TMCBLOG.com – Pasca race Moto2 yang akhirnya menghadirkan Juara Dunia Moto2 baru yakni Diogo Moreira, setelah itu langsung hadirlah 27 lap race utama MotoGP Finale Valencia 2025. Temperatur permukaan trek yang kering ada di angka yang cukup sejuk 19 °C sementara penggunaan ban umumnya menggunakan kombinasi Hard – Medium slick dari Michelin.
Tetapi sebelum kita sampai di sana, Franco Morbidelli mengalami kecelakaan aneh saat grid bergerak menuju posisi start. Frankie menabrak bagian belakang Aleix Espargaro saat pembalap Spanyol itu berhenti di posisi start yang tepat. Setelah kembali keluar, Morbidelli masuk ke pit untuk menandai akhir musim 2025-nya. Kemudian, dikonfirmasi bahwa Morbidelli mengalami patah tulang tangan kiri, yang berarti ia juga akan absen dari tes Valencia hari Selasa.
Start dilakukan bagus oleh Bezzecchi yang memimpin setelah T1 kiri Sirkuit Ricardo Tormo. Zarco overshot membawa serta Bagnaia wide dan akhirnya sang #63 crash ringan di gravel trap. Zarco dikenai Long Lap Penalty atas insiden ini.
- Lap 2 Bezzecchi memimpin 0,3 detik di depan Alex Marquez.
- Lap 3 Bezz terdepan, Fernandez menunjukkan kemajuan pesat dan setelah melewati Di Giannantonio. Pemenang GP Australia itu mulai mengejar Bezzecchi dan Marquez di lap 3 dari 27 lap. Lap-lap tercepat berturut-turut pun terjadi, dengan pembalap Trackhouse itu terpaut 0,6 detik dari ban belakang Marquez. 1,2 detik lebih jauh di belakang adalah Acosta, yang juga berhasil melewati Di Giannantonio di lap-lap awal.
- Lap 4 Bezz memimpin 0,4 detik di depan Alex Marquez
- Lap 5 Bezz masih 0,3 detik dari Alex Marquez
- Lap 6 Bezz berjarak 0,4 detik di depan Alex Marquez
- Lap 7 jarak Bezz – Alex 0,3 detik
- Lap 8 Alex mendekat 0,2 detik
- Lap 9 Bezz hanya 0,1 detik dari Alex
- Lap 10 tiga pembalap teratas, pada lap 10, unggul 2,6 detik dari Acosta di P4. Dan di akhir lap 11, Fernandez cpba menyalip Marquez di tikungan terakhir. Pada tahap ini, Bezzecchi unggul 1,3 detik atas rekan satu pabrikannya di Aprilia, sementara Fernandez langsung tertinggal 0,7 detik dari Alex Marquez, yang kini menjadi pembalap paling lambat di antara lima pembalap teratas. Acosta dan Di Giannantonio semakin mendekati pemenang Tissot Sprint tersebut.
- lap 11 Bezz 0 9 detik dari Alex
- Lap 12 Alex Marquez turun ke P3 setelah dilewati Raul
- Lap 13 Bezz memimpin 1,2 detik dari Raul di belakangnya
- Lap 14 Acosta di P4 mendekat ke Alex di P3
- Lap 15 Bezz yang memimpin balapan ke Raul berjarak 0,8 detik
- Lap 16 dengan 11 putaran tersisa, Acosta berhasil memperkecil ketertinggalannya menjadi di bawah setengah detik, sementara Fernandez semakin mendekati keunggulan Bezzecchi yang kini berada di kisaran 0,8 detik.
- Lap 17 Bezz berjarak 0,7 detik ke Raul sementara Acosta mendekat ke Alex Marquez
- Lap 18 Bezz masih 0,7 detik dari Raul
- Lap 20 Acosta naik ke P3. Dan dalam perebutan posisi ketiga, setelah beberapa putaran Marquez menggunakan mode bertahan, Acosta menyerang di tikungan 4 pada putaran ke-20 ini. Overtake yang sukses, dan kini, Di Giannantonio menyalip Alex Marquez, yang tampaknya sudah kehabisan tenaga. Lalu, benar saja, Di Giannantonio meniru gerakan Acosta tepat di Tikungan 4 satu putaran kemudian untuk merebut posisi ke-empat.
- Lap 22 keunggulan Bezzecchi tetap tipis di atas setengah detik pada putaran ke-22 dari 27 putaran, dengan pembalap Italia dan sang pemburu, Fernandez, mencatatkan waktu yang sama. Pada tahap ini, Bezzecchi mulai kewalahan di bawah tekanan, tetapi dengan lima putaran tersisa, selisih waktu berkurang menjadi 0,6 detik untuk pertama kalinya ketika Bezzecchi mencatatkan waktu 1:31, dengan Di Giannantonio unggul tiga persepuluh detik lebih cepat daripada pembalap lain di sirkuit. Acosta kini menjadi pembalap yang merasakan tekanan di P3.
