TMCBLOG.com – Sekalian, Peta persaingan MotoGP musim 2025 memang menyajikan dinamika yang luar biasa. Ducati masih menjadi benchmark, namun Aprilia berhasil mengukuhkan diri sebagai kekuatan kedua (second force), sukses mengasapi KTM di klasemen konstruktor. Di balik pencapaian ini, Fabiano Sterlacchini, sang Direktur Teknis Aprilia, memberikan pandangan menarik kepada Kontributor kami di Sanyol, Manuel Pecino mengenai apa yang diperlukan untuk menumbangkan dominasi Marc Marquez dan bagaimana strategi pabrikan Noale menatap 2026.
Drama Martin dan Heroiknya Bezzecchi
Musim 2025 bagi Aprilia bisa dibilang seperti rollercoaster. Awal tahun dibuka dengan mimpi buruk ketika Jorge Martin, Sang Juara Dunia 2024 yang baru bergabung, mengalami cedera di hari pertama Tes Sepang.
Sial tak berhenti di situ, bad news kembali datang jelang seri pembuka di Thailand dimana Martin kembali cedera. Total, Martin mengalami cedera empat kali sepanjang musim yang membuatnya tidak pernah menemukan ritme balap yang konsisten di atas RS-GP.
Ditambah lagi, isu keinginan Martin untuk hengkang sempat membuat hubungan antara Martinator dan manajemen Aprilia sedikit menegang.
Namun, di tengah badai tersebut, Marco Bezzecchi muncul sebagai penyelamat. “Bez” sukses meracik paket kompetitif bersama RS-GP. Kecepatan, kemenangan, dan podium rutin yang dipersembahkan Bezzecchi menjadi oase bagi tim Italia ini. Hasilnya? Bezzecchi finis di Peringkat 3 klasemen akhir, dan Aprilia sukses mengamankan posisi runner-up konstruktor di belakang Ducati.
Mitos “Invincible” Marquez dan Realitas Teknis
Marc Marquez (Ducati) memang tampil dominan dan seolah berada di liganya sendiri sepanjang 2025. Namun, Bezzecchi beberapa kali terbukti mampu “mengganggu” dominasi The Baby Alien.
Lantas, bagaimana cara mengalahkan Marc yang terlihat unbeatable? Sterlacchini memiliki analisis teknis yang tajam. Menurutnya, kemenangan Marc bukan semata-mata karena magis talenta individunya.
“Marc tidak menang hanya karena dia adalah Marc, karena pada momen-momen tertentu, meskipun dia adalah Marc, dia tidak menang,” ujar Sterlacchini.
Pria yang pernah berbaju Ducati dan KTM ini menegaskan: “Hal ini menunjukkan bahwa Marc adalah pembalap yang luar biasa, tetapi dia juga membutuhkan motor yang dirancang dengan baik, seimbang (ausgewogenes), dan selalu berfungsi.“
Ini adalah statement penting. Artinya, Aprilia percaya bahwa celah untuk mengalahkan Marquez ada pada keseimbangan paket motor. Sekuat apapun pembalapnya, jika motor tidak balance, kemenangan akan sulit diraih.
Filosofi Pengembangan Menyeluruh: Jangan Ada Titik Lemah!
Menatap 2026, Aprilia berambisi tidak hanya sekadar podium, tapi juga gelar Juara Dunia. Apa resep rahasia Sterlacchini untuk RS-GP versi 2026? Jawabannya adalah Holistik. Tidak ada satu magic button.
“Menurut pendapat saya, rahasia pekerjaan kami adalah tidak mengatakan ‘saya harus melakukan ini atau itu’, kita tidak harus selalu melakukan sedikit dari segalanya,” jelas Sterlacchini.
Strateginya jelas: Pengembangan harus dilakukan secara simultan di semua sektor.
- Pengembangan Mesin (Engine)
- Pengembangan Elektronik
- Pengembangan Aerodinamika
- Pengembangan Pembalap (Rider Growth)
“Anda tidak boleh mengatakan bahwa Anda akan mengabaikan satu aspek, karena aspek tersebut otomatis akan menjadi titik lemah (Schwachstelle). Anda harus mencoba meningkatkan di semua area, dan itulah yang kami lakukan,” tambahnya.
