TMCBLOG.com – Tahun 2024 yang lalu, balapan ke-14 adalah balapan paling mendebarkan, dan kita berharap ini akan terulang akhir pekan ini di Misano yang merupakan pertemuan terakhir Red Bull MotoGP Rookies Cup musim ke-19 dan akan menentukan gelar Juara 2025 yang sudah mengerucut hanya antara 3 pebalap : Brian Uriarte ( Spanyol), Veda Ega Pratama ( Indonesia ) dan Hakim Danish ( Malaysia ). Buat Indonesia 2025 jelas menjadi Musim Pertama bisa menempatkan pebalapnya menjadi Kandidat Juara RBRC di Seri Terakhir.
Hakim Danish mengendalikan paruh pertama musim, tetapi serangan pebalap Malaysia berusia 18 tahun itu ‘melemah’ di pertengahan musim. Sementara itu, pemenang pertama tahun ini, Brian Uriarte, benar-benar mendominasi dengan kemenangan ganda yang luar biasa di Spielberg.
Pebalap Masa Depan Indonesia, Veda Ega Pratama memberikan perlawanan serius pada harapan Danish di Perebutan gelar Juara tahun ini dengan penampilan luar biasa di paruh kedua musim dengan rengkuhan 3 kemenangan, 2 posisi kedua, dan 1 posisi keempat.
Pada dasarnya Veda dan Danish masih berpeluang untuk memenangkan Piala. BTW Karena posisi veda dan Hakim masih dibawah 50 Point dari kejaran P4 David Gonzales, Maka Butuh hasil race 1 yang baik agar keduanya bisa berjarak lebih dari 25 Point dari kejaran David agar bisa mengkonfirmasi Posisi Top-3 Musim yang secara Klausul buku Kuning Grand Prix menempatkan Mereka ke Moto3 Grand Prix tahun depan.
Namun, favoritnya tetap adalah Brian Uriarte. Pembalap Spanyol berusia 17 tahun itu meraih posisi pertama dan ketiga di Misano musim lalu dan finis kedua di RBRC 2024, di belakang Alvaro Carpe dengan selisih hanya 2 poin. Sejak itu, Carpe telah meraih 3 podium di Moto3 Grand Prix sebagai pembalap pabrikan Red Bull KTM.
Uriarte unggul 21 poin atas Pratama. Selisih poin dengan Danish adalah 26. Namun Uriarte tahu persaingan masih jauh dari selesai; ia telah mengalami 3 kali DNF tahun ini yang terjadi bukan karena kesalahannya sendiri. BTW Uriarte Bisa mengunci gelar Juara Pasca Race 1 jika poinnya bisa berjarak 25 Point atau lebih dari Veda Pratama dan Hakim Danish Jelang race 2 – @tmcblog




Sudarmono meluncur ke misano juga ya katanya buat kasih support di race terakhir
Selain itu Mungkin buat perundingan finalisasi kontrak jg
disupport sama juragan 99 kayaknya
jd yg support Veda itu AHM atau anak buahnya Sahroni?
Seandainya Veda tdk absen di Prancis karena cidera, mungkin bisa leading atau selisih poin dgn uriarte tdk banyak
Seandainya Uriarte tidak dng 3 kali, mungkin dia sudah juara rbrc
Coba poin yg kosong dari uriarte dan veda dijadiin poin yg sama, misal 20 atau 25 semua. Lebih tinggi mana poinnya?
Sewot bgt sama pembalap Indonesia, walaupun berandai², ya support aja sih atas nama nasionalisme.. 😒
mak jleb
mak jleb (2)
Mungkin memang sama² nol poin antara dnf dan tdk ikur race, tapi kalau ikut race paling tidak ada peluang untuk.mendapatkan poin dibandingkan dgn tidak ikut race yg jelas² nol poin. IMHO
benarkah chantra pindah ke wsbk pabrikan honda?
mantab veda.. btewe wak haji,,, blm adakah update test privat barcelona? FQ pake V4
Sesi tes privat Yamaha V4 bisa dibilang gagal, paginya kondisi trek basah lembab, turun ujan trus berenti trus ujan lagi seharian
Wkwkw agak sedih y
Kalo mau juara umum ya harus menang terus, soalnya di klasemen sementara masih p2, tapi kalo targetnya yang penting top 3 cukup main aman saja, tapi ingat meskipun kita sudah berhati2 di jalan(main aman) kadang kadang ada aja yg brengs*k
palingan veda pakai motor moto3 honda tahun depan, beda sama uriate dan hakim bakalan dpat motor ktm karena di lirik tim besar
Katanya tandem dgn Jake Dixon
Mau reply cuppukers 😃