Hujan Gagal Maksimalkan Tes Honda RC214V di Sepang

TMCBLOG.com – Apa yang seharusnya diuji di Penghujung tahun 2025 di Sepang malah berakhir anti klimaks dan makin menyisakan rasa penasaran dari jagat MotoGP. Tim penguji dan pengembangan Honda Racing Corporation (HRC) baru saja menyelesaikan sesi tes terakhir mereka di tahun 2024 yang bertempat di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia yang Fokus utamanya menguji untuk pertama kalinya motor masa depan mereka untuk regulasi 2027: Honda RC214V dengan mesin 850cc. Namun sayang seribu sayang, momen ini tidak terjadi

Rencana besar HRC untuk melakukan shakedown serius terhadap mesin 850cc harus terhambat oleh intensitas hujan yang sangat tinggi selama tiga hari sesi tes berlangsung. Takaaki Nakagami, yang kini memegang peran vital sebagai test rider, sebenarnya sudah turun ke lintasan.

Meskipun menggunakan basis motor konvensional dengan paket aerodinamika yang lebih minimalis, di dalamnya sudah tertanam jantung mekanis baru mesin V4 850cc. Namun, karena lintasan lebih sering basah, data performa maksimal (top speed, akselerasi kering, engine mapping utama) tidak bisa dikoleksi secara maksimal.

Menariknya, di Sepang kemarin Nakagami sempat menjajal ban prototipe Pirelli baik kompon basah (wet) maupun kering (slick). Karena kendala hujan, Honda justru menjadi pabrikan pertama yang mengoleksi data signifikan mengenai ban basah Pirelli di motor MotoGP. Walaupun data ban keringnya masih sangat minim, ini adalah langkah awal yang penting dibanding pabrikan lain yang baru mencoba ban kering Pirelli di Misano atau Jerez.

Sobat sekalian harus tahu, tes Sepang ini adalah kesempatan terakhir Honda memanfaatkan Hak Konsesi Grup D. Berkat raihan poin Honda musim lalu yang mencapai 35%, mereka resmi “naik kelas” ke Grup C. Yes kesempatan terakhir karena setelah Desember, Jendela Pengujian trek dalam bentuk apapun akan dilarang oleh regulasi

Apa efeknya bagi Honda di 2025?

  • HRC tidak bisa lagi melakukan tes privat secara bebas di mana saja dan kapan saja.

  • Jumlah ban untuk tes akan dibatasi (sekitar 260 ban).

  • Pembalap reguler tidak bisa lagi ikut serta dalam tes privat.

Artinya, Honda harus lebih efisien dan taktis dalam menjadwalkan tes di tahun depan karena ruang gerak mereka sedikit “terkunci” dibandingkan saat berada di Grup D. Dengan ini HRC sudah mulai memetakan strategi pengembangan motor mereka:

  • Aleix Espargaró: Akan difokuskan untuk menyempurnakan versi terakhir RC213V agar tetap kompetitif di musim terakhir era 1000 cc yakni musim 2026.

  • Takaaki Nakagami: Akan menjadi ujung tombak proyek RC214V (850cc) yang akna dipakai mulai tahun 2027.

Rencananya, Aleix baru akan bergabung dalam pengembangan motor 850cc pada pertengahan musim 2026 nanti. Sebuah pembagian tugas yang logis agar pengembangan jangka pendek dan jangka panjang tidak tumpang tindih.

Meskipun tes di Sepang dianggap “gagal” secara perolehan data kering, HRC nampaknya tetap ingin menjaga hype. Melalui media sosial mereka, Honda merilis cuplikan suara mesin 850cc tersebut. Secara karakter suara, memang terdengar sedikit lebih high-pitched dibandingkan mesin 1000cc saat ini, namun dengan karekter big bang, Msin RC214V tetap membawa DNA V4 Honda yang khas.

Honda terlihat sangat serius mempersiapkan transisi 2027. Meskipun terhambat hujan di Sepang, mereka sudah selangkah lebih maju dalam pengenalan ban Pirelli dan integrasi mesin 850cc ke sasis penguji. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana HRC mengoptimalkan pengembangan dengan jatah tes yang kini lebih terbatas di Grup C.

Tapi Sob . . Faktanya, Takaaki Nakagami selama sesi pengujian di Sepang tidak hanya mengendarai Honda 850cc dalam konfigurasi pratinjau 2027. Tim Uji HRC memiliki 4 motor, yaitu 3 unit RC213V dan versi awal RC214V yang akan datang. Dalam situasi ini, upaya dilakukan untuk memanfaatkan waktu yang tersedia sebaik mungkin untuk menguji motor 2026, ditambah uji coba 850cc (dengan hybrid).

Ia tidak hanya mengendarai dengan ban Pirelli untuk 2027, tetapi juga dengan ban Michelin untuk 2026. Terlebih lagi, Motegi akan menjadi trek tempat sebagian besar pengujian RC214V akan dilakukan secara sangat rahasia (tidak pasti apakah ada pengujian sebelum Sepang).

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

9 COMMENTS

    • Bakal dilema buat lineup cbr untuk wsbk sepertinya om

      Keknya lebi logis dipake buat rilis rcv s edisi selanjutnya, yg secara tata letak lebih ke motor balap drpda motor harian. Tapi ya jangan gitu gitu banget lah harganya wkwkw

  1. Saya baca di gpone, mesin v4 massal sudah ada patennya. Entah realisasinya kapan, tp kayaknya kebangkitan mesin v honda sudah bergaung sejak munculnya proto v3r

  2. Yha gimane. Akhir tahun di wilayah asia tenggara kan memang sarangnya musim hujan wkwkkw

    Agak aneh kalau ekspektasi nya trek bakal full kering

  3. Wak apakah ga boleh test yg sudah di jadwalkan tp bs ga bs maksimal krn cuaca itu di ulang tp di lain hri,di sirkuit yg sm atau bahkan di lain sirkuit, tp msih di desember

  4. Terdengar dari suaranya memang sepertinya stasioner idle disetel pada RPM yang lebih tinggi dari mesin 1000cc sebelumnya, yang mungkin saja ditujukan untuk mengail torsi sedikit lebih banyak diputaran atas untuk mengkompensasi daya yang berkurang dari reduksi 150 cc. Namun begitu revving mesin tidak akan setinggi era 800cc (2007-2011) yang dapat mencapai +19.000 RPM karena saat ini ada pembatasan ukuran Bore maksimal 75 mm

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP