baik sehingga saya mampu mengambil risiko untuk pertama kalinya. Saya melakukan pengereman berlebih, dan itu pertanda baik.

Bagnaia melanjutkan: “Saya sudah merasakan langkah pertama pada hari Sabtu dan saya merasa lebih baik. Stabilitas saya saat memasuki tikungan meningkat secara signifikan. Putaran demi putaran, saya merasa lebih baik pada hari Minggu. Sayangnya, kami tidak dapat memanfaatkan pemanasan.”

“Saya memulai balapan tanpa berpikir. Saya memulai dengan baik, semakin baik dengan motornya, dan di akhir balapan, saya mengendarai motor dengan baik,” ujarnya. “Jika saya tidak membuat kesalahan di Tikungan 5, saya pasti bisa mencatatkan waktu tercepat di lap terakhir. Perasaan saya terus membaik, dan saya senang.”

“Pada akhirnya, ini bukan langkah kecil, melainkan perubahan besar dalam setup,” jawab Pecco. “Untungnya, itu adalah langkah ke arah yang benar. Saya segera menyadari bahwa ada banyak potensi. Saya akan memulainya di Barcelona dan kemudian mengembangkannya dari sana. Kita lihat saja apakah saya lebih baik atau tidak. Tapi saya yakin itu akan menjadi lebih baik.” Weh malah nggak sabar tuh Pecco sama GP Catalunya di Barcelona.

Namun terakhir ketika Pecco ditanya soal detil perubahan radikal yang ia dan timnya lakukan menjelang race day Hongaria, dan Pecco menjawab:

“Perubahannya bersifat global, di seluruh motor. Kita bicara soal sentimeter, jadi ini hal yang sangat penting. Di awal Tikungan 3, saya berada di posisi ke-enam. Start saya bagus; kemarin saya melihat bahwa cara terbaik adalah keluar tikungan. Saya tidak memanfaatkannya sepenuhnya karena aspal di sisi tempat saya berada dalam keadaan kotor.”

“Namun kemudian saya tiba di ujung lintasan lurus dan keluar dari Tikungan 2, dan berada di posisi ke-enam. Jadi itu positif. Setelah itu, saya sempat terombang-ambing oleh situasi; saya harus mencari tahu apa yang harus dilakukan karena motor bereaksi berbeda dari biasanya, tetapi putaran demi putaran, saya merasa semakin baik.”

“Menjelang akhir balapan, saya merasa sangat nyaman dengan motor. Sayangnya, saya masih belum sepenuhnya tahu cara memanfaatkan keluar tikungan, tetapi itu masalah saya, jadi saya bisa menyalip. Namun secara keseluruhan, saya kehilangan 5 detik di antara putaran yang panjang dan finis 6 detik di belakang podium. Jadi, balapan yang bagus dalam hal performa.”

“Saya harus mengatakan bahwa setelah mencapai titik terendah akhir pekan ini, ini adalah tanda pertama pemulihan. Barcelona lebih mirip trek MotoGP daripada yang ini. Saya selalu kuat di sana, tapi kita lihat saja nanti karena trek dengan cengkeraman rendah umumnya cukup menyulitkan saya. Tapi saya yakin dengan pengaturan ini saya bisa mencapai sesuatu yang lebih baik.”

Ketika Pecco ditanya mengapa ia tidak terpikir untuk membuat perubahan drastis seperti itu pada motor sebelumnya, Ia menjawab. “Kami tidak memikirkannya sebelumnya karena untuk membuat perubahan drastis seperti itu, Anda harus benar-benar merasa tidak nyaman.”

“Kalau dipikir-pikir, akhir pekan lalu saya masih di posisi ketiga atau keempat, kita bicara tentang posisi sepersepuluh. Ketika kesulitannya mulai menjadi tujuh, delapan persepuluh, atau bahkan satu detik… akhir pekan ini saya belum pernah masuk sepuluh besar. Itu penting untuk dilakukan, dan itu adalah waktu yang tepat.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

16 COMMENTS

  1. Naaah klo dh ketemu settingan yg pas yakin deh pke gp25 d 2026
    Smg stlh seri balaton makin seru, ada bezz, pecco, acosta, fermin,n alex ayolah bangkit

  2. Nah disaat yg sama martin juga udah mulai pede…semuanya memulai setahap demi setahap, semuanya mulai melihat titik cerah…come back stronger pecco, martin!!

  3. Jadi saat gigi lihat data marc bawa GP23 bahkan jadi contender juara tiba2 gigi balik haluan dari ambil martin pindah ke markus ..karena gigi ga kebayang jika marc pindah ke april walaupun april tidak sekuat dukati tapi setidaknya motor april punya power dan tidak sesakit motor hodna ….ga akan dukati bisa sedominan tahun ini karfena ada kerikil yang bernama markus …bahkan jika tahun ini marq tetap di gresini sudah di pastikan pemimpin poin ….gigi pernah berkata ke marq : “Now I understand why we were struggling to win against you.” maksudnya cape lawan marq saat dulu fight dengan dovi

  4. Sebenarnya dia gak enak mau mengeluh karena sudah “di SP1” takutnya kalau bilang motor gak enak malah kena “SP3” hahaha

  5. Ah kmren jga ngaku nemu settingan pas waktu ngomongin diameter cakram tp abis itu ya angin anginan juga. Ini lip service abis ngeblunder kemarin kah ?

    Kalau semua perkara harus banget nunggu pasca summer break baru ada tanda. potensi. celah. perbaikan. Ya susah. Harus lebih cepat diakalin.

  6. Di tunggu kelanjutan ngeluhnya. Seperti yang sudah tertulis, ” Jika Sakit Berlanjut, Hubungi Dokter” .

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP