TMCBLOG.com – Sobat sekalian, kalau ada satu orang yang paling tahu rahasia di balik sukses fenomenal Marc Márquez meraih gelar Juara Dunia 2025 bersama Ducati, dia adalah Marco Rigamonti. Marco, yang dulunya adalah insinyur yang relatif “tidak terlihat” di paddock, kini mendadak populer. Tentu saja, efek stardom saat menjadi crew chief seorang Marc Márquez. Rigamonti, yang memulai karirnya di Pramac Ducati tahun 2009 dan pernah bekerja dengan nama-nama besar seperti Aleix Espargaró, Andrea Iannone (di Ducati & Suzuki), Johanna Zarco, hingga Enea Bastianini, akhirnya mencapai puncaknya bersama The Baby Alien.
Kami sempat membedah beberapa pandangan menarik dari chief rigas ini, mulai dari kejutan comeback Marc, filosofi kerjanya, hingga clue bahwa Marc ternyata menyimpan tenaga di beberapa balapan! Gokil!
The Happiest Man in the Paddock!
Ditanya apakah tahun 2025 adalah tahun di mana ia paling banyak menari di paddock, Rigamonti langsung mengiyakan. “Ya, pasti! Yang pasti,” jawabnya sambil tersenyum.
Namun, bukan karena skill menarinya yang membaik (katanya sih tidak), melainkan karena ia belajar menikmati momen. Di masa lalu, jika akhir pekan berjalan buruk, ia akan memikirkannya selama satu dua hari.
“Tahun ini, hal itu hampir tidak terjadi. Hampir semua berjalan baik. Oke, ada beberapa kali terjatuh, tapi itu hal yang sudah diperhitungkan. Ini adalah tahun yang sangat indah,” kenang Rigamonti.
Tentu saja, popularitasnya melonjak drastis hanya karena berdiri di sebelah Marc. Rigamonti mengakui fenomena ini, namun ia tidak mau larut di dalamnya. “Saya sama saja dengan tahun lalu, timnya sama,” ujarnya. Sebuah kerendahan hati yang patut diacungi jempol, brother!
Merasa Dapat Lotre: The Train Has Passed!
Rigamonti mengakui bahwa bekerja dengan Marc seperti mendapat durian runtuh atau, dalam bahasanya, memenangkan lotre.
“Berapa kali dalam hidup seorang teknisi hal seperti ini bisa terjadi? Sekali, jika semuanya berjalan baik. Kalau tidak, tidak akan pernah. Jadi, ini adalah kereta yang lewat,” katanya penuh makna.
Lantas, apa yang paling mengejutkan dari Marc?
Rigamonti menyebut ada dua hal utama yang mengejutkannya dari sosok Juara Dunia 9 kali ini:
-
Kecepatan yang tak terduga: Tim Gresini tidak menyangka Marc bisa sekuat ini, terutama setelah musim sulit bersama Honda tahun sebelumnya.
-
Kemanusiaan (human) yang luar biasa: Di balik curriculum vitae (CV) yang membuatnya pantas menjadi superstar super-VIP, Marc ternyata sangat membumi.
“Yang paling mengejutkan saya tentang dia adalah kemanusiaannya, dia tidak merasa seperti VIP dibandingkan banyak orang lain yang pernah kami ajak bekerja di masa lalu,” ungkap Rigamonti. Ini menunjukkan bahwa Marc adalah seorang alien di trek, namun tetap “orang biasa” di luar trek.
Kekuatan Self-Confidence Marc: Tidak Pernah Ragu!
Di paddock, Marc dikenal punya karisma yang kuat. Rigamonti melihat karisma itu dalam bentuk self-confidence yang tak pernah hilang.
Saat motornya mengalami masalah di starting grid Austin (sebagai contoh), atau saat segala sesuatunya tidak berjalan baik, Marc akan langsung fokus ke sesi berikutnya.
“Dia tidak pernah ragu tentang dirinya sendiri, dalam arti harga diri. Dia tahu bahwa dia bisa mencapai hasil tertentu, yang membuat saya tidak pernah merasa demotivated atau tertekan, karena dia tahu bahwa jika dia positif, hasilnya akan datang,” jelas Rigamonti.
Sikap positif inilah yang menular ke seluruh box. Mereka tahu, jika mereka membuat set-up yang bagus, Marc akan mengambilnya dan memaksimalkannya. Ia sangat transparan.
-
“Jika sedikit lebih baik, dia akan memberi tahu Anda dan mengatakan apa yang bisa dia lakukan.”
-
“Jika lebih buruk, tetapi secara keseluruhan lebih baik, dia akan membawanya pulang.”
Rahasia Hidden Power: Marc Tidak Selalu Gas 100%!