- Lap 23 Diggia yang berada di P4 mulai semakin mendekat ke Acosta di P3
- Lap 24 Bezz berjarak 0,5 detik di depan Raul
- Lap 25 dua putaran tersisa di tahun 2025! Bezzecchi vs Fernandez untuk kemenangan, Acosta vs Di Giannantonio untuk posisi ketiga. Dan di Tikungan 4, Acosta disalip. Bisakah Acosta itu merespons? Ia terlihat berusaha sekuat tenaga.
- Lap 27 waktunya lap terakhir! Bezzecchi memimpin Fernandez dengan selisih 0,3 detik, sementara Di Giannantonio unggul sepersepuluh detik dari Acosta. Di pertengahan putaran, Bezzecchi menjaga jarak yang sangat dibutuhkan antara dirinya dan rekan satu pabrikannya di RS-GP, dan begitulah ia bertahan di garis finis.
Dan akhirnya Marco Bezzecchi memenangkan race Grand Prix terakhir musim 2025, race MotoGP Valencia 2025 dan mengoleksi 25 poin untuk ditambahkan di klasemen pembalap atas namanya. Raul Fernandez finis di P2, dan Fabio Di Giannantonio berada di P3.
Ini adalah emenangan beruntun untuk pertama kalinya dan finis 1-2 untuk pertama kalinya sejak 2023 bagi pabrikan Aprilia. Kemenangan ini akan menjadi kabar baik bagi Aprilia karena Marco Bezzecchi meraih kemenangan dari awal hingga akhir balapan di Valencia. Pembalap Italia itu memang harus bekerja keras untuk meraihnya.
Raul Fernandez (Tim MotoGP Trackhouse) tampil gemilang dan mengakhiri GP kandangnya hanya dengan selisih 0,6 detik dari Bezzecchi, sementara Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) berjuang keras melewati Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) untuk meraih P3 dan mempertahankan rekor 88 podium Ducati hingga jelang musim 2026 . . Namanya harum se-Borgo Panigale.
Upaya Acosta berakhir dengan kegagalannya merespons serangan Di Giannantonio di menit-menit akhir, yang berarti ia harus finis di posisi ke-4 untuk menutup musim pembalap Spanyol tersebut yang juga finis di posisi ke-4 secara keseluruhan. Fermin Aldeguer meraih posisi ke-5 setelah menyalip rekan setimnya, Alex Marquez, di tikungan terakhir, yang melintasi garis finis di posisi ke-6.
Posisi ke-7 diraih oleh Luca Marini dari Honda HRC Castrol, sebuah hasil yang luar biasa di antara rangkaian berita hari Ahad karena ini berarti pabrikan Jepang tersebut naik ke peringkat konsesi C, menandakan kemajuan impresif mereka di tahun 2025.
Posisi ke-8 diraih Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing), posisi ke-9 diraih Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP), dan posisi ke-10 diraih Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3), yang melengkapi 10 besar terakhir musim ini.
Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP) mengakhiri karier MotoGP-nya dengan finis di posisi ke-11, dan kami mendoakan keberuntungan bagi bintang Portugal ini dalam petualangan barunya di WorldSBK pada tahun 2026.
Setelah menjalani Long Lap Penalty, Zarco melintasi garis finis di posisi ke-12, di depan Joan Mir (Honda HRC Castrol), yang juga terkena Long Lap Penalty setelah insiden Sprint-nya, sementara Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) dan Nicolo Bulega (Ducati Lenovo Team) mengumpulkan poin terakhir musim ini di posisi ke-14 dan ke-15.
Marco Bezzecchi dan Aprilia mengakhiri musim ini dengan gemilang dan merayakan finis di tiga besar klasemen akhir, sembari kita menantikan musim baru yang akan dimulai pada hari Selasa dengan tes Valencia. Ducati tetap menjadi acuan setelah Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) dan Alex Marquez finis 1-2 di Kejuaraan Dunia, tetapi Aprilia jelas telah memberikan sinyal bahaya di penghujung tahun 2025. Sampai jumpa di hari Selasa, dan kemudian di awal tahun 2026.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog















Kangen bgt dgn pak rt
Kasihan morbi
Kasihan pecco
Pecco itu sebenarnya sudah ga niat balapan, crash pelan dan motor ga rusak aja udah ga mau coba nyalain lagi.
Baru kali ini saya lihat ada yg crash sebelum start
Sebelumnya jg ada mas musim 2009 Casey Stoner di Valencia jg
Peco jurdun 2 kali mental dan skill masih dibawah quartararo,kyk gt mau lawan Marquez wkwk
Metronom bezzechi
Tadi knalpot pak rete ya copot setelah disundul orang ngantuk? Selalu 2 orang itu kayak kucing dan anjing 😂😂
Salah satunya kan emang anjing member tribudei chihuahua
Bezz, Raul, Acosta development nya bagus sekali, semangat dan sampai jumpa session depan.
Ducati jelas sangat ngiler sama Acosta.
Mobidolly banyak bener masalahnya nabrak sendiri, tapi balapan mesim ini seruh, epic, kita tunggu tes hari senin atau selasa untuk toprak