TMCBLOG.com – Sob, Biasanya kalau lagi winter break seperti ini, yang hangat dibicarakan adalah soal helm baru, livery baru, atau latihan fisik pembalap. Tapi kali ini, angin yang berhembus dari Italia, tepatnya dari Gazzetta Motori, membawa kabar yang cukup mengejutkan dan “panas” dari markas Borgo Panigale.
Bukan soal motornya, tapi soal orang yang biasanya paling ekspresif di box Ducati. Yes, Davide Tardozzi. Rumor santer menyebutkan bahwa sang Team Manager ikonik ini kemungkinan besar akan lengser dari jabatannya mulai musim 2027.
Wah, ada apa gerangan? Padahal Ducati baru saja juara dunia lagi di 2025 lewat Marc Marquez. Mari kita bedah pelan-pelan ala TMCBlog.
Akar Masalah: “Komunikasi” Soal Bagnaia
Tardozzi, yang kini hampir menginjak usia 67 tahun, bukan orang baru. Sejak jadi pembalap, manajer SBK, hingga balik lagi ke Ducati MotoGP di 2014, dia adalah figur sentral. Tapi, isu perpisahan ini bukan sekadar soal pensiun karena usia.
Disinyalir, ada ketidakharmonisan antara Tardozzi dengan Sang General Manager, Gigi Dall’Igna. Pemicunya? Pengelolaan situasi Pecco Bagnaia sepanjang musim 2025.
Mari kita flashback sedikit ke musim 2025 (berdasarkan konteks berita). Marc Marquez juara dunia, tapi Pecco Bagnaia mengalami musim yang berat dan hanya finis ke-5.
-
Versi Pecco: Ia sering mengeluhkan motor GP25, merasa tidak nyaman, dan frustrasi.
-
Versi Dall’Igna: Ducati sudah memberikan support teknis terbaik dan motornya kompetitif (buktinya Marquez juara).
-
Posisi Tardozzi: Nah, di sinilah masalahnya. Tardozzi sempat mengeluarkan statement yang dianggap “mendukung” keluhan Pecco, seperti menyebut bahwa tim “terlambat memahami kebutuhan teknis Pecco”.
Bagi manajemen puncak (baca: Dall’Igna), komentar Tardozzi ini dianggap “blunder”. Tardozzi dinilai gagal menjadi “filter” yang baik antara keluhan pembalap yang emosional dengan data teknis insinyur. Alih-alih meredam suasana, komentar tersebut malah memperuncing anggapan bahwa ada yang salah dengan motor racikan Gigi, padahal Marquez bisa juara dengan motor yang sama.
Klimaksnya? Pecco Bagnaia kemungkinan besar akan hengkang dari Ducati Factory setelah kontraknya habis di akhir 2026. Dan Tardozzi, yang dianggap gagal mengelola situasi Pecco, tampaknya akan ikut kena imbasnya.
Fokus ke Marquez dan Era Baru 2027
Ducati adalah tim yang logis. Mereka melihat ke depan, ke regulasi baru 2027 (850cc, pengurangan aero, no ride-height device). Untuk menghadapi era baru ini, prioritas Ducati jelas: Mengunci Marc Marquez.
Negosiasi perpanjangan kontrak Marquez untuk 2027-2028 kabarnya sudah mulus, dengan angka di kisaran 15 Juta Euro per tahun. Marc dianggap aset krusial karena pengalamannya yang segudang di era motor “konvensional” (sebelum era aero ekstrem).
Dengan pergeseran fokus ke Marquez dan kemungkinan perginya Bagnaia, sepertinya Ducati juga ingin melakukan penyegaran di kursi manajemen box.
Siapa Pengganti Tardozzi? (The Candidates)
Kalau Tardozzi benar-benar out di 2027, siapa yang cocok menggantikan peran Team Manager yang butuh skill diplomasi sekaligus teknis ini? Ada tiga nama yang mencuat:
-
Michele Pirro (Opsi Internal) Pirro adalah “nyawa” pengembangan Ducati. Di usia 40 tahun, ia akan menjalani musim terakhirnya di CIV (Italia) pada 2026 bersama tim barunya “Garage 51”. Setelah gantung helm, transisi menjadi manajer tim adalah langkah yang sangat natural. Dia tahu luar-dalam dapur Ducati.
