Sob! Per 1 Januari 2026 nanti, salah satu tim paling legendaris, Tech3, bakal resmi memulai era baru di bawah kepemilikan tokoh ikonik Formula 1, Günther Steiner. Tapi, bukan Steiner yang bakal pusing mengurus operasional harian, melainkan sosok Richard Coleman yang ditunjuk sebagai Team Manager baru. Dan jujur saja, pernyataan pertama Coleman ini benar-benar bikin mata terbuka. Nggak ada istilah “bulan madu”, yang ada cuma kerja keras!

Selama ini kita mengenal Tech3 sebagai tim satelit yang sangat solid di bawah asuhan Herve Poncharal. Namun, di tangan pemilik baru, Richard Coleman menegaskan bahwa Tech3 harus berevolusi.
Menurut Coleman, Tech3 saat ini adalah sebuah “tim balap yang hebat”, tapi secara bisnis—terutama di bidang Marketing, PR, dan Komunikasi—levelnya masih jauh di bawah standar industri modern seperti Formula 1.
“Tim ini harus bertransformasi dari sekadar tim balap menjadi sebuah perusahaan (business entity). Fungsi bisnis ini harus kita bangun dengan sangat cepat,” tegas Coleman.
Sebagai orang yang lama berkecimpung di F1, Coleman memberikan peringatan keras buat semua pihak di MotoGP. Dia bilang, masuknya Liberty Media sebagai pemilik baru MotoGP bukan berarti keajaiban bakal langsung datang begitu saja.
-
Nggak Ada “Peluru Ajaib”: Jangan harap MotoGP tiba-tiba meledak hanya karena Liberty Media datang.
-
Investasi vs Dividen: Pemilik lama (Bridgepoint/Dorna lama) mungkin lebih fokus pada dividen, tapi Liberty bakal lebih fokus pada investasi jangka panjang.
-
Proses 4 Tahun: Coleman mencontohkan di F1 butuh waktu 4 tahun sampai orang-orang sadar bahwa Liberty Media adalah pemilik yang bagus.
Banyak yang bertanya, apakah Tech3 bakal ekspansi ke kelas Moto2 biar punya jalur penjenjangan lengkap (Moto3 – Moto2 – MotoGP) seperti KTM Ajo? Jawaban Coleman cukup tegas untuk saat ini: Belum dulu.
“Daftar tugas saya sudah berlembar-lembar panjangnya. Menambahkan proyek Moto2 saat ini bukan langkah yang tepat, meski di masa depan pasti akan kami tinjau kembali,” ungkapnya.
Untuk musim 2026, Tech3 akan tetap fokus di:
-
MotoGP: Sebagai tim satelit utama KTM (Red Bull KTM Tech3).
-
Moto3: Membina talenta muda seperti Valentin Perrone dan rookie Rico Salmela.
Nah sekarang tmcblog mo coba bahas mengenai bagian yang paling pedas tapi masuk akal. Coleman menekankan bahwa tugas mempopulerkan MotoGP bukan cuma tugas Dorna atau Liberty Media sendirian.
“Semua tim harus bersikap seperti pemegang saham (shareholders) dan mengambil tanggung jawab. Butuh kerja keras dan tidak akan ada ‘hadiah’ cuma-cuma dari siapapun!”
Sepertinya masuknya Steiner dan Coleman ke Tech3 bakal membawa standar profesionalisme baru di MotoGP. Mereka ingin tim satelit nggak cuma nunggu kucuran dana sponsor, tapi punya daya tawar marketing yang tinggi secara mandiri.
Bagi Tech3, tahun 2026 bukan soal Revolusi Teknis (karena motor KTM RC16 sudah sangat kompetitif), melainkan Evolusi Bisnis. Silahkan dikunyah-kunyah infonya sob! Menurut sobat sekalian, apakah sentuhan “bisnis gaya F1” ini yang selama ini hilang dari tim-tim satelit di MotoGP?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog



Marketing hehehehe
Gaskan liberti
Image sbg suatu sport brand diangkat, apalagi nama Tech3 bukan tim kmrn sore. Libatkan content creator, sering update tema from zero to hero dan joget2 di sosmed, hospitality jg yg lbh merakyat dan dipenuhi merchandise.