Sebagai seorang insinyur, Rigamonti ditanya apakah Marc Márquez terkadang melakukan ‘sihir’. Rigamonti menjawab bahwa ‘sihir’ itu terlihat saat Marc berhasil menyelamatkan motor dari kecelakaan (save legendarisnya).
Namun, ia lebih memilih menyebutnya “luar biasa” (extraordinaria)—sebuah hasil dari kerja keras total di box, di rumah, dan di trek. Dan ini dia clue paling menarik yang dibagikan Rigamonti.
“Yang bisa saya katakan adalah bahwa tahun ini ada balapan di mana dia tidak menekan 100 persen… Itu yang dia katakan kepada kami.”
Rigamonti mencontohkan, Marc mungkin push 100% hanya untuk dua putaran, menciptakan jarak, dan kemudian hanya manage balapan. Hal ini tidak terjadi di Misano, di mana ia gas 100% sepanjang balapan.
Intinya: Di beberapa balapan, Marc menang sambil nyantai (menurut standarnya).
“Jika kita menempatkannya dalam kondisi di mana dia harus selalu memberikan 100%, apa yang akan kita bicarakan? Mungkin lebih banyak kecelakaan, kita tidak pernah tahu,” kata Rigamonti.
Ini mengonfirmasi bahwa potensi Marc Márquez masih bisa tumbuh lebih jauh!
Peran Marc dalam Pengembangan Motor Ducati GP26
Rigamonti juga menanggapi keraguan di paddock bahwa Marc tidak cukup sensitif dalam pengembangan motor (di Honda, peran ini sering dikaitkan dengan Dani Pedrosa).
Menurut Rigamonti, Marc yang sekarang berbeda dengan Marc 10 tahun lalu dimana kini Ia semakin dewasa dan all-rounder. Kemudian menurutnya, Marc sangat baik dalam mendeskripsikan apa yang terjadi. Saat dia mencoba part baru, dia bisa menjelaskan di mana ia lebih baik dan di mana ia lebih buruk.
“Dia mampu mendeskripsikan apa yang terjadi pada motor. Jika Anda membawa sesuatu yang lebih baik, dia memahaminya,” tegas Rigamonti.
Rigamonti menekankan bahwa tugas rider adalah memberikan feedback, tetapi tugas insinyur (seperti dirinya) adalah membawa part yang tepat untuk diperbaiki. Jika motor 2026 lebih baik atau tidak, itu tergantung pada tim teknis, bukan hanya Marc.
Poin krusial Rigamonti: Sebuah motor dikatakan bagus jika rider lapis kedua mampu mengendarainya dengan cepat. “Jika motornya bagus, itu terlihat pada rider level kedua, bukan pada rider top.”
Karena rider top seperti Marc mampu menutupi kekurangan motor dan tetap melaju kencang. Touche!
Kesimpulan TMCBlog: The True Winner!
Kisah Marco Rigamonti adalah cerita tentang seorang engineer yang beruntung, tetapi bekerja dengan seorang legenda yang luar biasa. Marco dan timnya berhasil menciptakan lingkungan kerja di mana sikap positif, kepercayaan diri, dan transparansi Marc bisa berkembang pesat.
Pengakuan bahwa Marc masih menyimpan hidden power di beberapa balapan, dan mindset super-human-nya di luar trek, semakin memantapkan status Marc Márquez sebagai pembalap paling komplit di era modern.
Bagaimana menurut sobat sekalian, seberapa besar potensi Marc Márquez yang belum keluar setelah mendengar clue dari Rigamonti ini? Sampaikan feedback-mu di kolom komentar! – @tmcblog







Sudah dewasa
Aragon pasti,kalo di Misano ngotot agendanya buat membungkam warlok
Rider angkatan alien,sering tarung vs Pedrosa,lorenzo,Rossi ianonen,dsb, sekarang lawannya anak muda gen z wkwk
Sperti apa kata paduka horge Lauren, th dpn dominasi marc msh akan lanjut
Dimisano push 100% lah iyalah.. wong rider lokal aja push 120%, smp gak smpt santai relax dikit.. dipepet trs smp akhir lap
Wah siapatu yg ngerasa vip di dalam paddock ? Klo dari nama yg disebut pernah kerja sama dia di artikel
Paling pak rt wkwkw
Lanone kayaknya,apalagi pas punya pacar model itu lagi star syndrome
Kayaknya sudah memenuhi syarat jadi legend..tapi usahakan jadi living legend.. ngeliat sering jatuhnya karena ngepush 100% jadi kuatir..
kalau gk salah dia udh dpt status legend deh, apa blum ya. lupa saya
kemanusiaannya luar biasa, yang kontra ya bukan manusia berarti
soal skill dan fighting spiritnya udah kagum dari dulu.. tp sisi kemanusiaannya ternyata gak kalah hebatnya, gak heran belio yg bukan sembarang belio ini makin dicintai banyak orang..
Special Marc Marquez
Itu ungkapan hati saya