TMCBLOG.com – Masih ada 5 seri lagi bersisa musim 2025 mulai akhir pekan ini di Mandalika, namun Marc Marquez yang baru saja dianugerahkan gelar Juara Dunia MotoGP 2025 disinyalir akan menghadapi potensi untuk terpaksa meninggalkan nomor 93 yang legendaris demi nomor 1 yang kontroversial untuk tahun depan.
Marc yang baru saja menyamai jumlah torehan gelar Juara Dunia MotoGP maupun gelar kemenangan Grand Prix lintas kelas dari Valentino Rossi rumornya akan menghadapi perubahan besar yang bertujuan memodernisasi citra MotoGP.
Menurut rumor paddock yang beredar, MotoGP yang sudah dimiliki oleh Liberty Media sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan juara bertahan mengenakan nomor 1 di musim berikutnya, sebuah langkah radikal yang akan melucuti nomor ikonik pembalap.
Melucuti nomor ikonik bukan hanya keputusan birokratis; melainkan juga serangan langsung terhadap heritage dan kebabasan pembalap untuk memilih.
Selama ini – sebelum era Liberty Media – MotoGP secara historis masih memungkinkan para juara untuk mempertahankan nomor ikonik mereka, sebuah hak istimewa yang di masa lalu dengan gigih dipertahankan oleh legenda seperti Valentino Rossi dan Barry Sheene sepanjang karier mereka.



Hilih Liberty, mending ngurusin tabloidnya aja…
Apa sih tiap minggu muncul kontroversi baru. Udah masalah penghitungan gelar juara belum kelar ini malah mau melangkahi hak pribadi seorang pembalap.
Malah terkesan mengekang, kaku dan kuno.
engga ada konsep modernnya dengan sistem pemaksaan pemakaian nomer ini.
karena seharusnya menjadi nomer ikonik tersendiri yang mewakili suatu pembalap.
bukan sebuah nomer yang dipaksakan dan bergilir dipakai pembalap lain dalam musim ke musim selanjutnya.
emang di F1 ini udah berlaku wak?
Di Formula 1 sampe saat ini masih membebaskan memilih nomor.
“F1 drivers are allowed to choose a number between 2 and 99, which remain theirs for the duration of their career in the sport.
If they depart the sport for any reason – be it a retirement or anything else – then their numbers would be reserved for two seasons, preventing any newcomers in that period from selecting it.
The number 1 is still reserved for the reigning world champion, though drivers are not obliged to use it.”
Daripada ngurusi nomor pembalap mending hapus aturan tekanan ban & aturan track limit. Biar bisa lihat saling cari celah untuk nyalip.
Karena aturan track limit jadinya rider pada ati2 kalau mau nyalip…wajar lah ban kena tanah dikit, kena rumput dikit, melebar dikit…wong namanya balapan dg motor terkencang sejagad, yg penting ga ambil shortcut kan masih aman & menarik juga buat tontonan.
La sekarang rider manuver lebar dikit kena warning, 2x track limit langsung longlap.
Apalagi tekanan ban…udah paling kocak…ra mashook.
ya ga bisa gitulah, track limit udh bener biar rider ga asal ambil jalur yg ga seharusnya, ibaratnya coba aja ganti lagi ke rumput. pasti langsung drop juga atau malah kepleset.
kalo soal regulasi begini bukannya ranahnya FIM ya? Libertard mungkin bisa aja ngasih tekanan demi balapan yg lebih menarik..
btw andai Marc keukeuh gmn ya, 93 atau pensiun.. walo belio orgnya sepertinya gak begini, cenderung menghindari polemik.. malah dpt tantangan baru, kutukan no 1 itu apa?
Lama ga komen, lihat komen tercerdas sejagat paling mashook…haha
Ilangin aturan track limit, kalau gitu dibuat lintasan untuk apa kalau boleh dilanggar, beda sedikit itu juga ngaruhnya bisa lumayan ke laptime
Dan kalau dibalikin ke tanah apa lagi rumput licin, dikira kalau nginjek g ngefek apa2 ya?
Haha
Cari eksposure sekarang itu mudah yah
Yang bener itu Perjuangan Mempertahankan No. 1 bukan no. 93. Apa dinego sj biar bs kombinasi kedua no. tsb. kan more than a number. Wkwkww…
Mamakez takut tahayul
Padahal liberty itu kan lambang kebebasan dan demokrasi,tapi kok makin mengengkang 😂
Kan kebebasan buat liberty nya, bukan buat yg lain, sama kaya mamarika…haha
Mirip idolanya ya vr46
America first, haha
Wanjai marc dipaksa macam jurdun aji mumpung 😆😆
Marc ngga ada beban, disuruh nomor 1 ya oke. Ngga bisa mempertahankan gelar ya balik ke 93. Gitu aja kok repot.
Bahas kenapa pecco bisa moncer di motegi dong. Dimedsos pada rame bahas konspirasi pecco & joker.
Seharusnya Liberty mengamati dulu 2-3 tahun sebelum mereka membuat kebijakan-kebijakan. Mungkin memang maksudnya untuk menarik penggemar baru, tapi kalau begini, jiwa dan tradisi MotoGP bisa hilang dan justru mungkin malah menghilangkan penggemar lama. Ini berlaku juga untuk kebijakan-kebijakan kontroversial kemarin seperti penghitungan gelar juara dunia dan menganggap moto3 & moto2 sebagai feeder saja. Lama kelamaan MotoGP bisa jadi pertunjukan yang terlampau eksklusif macam F1.
Doohan pakai 1 bisa juara sampai 4x plus…