Jadi, untuk 2026, Aprilia tidak akan berjudi pada satu area saja. Mereka akan memoles RS-GP secara komprehensif agar menjadi motor yang well-constructed dan balanced—syarat mutlak untuk menantang Marc Marquez.
Menarik untuk ditunggu, apakah pendekatan no-compromise dari Sterlacchini ini mampu membawa Aprilia merebut tahta di 2026? Silahkan dikunyah-kunyah dulu infonya, sob!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog







Aprilia siap ambil Marc
wah menarik nih
dng paket motor yg kompetitif seperti musim 25 ini, klo marc yg bawa april bakal sering podium juga
Sampai saat ini…
Fakta menyatakan untuk mengalahkan dominasi MM93 maka harus menggunakan paket motor yg lebih baik secara signifikan dari paket motor yg dipakai MM93.
Jika paket motornya masih berimbang atau malah sama, ya sampai saat ini potensinya masih akan kalah melawan MM93.
Ingat 4 Alien motoGP….
4 pembalap motoGP yg begitu dikagumi karena skill dan prestasi balapnya yg luar biasa dominan selalu juara, sampai punya basis fans fanatik menjadi idola dunia….., namun saat para Alien motoGP tersebut memakai motor yg berimbang dan bahkan sama, masih saja begitu kesulitan tidak bisa membendung MM93 menjadi juara dunia motoGP.
Padahal saat itu MM93 masih di masa awal motoGP & bau kencur.
Fakta,dan ini sulit diterima kenyataannya
eits, tahan dulu, siapa 4 alien yg kisanak maksud? coba lebih detail jgn sampe stoner antum masukin wkwkwk
Siapa lagi kalo bukan Rossi, Stoner, Lorenzo,Pedrosa, hehehe.
Cuma ya pas Marc masuk, Stoner Out, jadi ya masuknya harusnya 3 Alien.
Ini nih fakta yang sulit ditolak
Dovi
Jika saat MM93 rookie Casey Stoner masih ada, peluang MM93 juara dunia makin kecil.
Peluang kecil bukan karena Stoner hebat (soalnya kemampuan Stoner berimbang juga dgn 3 alien motoGP lainnya), …..namun mengecil karena kemungkinan paket motor yg dipakai MM93 tidak berimbang dan masih signifikan dibawah paket motor yg dipakai para alien motoGP saat itu.
Sentolo…casey cmn mampu jurdun 2x bos jgn lu anggap alien bgt bhkan sm lorenzo ja masih kalah, soal mentalitas marquez tak tergantikan smp saat ini cmn dia pembalap juara dunia yg klo crash gk malu bangkit dan gas lagi smp motor tdk mampu lagi…casey itu cmn cerita kecil seliweran dmn dia bagus dalam endingnya gk kyk rosi yg sudah down bgt maksa trus dan pensiun, klo marquez swndiri sdh bicara sy akan langsung pensiun jika sdh ada yg lbh cepat dr saya..
Lah 2014 10 kemenangan beruntun, 2015 dibantai pasukan yamaha
Tapi ya cuma musim itu kan 👀
Level Aprilia 2025 kemaren malah mungkin udah bagus bgt, sampe satelit nya bisa P1. Tinggal mental pembalap nya belum konsisten tuh.
Makanya om Sterla bilang ada pengembangan rider, memang sebagus apa pun motor kalau rider tidak growth akan jadi seperti motor yang bermasalah. Mungkin ini yang bisa jadi patokan bagi team atau pabrikan lainya, harus menemukan atau membuat ridernya bisa jadi alien juga
Dari marc dulu masih di honda juga sudah seperti itu ada sirkuit2, yg membuat dia kesulitan dan tidak menang dan harus di ingat aprilia terlihat lebih menonjol begitu bezz berhasil ‘menyingkirkan’ marc dari sisa balapan jadi jangan terlalu PD dan tahun depan 2026 masih ada di konsesi C yg artinya gk ada peningkatan
salah kuncinya, percuma motor lu balance, kalau motor marc juga balance, yg bener jgn sampai motor marc balance kalau lu mau menang
Semoga Marco Bezzecchi & Aprilia bisa bersaing dengan Marc & Ducati musim 2026. Mantap 😃👍
Prediksi saya marquez 2026 msh dominan meskipun akan lbh sengit lagi persaingan bkn hya aprillia saja tp honda juga bersaing dengannya jadi makin seru…