TMCBLOG.com – Mandalika adalah sirkuit yang flowy, banyak tikungan cepat (fast flowing) yang membutuhkan stabilitas ban depan dan transisi yang halus. Di sinilah Aldeguer menunjukkan mengapa Ducati sangat menginginkannya.
Karakteristik “High Corner Speed” Aldeguer
Berbeda dengan Pecco Bagnaia yang sangat kuat di late braking (mengerem sedalam mungkin lalu menekuk motor dengan cepat), Aldeguer membawa gaya balap Moto2-nya ke GP24:
-
V-Shape vs U-Shape: Jika Pecco cenderung melakukan V-Shape (masuk tajam, tekuk, tegakkan motor cepat), Aldeguer di Mandalika melakukan U-Shape. Dia membawa kecepatan sangat tinggi di tengah tikungan (mid-corner speed).
-
Lean Angle Konsisten: Di tikungan sektor 2 dan 3 Mandalika, Aldeguer mampu menjaga sudut kemiringan (lean angle) lebih lama tanpa membuat ban belakang spin berlebihan. Ini yang membuatnya unggul hampir 7 detik dari Acosta.
Perbandingan dengan Jorge Martin
Jorge Martin adalah raja Sprint, gaya balapnya sangat agresif dan banyak menggunakan body positioning yang ekstrem untuk membantu motor berbelok.
-
Aldeguer lebih “Tenang”: Di Mandalika, telemetri (secara visual) menunjukkan motor Aldeguer jauh lebih tenang dibanding Martin. Martin seringkali mengalami chatter (getaran) jika terlalu memaksakan corner entry.
-
Efisiensi Ban: Dengan gap 7 detik, Aldeguer tidak perlu memaksa ban di 5 lap terakhir. Sementara Martin dan Pecco seringkali terjebak dalam duel yang menghabiskan sisa umur ban mereka.
Mengapa GP24 Sangat Cocok dengan Aldeguer?
Ducati GP24 dikenal memiliki mechanical grip yang lebih baik daripada GP23. Bagi pembalap rookie seperti Aldeguer:
-
Front End Confidence: GP24 memberikan feedback ban depan yang lebih jujur. Ini kunci bagi Aldeguer untuk berani melakukan corner entry cepat seperti saat dia masih di Moto2.
-
Aero Package: Paket aerodinamika Ducati membantu menekan motor saat transisi cepat di tikungan 5 ke tikungan 10 Mandalika, area di mana Aldeguer mencetak waktu tercepat secara konsisten.
Kesimpulan Analitik
Kemenangan Aldeguer di Mandalika adalah perpaduan antara bakat murni, nasihat mental dari Marc Marquez, dan karakter sirkuit yang sangat cocok dengan gaya balap flowing-nya. Dia tidak mencoba meniru gaya late braking Pecco, melainkan menyempurnakan gaya high speed cornering-nya sendiri di atas motor terbaik di grid. – @tmcblog





Postur dia mendukung untuk hal2 itu.
Jadi ceritanya Populous mendesain mandalika di tanah orang yg tdk berpostur terlalu tnggi namun menguntungkan orang yg tinggi bongsor macam deguer?
Secara waktu di Mandalika masih lebih cepat Martin di 2024 dengan 41 menit 4 detik, Aldeguer 41 menit 7 detik. Terlepas dari Martin yang seorang juara dunia dan Aldeguer yang seorang rookie, terlihat bahwa GP24 memang siap untuk dibawa lebih agresif.