-
Gino Borsoi (Sang Mantan Terindah) Saat ini Borsoi memimpin proyek Yamaha-Pramac. Tapi jangan lupa, dia adalah arsitek sukses Jorge Martin juara dunia di Pramac Ducati. Reputasinya sebagai manajer yang rapi dan efektif sangat tinggi. Bisa jadi Ducati akan “membajak” dia kembali.
-
Francesco Guidotti (Opsi Romantis & Berpengalaman) Ini nama yang menarik. Guidotti baru saja selesai dengan KTM di akhir 2024. Dia punya segudang pengalaman (Aprilia, Pramac, KTM). Uniknya, Guidotti pernah bekerja sama dengan Marc Marquez di masa lalu (debut 125cc KTM). Reuni Guidotti-Marquez di tim merah? Why not?
Opini TMCBlog
Sobat sekalian, di MotoGP, performance is king. Tardozzi adalah figur bapak yang hebat, tapi jika gesekan dengan filosofi teknis Dall’Igna sudah terjadi, biasanya posisi manajemen lah yang akan digeser.
Kasus ini mirip seperti “perceraian” Tardozzi dengan Ducati di tahun 2009 silam, yang juga mendadak. Bedanya, kali ini Ducati berada di puncak dunia, namun mereka tidak mau lengah menyambut regulasi 2027. Mereka butuh harmoni total di dalam box untuk mendukung Marc Marquez.
Kita tunggu saja apakah Davide akan benar-benar pensiun, atau ada plot twist lain. Satu yang pasti, kursi panas Ducati selalu menarik untuk disimak! Kalau menurutmu Sobat, siapa yang paling pas menggantikan Tardozzi? Pirro, Borsoi, atau Guidotti? – @tmcblog






balik ke Bimota mbah Tardozzi?
Tukar guling
Gino ke Ducati, tardo,zi ke Yamaha
Selain itu tardozzi termasuk fans nya toprak
2027 boyong jg pecco ke Yamaha
Cocok
Saatnya penyegaran,
Helmut Marko,Lin Jarvis, sama Alberto Puig aja pada turun
Efek marquez dahsyat banget. Doi kalo bisa dikelola dengan baik bisa jadi savior, tapi terlalu nyaman dan bergantung sama beliau bisa jadi bumerang.
Gantiin Alberto Puig aja mbah.. mantap tuh Honda with Tardozzi keynya
Yah 2026 pecco kemungkinan udah angin anginan lagi dong, kalau pikirannya sudah melayang ke 2027, keluar dari factory ducati.
Sebegitu impactful nya kehadiran marc mempengarungi mental
Wah panas nih gaskan april
Plot twistnya gigi yg out hihi
Nah ini, gigi out bisa2 markes juga dibawa sama dia 🤣🤣
Gigi out, semoga balik ke Piaggio, sapa tau Derbi dan Gilera bisa kembali dansa romansa, dan Aprilia mau main wsbk lagi
Lawak aj sih,jelas2 peco yg badut,gp25 sj mayoritas inputan dia,begitu flop pura pura jd korban
Jiahahaa… Gua jelas pilih Wan Taufik
Tidak seperti biasanya, saya tiba2 mengantuk saat membaca artikel di blog ini. Seperti ada yang hilang dari TMCBlog
Marc dianggap aset krusial karena pengalamannya yang segudang di era motor “konvensional” (sebelum era aero ekstrem). Vote Livio Suppo
Simplenya Ducati sebenarnya enggan membayar 2 pembalap juara dunia dengan gaji fantastis, salah satunya harus di korbankan dengan cara sabotase
Mereka melihat ke depan, ke regulasi baru 2027 (850cc, pengurangan aero, no ride-height device). Untuk menghadapi era baru ini, prioritas Duc jelas: Mengunci Marc Marquez. ==> wah nih company makin fokus memenangkan Marq di 2026 demi kejayaan duc , marq akan jadi icon legendary duc melewati Ago
Tardozzi ini karakternya seperti Helmut Marko di F1, sangat harsh ke pembalap yang gak perform di timnya
tapi di artikel kan dia ngebela pecco sampai potensi kena geser posisinya
Pecco sndiri yg cerita sehabis balapan 2024 di itali, jangan dngerin Tardozi. Saat itu pecco merah ngkez Masih team gresini
Kalau dia bilang ujan brarti ngga ujan.
Bakalan lama ya, Ducati minjem Marc dari Honda.
semua berawal darri drop nya prestasi bagnaia..
pengalihan isu aja.. biar udah ga bahas motor bagnaia..
stoner jadi manager ducati beeeehhh auto pilot