Alasan Marc Marquez Selebrasi ala Messi di Misano : Membungkam Cemoohan !

TMCBLOG.com – Marc Marquez secara gemilang mengalahkan perang yang berkecamuk dalam dirinya sendiri dan tentunya memenangkan kompetisi melawan pembalap elit lain di trek Misano yang sempit namun super-ngegrip.

Lebih spesial lagi, Marc melakukan selebrasi yang tentu akan mengingatkan banyak orang terhadap selebrasi Lionel Messi di Santiago Barnebu. Ya, Marc memang sengaja mereplikasi selebrasi tersebut dengan tujuan yang kurang lebih sama dengan apa yang dibawa Messi saat itu.

Foto ikonis Leonel Messi yang membuka jersey Barca bernomor punggung 10 sukses membungkam seluruh isi stadion yang telah mencemoohnya selama 90 menit dan tujuan ini lah yang diupayakan untuk direplikasi secara spektakuler oleh Marc di podium sirkuit Misano hari Ahad kemarin.

Marc Marquez tetiba muncul di hadapan para fans MotoGP yang hadir di depan podium Misano dimana sepertinya ia sangat yakin ada beberapa dari mereka yang sempat merayakan low side pimpinan klasemen ini di T15 pada sesi Sprint race Misano 2025 sehari sebelumnya.

Ia hadir dengan gestur yang mirip seperti yang dilakukan sang bintang Argentina yakni memegang jersey di tangannya, yang diulurkan kepada para penggemar, sebuah gestur yang sepertinya memang khusus ia tujukan untuk membungkam mereka yang kira-kira masih terjebak nostalgia masa lalu.

“Saya selalu mengatakan bahwa Messi telah menjadi panutan bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Dia membungkam semua orang dengan keanggunannya. Mustahil meniru Messi, tetapi tadi malam, meskipun kita mencoba mengisolasi diri, itu mustahil.”

“Membaca media sosial, saya menemukan dorongan motivasi ekstra. Saya sangat ingin menang, dan gagasan untuk merayakan kemenangan seperti Messi, meskipun saya jauh darinya,” jelas Marc membuka penjelasannya.

Lanjut Marc mencoba menjelaskan kesan balapan dan upaya keras yang ia lakukan untuk meraih kemenangan dan mengatasi perlawanan Marco Bezzecchi. “Ya, hari ini kita melihat versi terbaik Marc Márquez. Kontraksi saya belum sepenuhnya pulih, tetapi hari ini adalah segalanya atau tidak sama sekali.”

“Saya sangat ingin menang, saya fokus, dan sangat berterima kasih kepada orang-orang yang mendukung saya, kepada Ducati, yang berperilaku sangat baik dan telah membantu saya. Kemarin tidak mudah mendengarkan semua orang di paddock, tetapi kami sekarang berusia 32 tahun dan kami dapat mengatasinya dan banyak hal lainnya. Tetapi karena semua itu, saya sangat ingin menang,” tegasnya.

Dengan kemenangan ini Marc kini memiliki privilage mewah untuk memilih dimana ia akan merayakan penyegelan gelar Juara Dunia ke-9-nya. Di GP Jepang, GP Indonesia, atau GP Australia, You Name It . . . !! Yang pasti sirkuit itu akan menjadi spesial karena ia dapat menyamakan raihan jumlah gelar Juara Dunia-nya dengan sosok legenda MotoGP lain yakni Valentino Rossi.

“Lingkarannya sudah tertutup, kita hanya perlu menguncinya. Ini hanya masalah waktu. Di Jepang atau Indonesia, sesegera mungkin, tapi tanpa harus berlebihan. Yang penting adalah melakukannya, berdansa bersama karena saya tidak sendirian mengalaminya, kita semua mengalaminya bersama,” ujarnya, masih merasakan kegembiraan balapan dan perayaannya.

“Saya ingin berterima kasih kepada para penggemar, penggemar motor sejati yang tahu bagaimana menghargai balapan seperti hari ini.”

23 COMMENTS

  1. Kalo Fabio yg selebrasi gitu,pasti cuma pake kolor doang tuh,karena gak tahan panas dan selalu telanjang dada 😂😂🤣

  2. Sejauh yg saya tahu, Marc itu sangat ambisius. Menyamai capaian gelar juara dunia Rossi ini merupakan target awal, selain tentunya Marc tidak ingin hanya menyamai, tapi punya gelar lebih banyak lagi meninggalkan legenda itu. Marc mengincar jumlah kemenangan seri Rossi, yg mungkin tahun depan jika mentalitas dan performa tetap seperti ini, akan disamakan lagi rekor tersebut.

    Menjaga fokus dan mentalitas yg sama apalagi usia masih jauh lebih muda daripada Rossi pensiun, niscaya Marc akan jauh meninggalkan capaian Rossi.

    Di Ducati aja, apa yg dilakukan Marc jauh lebih baik daripada ketika dulu Rossi di Ducati dgn kontrak yg boombastis tapi tanpa hasil. Beda dgn Marc yg rela meninggalkan segalanya (kontrak sangat besar di HRC) demi mendapatkan suasana baru dan motor yg kompetitif. Dan itu semua kini mulai terbayarkan.

  3. Denger2 Tardozi mau kasih hadiah ke Alex Marquez saat tes hari ini di misano ==> jangan2 di kasih tes bawa GP25 ==> Nah kalo bener ini bisa jadi ajang pembuktian soal kesulitan Peco di GP25 ==> kalo alex ternyata ok pake GP25 , gimana dong ?? kalo ternyata alex kelimpungan pake GP25 artinya duc mesti cari solusi sampai terselesaikan,

    ngomong2 Marc sudah juara 11 kali main race di musim ini sudah menyamai kemenangan peco tahun lalu …lanjut lagi ga nih kemenangan marc ?

    • Masih ada Australia dan Valencia yang anticlockwise, secara teknis Marc banget, dan ada Mandalika yang belum pernah P1, bisa jadi ambisi Marc lebih di sini, tapi never say never sih.

  4. Masih kepikiran rendahnya moral fans Rossi yg 3 orang itu, apa San Marino gak blacklist aja ya, mukanya jelas gitu kok

  5. Marc Marquez seperti gabungan cr7 dan leo Messi. Marc punya bakat alami yg besar tpi low profile seperti Messi dan juga punya ambisi dan kerja keras seperti cr7 + rendah hati seperti Andreas iniesta

  6. Masuk goa lagi kuning kuning, kasian sebenarnya sodara Vale bukan tapi meriang dan demam liat Marc Marquez juara

  7. Marc kudu sering kongkow bareng bezechi dan murid2 padepokan lain. Biar para fans tahu Marc tidak ada sentimen apapun dengan padepokan itu. Hanya dendam dari sesepuhnya yang belum sembuh.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP