Kurang Puas, TOPRAK Sempat Mau Bayarin Ban Michelin Tim Tes Honda MotoGP

TMCBLOG.com – Baik Yamaha Racing, Pramac maupun Yamaha Monster Energy belum memberikan komentar dan informasi resmi mengenai hasil tes privat Toprak Razgatlioglu dengan Yamaha M1 V4 di Aragon. Namun, melalui akun media asal Turki – MotoEtkinlik –  Toptak memberikan ketrangan dan komentarnya mengenai kali pertama menggunakan motor prototipe Yamaha terbaru ini sebanyak 30 lap.

“Pagi hari cuacanya sangat dingin, lalu situasinya membaik. Untungnya anginnya tidak terlalu kencang. MotoGP jelas memberikan sensasi yang sama sekali berbeda dibandingkan SBK. Jauh lebih sensitif: sedikit selip saja dan langsung terasa.”

“Namun, awalnya memang selalu sulit, lalu perlahan-lahan terbiasa. Jelas perjalanan masih panjang karena saya belum tahu batas kemampuan ban depan. Mungkin saya juga harus jatuh beberapa kali… entahlah,” begitu lah kalimat pertama dari Toprak.

“Semua orang bilang ban depan Michelin kurang grip di suhu dingin dan tidak boleh digunakan secara agresif. Itulah sebabnya saya mencoba sedikit lebih lembut, tetapi menjelang akhir tes saya mendapatkan catatan waktu yang baik. Saya punya dua ban baru yang tersedia karena tujuannya adalah untuk mencoba motor dan mengenalnya,” jelasnya.

Pekerjaan ini juga mencakup setup mekanik dari motor. “Saya menyetel stang dan mengaturnya sesuai keinginan saya. Detailnya penting dan kami harus melakukan beberapa penyesuaian. Pijakan kaki, rem belakang, gir, kontrol: semuanya kami atur dengan baik meskipun pada akhirnya kita selalu menginginkan lebih.”

“Jika saya punya ban lain, saya bisa dengan mudah menyelesaikan putaran dalam waktu 1 menit 48 detik. Pagi harinya, demi keselamatan, saya mencoba ban baru untuk mendapatkan gambaran, tetapi saya juga punya dua ban bekas. Start saya tidak buruk, mencatatkan waktu terbaik 1’50.400.”

“Awalnya, saya mencoba ban baru sebanyak 9 lap, lalu berganti ban bekas selama 3 putaran berikutnya, tetapi catatan waktunya sangat tinggi dan saya merasakan penurunan yang signifikan. Pendekatannya berbeda terutama di tikungan kanan, tetapi juga karena cuaca dingin.”

“Ini bukan masalah Pirelli, ini masalah pemahaman. Kita harus belajar. Dengan ban bekas, motor bergetar hebat di sisi kanan karena struktur ban yang berbeda, jadi saya menunggu sebentar dan mencoba ban baru,” lanjutnya.

“Pada putaran terakhir, saya mencatatkan waktu 1 menit 49 detik. Saya menyelesaikan sembilan putaran, selalu sekitar 49 detik, termasuk putaran terakhir. Katakanlah saya menjaga kecepatan yang baik. Jika kami punya ban lain, saya rasa saya bisa dengan mudah mencapai 1 menit 48 detik.”

“Saya sudah meminta ban baru, tetapi mereka tidak bisa memberi saya ban baru. Saya bahkan bilang akan membayarnya, tetapi tidak ada ban yang tersedia, karena ada aturan: Anda tidak boleh menggunakan lebih dari 260 unit. Karena sudah mendekati batas, mereka berisiko terkena penalti. Pembalap penguji menggunakan lebih banyak ban, tetapi itu cerita lain,” ujarnya.

Meskipun ini adalah penampilan pertamanya, Toprak tidak menyembunyikan ambisinya. “Saya selalu punya ekspektasi. Itulah sebabnya saya mencari ban baru, bahkan sempat berpikir untuk meminta Honda atau yang lain, hanya agar ada ban baru yang tersedia.”

“Namun, secara keseluruhan, semuanya berjalan lancar. Yang penting saya tidak terjatuh dan bisa sedikit mengenal motornya. Sekarang kami akan pergi ke Valencia dengan lebih waspada, meskipun sejujurnya, saya masih belum bisa mengidentifikasi batas ban depan. Kita akan mengetahuinya seiring waktu, setelah seribu putaran. Untuk saat ini, saya bisa bilang motor ini sangat cepat di lintasan lurus! Di lintasan lurus, motor ini benar-benar melesat.”

Sektor keempat adalah yang paling memberinya keuntungan dalam hal kecepatan. “Yah, biasanya saya tidak cepat di sektor itu, jadi saya tidak tahu alasan di balik daya saing saya, tetapi MotoGP berbeda, jadi pasti berbeda juga di Aragón,” ujarnya sebelum mengomentari perbedaannya dengan SBK.

“Rem adalah hal yang paling berbeda, yang paling sulit Anda biasakan. Struktur V4-nya sendiri berbeda. Bagian depan motor empat silinder segaris memiliki cengkeraman yang lebih baik, jadi itu sesuatu yang harus diperbaiki Yamaha. Kita lihat saja nanti di tes berikutnya,” pungkas Toprak.

20 COMMENTS

  1. Sabar Om Top pokoke tetap semangat dan tekun… Belajarlah dr Marc… Adaptasinya bukan satu dua tes tp semusim baru setelah itu jd juara..!!

    • Dulu marc “gak butuh” Adaptasi, race perdana d seri pertamanya langsung podium dan seri kedua menang dn d akhir musim langsung jurdun.

  2. Salah COD ente,Tim sultan kok mau dibayarin bannya,Ya mana mau dilepas
    Kecuali kalo tim Bajaj atau piaggio yg agak sulit finansial mungkin mau awkawkakk

  3. Nah kalo komen tuh sebanyak ini lho. Biar pembaca tuh puas liatnya. Kalo ada kemajuan, optimisme itu bagus sekali.

  4. sabar bro toprak, proses adaptasi emang perlu waktu.
    tantangan memang besar, jadi rookie , umur 29 .. dan pake motor juru kunci
    sedang harapan fans tinggi.. take your time

  5. Feeling gw si Toprak bisa bagus sih…musim pertama 10 besar bisa lah…mungkin fight sama binder atau ogura dulu di tengah…baru musim 2027 keluar potensi aslinya

  6. Toprak emang bagus, tapi ingat el fenomeno yang buat Marquez cedera kehilangan gelar bertahun tahun krn mengikuti el fenomeno quartararo aja kesusahan di M1 . Toprak top 5 di tahun perdana aja udah sangat bagus

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP