Scoop : Desain Paten Big Scooter Hybrid Kawasaki . . J Hybrid?

TMCBLOG.com – Bro sekalian, Kawasaki sepertinya sedang benar-benar “gas pol” dalam urusan teknologi Hybrid. Meskipun Ninja 7 Hybrid dan Z7 Hybrid penjualannya mungkin belum meledak, tapi geng hijau nggak berhenti berinovasi. Baru-baru ini, muncul bocoran paten terbaru yang menunjukkan bahwa Geng Ijo sedang menyiapkan model Hybrid selanjutnya dengan pendekatan teknis yang jauh berbeda.

Kalau sebelumnya baterai diletakkan di bawah jok, kali ini Kawasaki merombak total tata letak (packaging) demi mengejar satu hal: Cooling alias Pendinginan! Mari kita bedah secara teknis detail paten ini. Silahkan dikunyah-kunyah infonya, Sob!

Problem Utama Hybrid: Masalah Ruang dan Panas

Menyatukan dua sistem penggerak (Mesin Bensin + Motor Listrik) ke dalam sasis motor yang sempit itu “PR” besar buat insinyur. Di model Ninja 7 Hybrid, baterai diletakkan di bawah jok. Efeknya? Wheelbase jadi panjang dan motor terlihat agak gemuk di tengah.

Nah, di paten terbaru ini, Kawasaki mencoba solusi yang lebih radikal:

  • Baterai Pindah ke Depan: Baterai dipindahkan ke area atas dan depan mesin, tepatnya di ruang yang biasanya diisi oleh tangki bensin.

  • Radiator Turun ke Bawah: Posisi radiator mesin 451cc parallel twin digeser lebih rendah untuk memberikan ruang bagi kotak baterai.

  • Airflow Maksimal: Dengan posisi di depan cylinder head, casing baterai yang memiliki sirip pendingin (finned casing) akan langsung terkena terpaan angin dari depan.


E-Boost Bisa Lebih Awet?

Secara teknis, pendinginan baterai yang lebih baik punya dampak langsung ke performa. Sobat tahu fitur E-Boost di Ninja 7 Hybrid? Fitur yang memberikan tambahan tenaga instan selama beberapa detik itu sangat bergantung pada suhu baterai.

Dengan baterai yang lebih dingin karena diletakkan di jalur aliran udara utama, ada kemungkinan fitur E-Boost ini bisa diaktifkan lebih lama tanpa risiko overheating. Ini jelas bakal bikin akselerasi motor jadi lebih “ngeri” buat nyalip-nyalip!


Sinyal Kuat Skutik Bongsor (Maxi Scooter)

Yang paling menarik dari gambar paten ini adalah bentuk sasis dan komponen pendukungnya. TMCBlog melihat ada indikasi kuat motor ini akan berwujud Maxi Scooter:

  1. Floorboard (Pijakan Kaki): Pada gambar paten (Fig. 5), terlihat jelas adanya struktur floorboard (nomor 54) yang memanjang di samping mesin. Khas skutik banget!

  2. Tangki Bensin di Bawah Jok: Karena ruang di atas mesin sudah dipakai baterai, tangki bensin digeser ke bawah jok.

  3. Bagasi Helm Tetap Ada: Meski ada tangki bensin di bawah jok, desain tangkinya dibuat melengkung sehingga masih menyisakan ruang bagasi untuk menyimpan helm di bagian belakang.

Langkah Kawasaki memindahkan teknologi Hybrid ke platform skutik besar adalah strategi yang sangat masuk akal. Skutik bongsor seperti Honda X-ADV atau Yamaha TMAX punya pasar yang loyal meski harganya mahal.

Dengan teknologi Hybrid, Kawasaki bisa menawarkan solusi bagi komuter perkotaan yang butuh mode Full Electric untuk masuk ke zona emisi rendah di pusat kota, tapi tetap punya tenaga mesin bensin untuk turing jarak jauh.

Selain itu, berat ekstra dari sistem Hybrid biasanya lebih bisa diterima oleh pengguna skutik besar dibandingkan pengguna motor sport murni yang sangat sensitif soal bobot dan handling. Pertanyaannya, apakah Kawasaki bakal menamakan motor ini “J Hybrid” atau justru lini baru?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

4 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP