TMCBLOG.com – Dalam sesi tes resmi Misano 2025, pembalap reguler Yamaha seperti Fabio Quartararo dan Jack Miller mendapatkan kesempatan kedua kalinya untuk mencoba Yamaha M1 V4 dan kali ini di Misano dengan status tes resmi dimana mereka bisa berbicara kepada publik mengenai impresi mereka. Kesempatan pertama hadir di Barcelona yang diinterupsi hujan dimana saat itu tak ada satupun impresi dan review dari mereka.
Catatan waktu Quartararo di M1 V4 . . Mesin ini butuh banyak jam tes lagi pic.twitter.com/CdEjk4hCRX
— tmcblog (@motoupdate) September 15, 2025
Fabio Quartararo menyelesaikan 35 lap sesi pertama tes dari pagi sampai jelang jeda makan siang dalam keadaan temperatur trek maksimum 37° C dan menorehkan laptime tercepat 1:31,781. Laptime ini tertinggal 1,067 detik dari pemuncak timesheet Alex Marquez di atas GP24 dan hanya sekitar 0,03 detik lebih tajam dari laptime tercepat Augusto Fernandez saat Q1 Misano 2025 (1:31,812).
Pace Quartararo di 35 lap tersebut bisa dibilang ‘cukup berantakan’ bila dibandingkan dengan pembalap teratas seperti Marquez bersaudara, Bezzecchi maupun Bagnaia. “Kami melihat beberapa hal yang tentu saja masih banyak yang harus kami perbaiki. Perasaannya tentu saja masih belum ada.”
“Saat ini saya tidak melihat adanya peningkatan di area yang benar-benar perlu kami tingkatkan. Namun, seperti yang dikatakan tim, secara teoritis masih ada ruang.” Begitu Quartararo membuka penjelasannya.
Lanjut Fabio mengamini apa yang sebelumnya disampaikan oleh test rider Augusto Fernandez mengenai perubahan feeling yang hadir di M1 V4 ketimbang M1 Inline-4 yakni perubahan feeling di front end dimana pada mesin M1 V4 feeling front end-nya berkurang.
Hal ini logis karena secara distribusi bobot, mesin V4 memiliki 2 silinder yang memiliki arah bobot cenderung ke belakang sementara dua lagi ke depan.
Sementara mesin Inline-4, walaupun miring ke depan dengan sudut yang kecil atau hampir tegak, tetap saja arah distribusi bobot akan lebih ke arah depan. “Tentu saja, feeling [bagian depan] dari mesin empat silinder segaris sangat bagus, itu adalah titik terkuat motor ini, tetapi hanya itu yang kami miliki.”
“Yang ini (V4) mungkin [feeling front end-nya] sedikit lebih buruk saat ini. Tetapi kami tidak menemukan hal positif lainnya. Jadi, inilah yang akan kami coba dan coba untuk mencari tahu apa yang mungkin bisa dilakukan .” – @tmcblog



Uhh… aku bisa jelaskan
Lhooo…ko iso ngunu fab
Udah terbiasa dari jaman moto2 sampe naik motogp numpak inline mikrolet
Mungkin roda gila nya perlu disetting lagi
Belon terbiasa ajalah. Kaya elu naik matic pindah manual… banyak cincong taro ni…
Inline dh trlalu mendarah daging dlm quartararo
Dr pd nunggu lama, otak atik V4 yg ga sebentar, penyesuaian gaya balap bisa butuh 6 bln krn bkn marc wkwkwk mending kirim lamaran k KTM aja, kn frondendnya enak banget tuh katanya wkwkwk, mending perform ok dr pd gaji gede akhirnya redup jg, marc cukup jd pelajaran buatmu taro
Tabungan Blm sbanyak Marc, sponsor loyal mungkin iya my ngkin ngga.
Gantiin somkiat chantra Kali Kali hokinya bagus.
Sbnernya klw msh ada Suzuki si taro bisa tuh jadikan opsi but well. Suzuki is Suzuki lbh keras Dari batu
Terlalu lama pakai mesin inline ya gt dah, pke mesin v4adaptasi bakalan lama apa kagak tuh,
Kalau aku jadi taro, akan pilih perpanjang kontrak di Y.
Hasil test jelas menunjukkan kalau taro masih perlu adaptasi dengan mesin V4, dimana semua rival Y juga memakai jenis mesin yang sama.
Dengan tetap di Y, taro bisa belajar adaptasi menjinakkan mesin V4 dengan gaji tinggi.
Tenang aja…inget neng Vina pakai inline dari Suzuki & Yamaha pindah ke aprilia juga perlu adaptasi cukup lama…ujung2nya juga bisa podium, pun di KTM saat ini meskipun podiumnya dianulir tapi cukup membuktikan kalau rider dg muscle memory inline memang perlu waktu untuk handle v4.
Neng Vina aja bisa FQseprapat pasti juga bisa, karena secara performa lebih oke si FQseprapat.
Semangat Fab…!!
Ngeluh mulu
Kalo menurut ku ini sama juga mesin inline sih..
Hanya bedanya 2 didepan dan 2 dibelakang…
Taro pindah ke dukati. Peko pindah ke Yamaha dg gaji gede. Sama2 enak.
masuk akal sih ini, Pecco bisa bantu Yamaha develop mesin V4, Fabio pengen punya motor kompetitif, klop lah, itu kalau bos2 pabrikannya mau sih hehehee
pembalap sensitif disuruh develop.
FEELING BOLEH LEBIH BURUK, PERFORMA BELUM TENTU.