Di posisi dua klasemen sementara jelang seri Catalunya akhir pekan ini, Alex Marquez menikmati musim terbaiknya di MotoGP, melampaui semua pencapaian sebelumnya, dengan 18 podium dalam 24 balapan, termasuk satu kemenangan di Grand Prix Jerez dan satu kemenangan di Silverstone Sprint. Menggunakan Ducati GP24 milik Tim Gresini, ia mengumpulkan 280 poin dalam 14 Seri: lebih dari 100 poin lebih banyak dari rekor tahun sebelumnya.
Meskipun Marc, sang kakak, mendominasi klasemen dengan 175 poin, Kakak-Beradik Marquez berada di ambang rekor bersejarah satu-dua di kejuaraan Kelas Primer Grand Prix Sepeda Motor. Alex saat ini berada di posisi kedua, dengan selisih 52 poin dari Francesco Bagnaia.
“Kita melihat versi terbaik Alex Márquez. Saya yakin akan hal itu,” ujar Alex kepada MotoGP.com. “Ini musim terbaik saya sejauh ini. Dan selisihnya tidak sedikit. Perbedaannya sangat besar dari Alex yang pernah kita lihat sebelumnya. Motor ini memberi saya kepercayaan diri untuk tampil cepat dan solid, terutama untuk konsisten. Itulah kelemahan saya di tahun-tahun sebelumnya.”
“Dalam olahraga ini, Anda tidak boleh santai,” lanjutnya. “Anda bisa mendapatkan banyak pujian dalam balapan, tetapi setelah tiga hasil buruk, semua orang lupa apa yang Anda lakukan. Kita lihat saja tahun depan dengan kontraknya, apakah kami mendapatkan pujian atau tidak! Semua pembalap menginginkan kontrak pabrikan, atau berada di tim pabrikan.
” Apa yang saya alami di tim Gresini adalah sesuatu yang sangat istimewa, jadi ini bukan hanya tentang bergabung dengan tim pabrikan. Ini selalu sebuah proyek, orang-orang seperti apa yang akan Anda miliki di sekitar Anda. Ini adalah paket lengkap. Tapi, saat ini, saya terlalu asyik memikirkan masa depan. Sekarang setelah saya bersenang-senang, saya tidak ingin memikirkan apa yang akan terjadi dalam satu setengah tahun.”
“Saya rasa kami tidak memiliki paket untuk mencoba memenangkan gelar.” Ia kemudian menyimpulkan: “Kita tidak punya tanggung jawab untuk mencoba menang, misalnya, seperti Marc. Ini pertama kalinya saya berada dalam situasi ini, mencoba memperjuangkan Kejuaraan Dunia di MotoGP.
“Jadi, saya hanya mencoba belajar dari itu, tetapi terutama, belajar dari yang terbaik, yaitu Marc. Ketika Anda berada di belakangnya, rasanya seperti di sekolah, mencoba mencatat apa yang dia lakukan lebih baik daripada Anda. Melupakan bahwa dia saudara saya, sulit memiliki rival seperti Marc. Dia salah satu yang terbaik dalam sejarah.”







AlMar73to Mar93, dia adalah rival sulit.
Seperti dibangku sekolah
LMar to VRossi ok you are my brother.
VRossi to LMar your mom took my father from my mom.
Cook your mom took my father.. pelakor bukaj sih? Wkwkwkkw
Waaaak dia ngomong gini waaaak tolong waaak
setau sy luca marini itu saudara tiri rossi dari pihak ibu bukan dari pihak ayah
Luca marini itu saudara anjing sama Valentino, coba cek deh artinya di kbbi
ibu sama, tapi beda bapak
Karna itu Luca ga mewarisi marga Rossi,tapi marga bapaknya sendiri yaitu Marini
Alex 73 sepertinya kurang beruntung di kelas MotoGP
Awal naik kelas nunggang Honda yg scr paket motor memang kalah jauh dr pabrikan lain saat itu
Saat Marc cedera tunggangannya pun ibarat kelas 3 gak mungkin bersaing bahkan untuk podium sekalipun
Sekarang kita semua jadi tahu seperti apa kemampuan Alex sesungguhnya
Dan kemampuan jurdun 2x sesungguhnya juga