TMCBLOG.com – Grand Prix MotoGP San Marino kini telah berlalu, menjelang GP Jepang di Motegi, Marc berhasil menjaga jaraknya dengan Alex Marquez tetap 182 poin. Jarak tetap untuk kesempatan yang kian menipis jelas akan menguntungkan Marc jelang GP Jepang mendatang.
Di sisi lain, Pecco Bagnaia melanjutkan mimpi buruknya di kandang sendiri. Pada hari Sabtu, pembalap Italia itu kembali tampil kurang meyakinkan dan hanya mampu finis di posisi ke-13 di Sprint. Ia merasa lebih baik pada hari Ahad, tetapi akhirnya terjatuh, meraih 0 puntuk kedua kalinya di musim yang buruk ini setelah Le Mans.
Pecco pun tidak berbicara kepada media di akhir pekan, mengklaim bahwa tim yang berbasis di Borgo Panigale tersebut sedang melakukan pengarahan teknis yang panjang dengan timnya untuk menganalisis apa yang telah terjadi.
Sesuai dengan tradisinya, Gigi Dall’Igna, manajer umum Ducati Corse, menganalisis putaran kandang kedua Ducati di tahun 2025 via LinkedIn. Dan seperti analisis sebelumnya, Gigi menilai dengan memuji Marc Márquez, menyebut Marc sebagai “Raja Tak Terbantahkan” MotoGP tahun ini.
“Kemenangan yang mendebarkan di trek spesial: Grand Prix kandang yang sekali lagi mengusung ciri khas Marc Márquez yang mengagumkan, raja tak terbantahkan tahun 2025, meraih kemenangan kesebelasnya di sini dari 16 balapan utama yang telah digelar hingga saat ini,” tegas Dall’Igna dalam membuka tulisannya itu.
“Sebuah tantangan yang mengesankan, yang menghormati Misano, trek yang telah mencatat rekor kehadiran fans, sehingga pantas merayakan pembaruannya di kalender.”
“Kemenangan ini diraih dengan perjuangan keras dan perjuangan yang keras, melawan lawan-lawan yang cepat dan gigih, memberikan kami semangat yang lebih besar, namun tetap menyadari kekuatan para pesaing kami.”
“Belum lagi 5 Ducati di 6 motor pertama melewati garis finis, sebuah akhir yang membahagiakan atas apa yang telah dilakukan duo di depan.“
“[Márquez dan Bezzecchi] Mereka menjalani balapan mereka sendiri berkat putaran-putaran cepat yang berulang: hari ini, inilah satu-satunya cara untuk menang, mengerahkan seluruh pengalaman, kemurahan hati, dan bakat Marc untuk melawan Bezzecchi yang superlatif dan tak kenal kompromi, yang berjasa menjaga balapan tetap hidup hingga meter terakhir di bawah bendera finis.”
“Dan kemudian pelukan hangat antara kedua pembalap di parc fermé untuk memahkotai tempat terbaik untuk olahraga kita: tepuk tangan… untuk semuanya!”
“Catatan positif lainnya adalah, pertama-tama, kehadiran Alex Marquez yang kini konsisten di podium dan performa hebat yang ditunjukkan oleh para pembalap Ducati lainnya yang menyelesaikan balapan.”
“Di sisi lain, kecelakaan Pecco. Meskipun balapannya berjalan baik, melihat catatan waktu putarannya, ia tidak merasakan sensasi yang ia dapatkan di sesi latihan bebas dan kualifikasi.”
“Tes hari Senin penting untuk menguji beberapa solusi alternatif, tetapi jujur saja, satu hari tidak cukup untuk menyelesaikan situasi yang begitu rumit. Kami harus menjaga kewarasan dan kepercayaan diri kami.”
“Terima kasih banyak kepada para penggemar kami yang fantastis: kemenangan ini untuk mereka, untuk cinta dan dukungan mereka yang selalu ada. Terutama di Grand Prix kandang kami, ini bahkan lebih luar biasa dan sangat menular bagi kami,” pungkasnya.







Josssss
Ga tanya kah kira2 pilihan mesin buat 2026?
Mengingat gp24 d dpn semua kecuali super marc
Bukannya mesin tetap sama Om…?
Krn sdh dihomologasi awal 2024 utk 2025 dan 2026
Tetep ga sama mesin 24 n 25 walau ducati bilang sama
Tuning 25 didurabelkan mustahil klo crankshaft n flywheel sama plek
Buktinya engine brake nyatanya ga sama perilakunya.
Naaah yg buat thn 26 ini mksdnya ga boleh ada mesin generasi baru, harus pke mesin 25 atau generasi sblmnya
2027 cuma ada satu motor ducati di grid depan dengan no start 63,ducati yang lain struggle
Njir dukun berkhodam ayam kalkun
Bangun trex, tidurmu terlalu miring tuh 🤣
start angka 63 kebalik tapi.
Betul, karena 93 2027 dah gak di duc duc, wah indigo nih
Lah dia ini insinyur atau jurnalis ya? Narasi dan diksinya mengalir bagus sekali aerodinamis wkkk
Wak kaji.. sebenernya saat seperti ini saya menunggu komen si kangmas.. kira2 beliau masih mantengin blog Wak kaji apa ga ya??
Kemungkinan masih baca-baca TMCBlog ini sekadarnya… namun cuma baca ya….
Kalau komentar ya tentu tidak lah…
gak tajam tp gak tumpul is becoming the undisputed king.. penemu istilah ini konon masih beternak lele..
Udah ganti jadi peternak ikan sapu sapu om🤣🤣
bisa om, sama2 ikan.. 😂
Memvalidasi proyeksi tardozi: Marc masih berbahaya, setidaknya 4-5 tahun ke depan.
Dengan catatan tergantung dapat motor yang kompetitif bisa bersaing di depan apa kagak
Wkwkww… Pecco aj bilang Marc dikasih traktor sj bs kencang lha apalagi dikasih motor Ducati
Coba kasih m1 atau rcv paling kabur lagi
Seseorang yang pernah bikin jengkel Ducati kini menjadi seseorang yang menopang Ducati
Tentu saja, tapi tahun depan marc harus berhati2 dan mempersiapkan diri sebaik mungkin karena sudah 2x marc gagal mempertahankan juara dunia setelah mendominasi di 2014 dan 2019. Tapi sepertinya marc sudah lebih dewasa jadi kemungkinan besar tidak akan mengulangi kesalahan itu.
2015 dan 2020 itu problem di motornya. Moga tahun depan desmo ga ada problem macem rcv