Potensi Ketidakpastian KTM MotoGP Kembali hadir

TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui bersama, KTM sempat mengalami periode Krisis bahkan sebelum musim MotoGP 2025 dimulai. Krisis yang mengguncang pabrikan Austria ini sempat diperkirakan dapat membahayakan program balap KTM walau akhirnnya masalah keuangan tersebut terlihat hanya berdampak kecil pada dunia kompetisi.

Buktinya KTM memenangkan Reli Dakar dan Kejuaraan Reli Dunia bersama Daniel Sanders dan Edgar Canet, masing-masing di kelas utama dan Reli 2. Lebih lanjut, Pedro Acosta, khususnya, mencatatkan beberapa penampilan podium dengan RC16 di musim 2025.

Namun ketidakpastian kembali membayangi masa depan merek Austria ini di Kejuaraan Dunia. Setelah beberapa kali PHK yang telah mengurangi jumlah karyawan dari 6.000 menjadi 4.000, ada kemungkinan dampak krisis akan semakin parah, dan untuk alasan yang jelas, program olahraga pun tak luput dari reorganisasi. CEO Bajaj Auto, pemilik baru KTM, telah mengonfirmasi bahwa ia akan memangkas staf administrasi yang diperkirakan sebagain besar ada di Organisasi dan workshop Balap Motorsport KTM.

“Kami melihat peluang untuk mengurangi biaya overhead lebih dari 50%, termasuk Litbang, pemasaran (termasuk balap), operasional, dan administrasi umum. Menariknya, dari 4.000 orang yang saat ini bekerja di KTM, hanya sekitar 1.000 yang merupakan pekerja kasar; 3.000 lainnya adalah staf administrasi, yang cukup membingungkan karena para pekerja kasar inilah yang merakit sepeda motor,” ujar Rajiv Bajaj di CNBC-TV18, memberikan pratinjau rencana strategis yang tujuan utamanya adalah untuk memitigasi krisis yang melanda merek tersebut.

Solusi tersebut diperkirakan akan berdampak pada Red Bull KTM dan Tech 3 (yang baru saja diakuisisi oleh Guenther Steiner), serta tim-tim lain yang juga berkompetisi dengan pabrikan yang berbasis di Mattighofen tersebut di berbagai kejuaraan.

“Ini adalah masalah yang tidak disebabkan oleh 99% karyawan KTM. Ini adalah masalah manajemen senior sebelumnya, dan kebanyakan dari mereka telah pergi. Alasan utama keruntuhan perusahaan adalah keserakahan. Saya benar-benar menyaksikan perkembangan ini di KTM khususnya dalam 12 bulan terakhir.

” Secara umum, saya akan mengatakan ada keserakahan operasional dan strategis. Kedua faktor ini berpadu dan menyebabkan KTM bangkrut dalam hitungan bulan. “

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP