TMCBlog.com – Sobat sekalian, dunia elektrifikasi roda dua Honda sepertinya bergerak sangat masif. Setelah diperkenalkan di ajang EICMA Milan beberapa waktu lalu, motor listrik terbaru Honda, yakni Honda WN7, akhirnya menampakkan diri di Jepang dalam wujud yang sangat spesial: Motor Polisi alias Shirobai!
Bukan sekadar pajangan, Honda WN7 versi Shirobai ini dijadwalkan akan melakukan debut resminya sebagai kendaraan pemandu (lead vehicle) di ajang lari bergengsi Hakone Ekiden pada Januari 2026 mendatang. Kemarin (19/12), sosoknya sudah dipamerkan langsung di depan kantor Gubernur Tokyo. Mari kita bedah spesifikasi teknisnya yang bikin geleng-geleng kepala ini.
Struktur Sasis Tanpa Frame Konvensional!
Ini yang paling menarik untuk dikunyah-kunyah secara teknis, sob. Honda WN7 tidak menggunakan rangka (frame) pipa baja atau aluminium twin-spar seperti motor pada umumnya.
Sebagai gantinya, Honda menggunakan Aluminum Battery Case yang ditempatkan di tengah sebagai struktur utama alias stressed member. Jadi, head pipe (komstir) di depan dan pivot bracket (dudukan swingarm) di belakang langsung dibaut ke unit power atau casing baterai tersebut. Pendekatan ini mirip dengan apa yang dilakukan Ducati pada Panigale V4 atau beberapa motor listrik berperforma tinggi lainnya untuk mengejar bobot ringan dan kekakuan (rigidity) yang pas.
Performa: Tenaga 600cc, Torsi Setara 1000cc!
Secara spesifikasi, Honda WN7 dibekali motor penggerak berpendingin cairan (water-cooled) dengan inverter terintegrasi yang sangat kompak. Catat angkanya:
-
Peak Power: 50 kW (setara motor bensin 600cc).
-
Maximum Torque: 100 Nm (setara motor bensin 1000cc!).
-
Rated Output: 18 kW.
Menariknya, karena tenaga rated-nya ada di angka 18 kW, di Jepang motor ini masuk kategori “Light Motorcycle” yang bisa dikendarai dengan SIM motor kecil. Padahal torsinya setara moge liter-bike! Bayangkan akselerasi instannya saat mengejar pelanggar lalu lintas nanti, sob.
Detail “Shift Pedal” yang Unik
Ada satu detail unik pada versi Shirobai ini. Meski ini motor listrik yang seamless alias tanpa gigi, Honda menambahkan pasak kaki di sebelah kiri yang posisinya mirip pedal operan gigi.
Ternyata, menurut Tanaka-san selaku Chief Engineer Honda, ini adalah permintaan dari para petugas polisi setelah sesi uji coba. Tujuannya bukan untuk pindah gigi, melainkan untuk menjaga posisi berkendara (riding position) dan sebagai tumpuan kaki saat melakukan manuver teknis yang biasa dilakukan Shirobai. Jadi, secara ergonomi, mereka tetap merasa seperti naik motor bensin.
Baterai dan Jangkauan
WN7 menggunakan baterai Lithium-ion fixed (bukan swap) berkapasitas 9,3 kWh. Pengisian dayanya sudah modern, mendukung standar CCS2 (Fast Charging) dan Type 2 untuk pengisian di rumah. Dalam sekali cas penuh, motor ini diklaim bisa menempuh jarak 140 km (mode WMTC). Untuk tugas mengawal lari maraton Hakone Ekiden yang per-etapenya sekitar 20-23 km, tentu jarak tempuh ini lebih dari cukup.
Identitas Baru Honda EV
Secara estetika, WN7 memperkenalkan bahasa desain baru Honda untuk masa depan. Lampu depan model Horizontal Signature Light (garis lurus melintang) akan menjadi identitas visual (brand identity) untuk seluruh jajaran motor listrik Honda ke depannya. Terlihat minimalis, futuristik, dan sangat “bersih”.
Honda WN7 ini rencananya akan diproduksi di Pabrik Kumamoto, yang merupakan mother factory motor-motor besar Honda, dan akan mulai dipasarkan secara global pada tahun 2026.
Apakah motor ini juga akan masuk ke Indonesia sebagai pengganti motor patroli atau Motor Patwal bensin Milik Polri? Mengingat komitmen AHM soal elektrifikasi, rasanya peluang itu selalu terbuka. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya sob!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog








Ngeri kali torsinya. Kalau belum terbiasa, bisa terbang itu 😁
Paling kalo patroli tetep pake sepeda jengki