testimoni jujur Rins mengenai alasan Yamaha tinggalkan mesin Inline-4

TMCBLOG.com – Selamat pagi, siang, dan malam, sobat sekalian. Salam dari Buitenzorg. Kabar mengejutkan nan krusial kembali berhembus dari paddock Yamaha terkait transisi teknis paling radikal dalam sejarah modern mereka di MotoGP. Alex Rins baru-baru ini memberikan testimoni jujur mengenai alasan di balik keputusan Yamaha meninggalkan mesin Inline-4 yang selama ini menjadi identitas mereka, untuk beralih ke konfigurasi V4.

Mari kita bedah apa saja poin-poin penting yang disampaikan Rins terkait kurswechsel atau perubahan arah haluan Yamaha ini.

1. Mesin Inline-4 Sudah Mencapai “Limit”

Menurut Alex Rins, alasan utama di balik langkah ini bukan karena Yamaha tidak bekerja keras, melainkan karena konsep mesin empat silinder segaris (Inline-4) pada M1 sudah mencapai batas akhir pengembangan.

“Yamaha sudah mencoba banyak hal untuk meningkatkan mesin ini. Namun, mungkin mereka hanya menabrak batas pengembangan. Mereka tidak bisa lagi mencapai peningkatan lebih lanjut,” ungkap Rins.

Secara teknis, meski Yamaha sudah melakukan berbagai penyempurnaan di sepanjang musim 2025, gap dengan pabrikan lain tetap sulit dipangkas secara konsisten. Fokus Yamaha pun akhirnya bergeser sepenuhnya ke proyek V4 bahkan sebelum musim berakhir di Valencia.

2. Rival yang Melompat Jauh (Aprilia & Honda)

Rins menyoroti betapa pesatnya kemajuan pabrikan lain. Yang paling mencolok adalah Aprilia, yang menurut pantauannya kini sudah mencapai level performa Ducati.

Tak hanya itu, Honda pun mulai menunjukkan taringnya di paruh kedua musim 2025 dengan hasil impresif dari duet Marini-Mir serta performa awal musim yang kuat dari Johann Zarco. Kondisi ini membuat Yamaha merasa “tertinggal di belakang” jika tetap bersikukuh dengan konsep lama.

3. Kesamaan Feedback dari Empat Pembalap

Salah satu poin positif yang dicatat Rins adalah kesamaan suara di internal Yamaha. Meskipun memiliki gaya balap yang berbeda-beda, empat pembalap Yamaha saat ini—Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Miguel Oliveira—mengeluhkan masalah yang sama.

Hal ini sangat membantu tim engineer di Iwata untuk menentukan arah pengembangan motor V4 yang baru. “Sangat membantu bahwa kami berempat, meskipun punya gaya balap berbeda, mengeluhkan hal yang sama. Kami bisa memberikan petunjuk jelas tentang apa yang harus mereka kerjakan,” tambah pembalap asal Spanyol tersebut.

Langkah Yamaha ini memang terlihat berisiko, namun secara strategis alternatif lain hampir tidak ada. Jika kita melihat data, kecepatan Fabio Quartararo sebenarnya sudah meningkat (seperti di Silverstone yang nyaris menang jika bukan karena masalah ride-height device), namun effort yang dikeluarkan untuk meraih hasil tersebut jauh lebih besar dibanding para pengguna V4.

Yamaha V4 sudah mulai diuji coba dan kabarnya menunjukkan tanda-tanda awal yang menjanjikan. Namun, brosis harus ingat bahwa membangun mesin baru dari nol membutuhkan waktu untuk mencapai reliabilitas dan performa puncak di lintasan balap sesungguhnya.

Bagaimana menurut brosis? Apakah keputusan Yamaha meninggalkan Inline-4 adalah langkah tepat untuk kembali ke papan atas, atau justru mereka akan butuh waktu “healing” yang lebih lama lagi? Silakan tuliskan pendapat brosis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat!

Taufik of BuitenZorg

19 COMMENTS

    • bagi fans Suzuki indo,
      katanya “kalo ada suzuki inline 4 pasti bisa ngasapin, karena cuman suzuki yang bisa kalahkan ducati, honda,ktm apalgi aprilia..
      karena mesin suzuki terkenal kencang”

  1. Cuma bisa berharap semua pabrikan kompetitif. Jadi yang menang ga itu itu lagi, ga duc duc lagi, banyak selap selip, banyak pertarungan di lintasan. Dah gini aja biar nontonnya tambah seru lagi.

    • Kalau yang dicari hanya soal top speed sebenarnya rekor top speed Yamaha selalu naik setiap tahunya :

      2025 : 361.2 km/h by Jack Miller
      2024 : 362.4 km/h by Fabio Quartararo
      2023 : 360.0 km/h by Fabio Quartararo
      2022 : 358.8 km/h by Darryn Binder
      2021 : 351.7 km/h by Valentino Rossi
      2019 : 350.8 km/h by Maverick Vinales

  2. Paling rins yg ttp awet stay.. bkn apa2 lbh krn umur, tp yamaha di untungkan dgn rider berbakat mrk yg msh perlu adaptasi & ujian real di race thn ini

  3. Sudah ku bilang, copot crossplane, ganti flatplane, crossplane ga cocok untuk balap yg perlu peak power tinggi di era saat ini, tpi kyaknya ini soal harga diri, dimana yamaha kyaknya gamau mengakui bahwa crossplane yg selama ini dibanggakan harus diganti jdi flatplane, lebih mending ganti V4, jadi gakeliatan bahwa yg salah crossplanenya, padahal udh banyak contoh, kyak corvette z8 yg versi balap pake flatplane, sedangkan versi biasanya flatplane

  4. Rins awal karir dari uzuke yg bermesin i4, lalu terpaksa pindah ke onde yg bermesin v4, di onde cuma setahun lalu pergi ke amahe yg bermesin i4, sekarang amahe juga ganti ke mesin v4

  5. Riset dengan trial error (belum ada literasi) yg dilakukan oleh pionir (dukati) tentu memakan waktu yg lama, sedangkan riset dengan adanya literasi tentu butuh waktu yg jauh lebih singkat. H, ktm dan april rata2 hanya butuh 2 tahun untuk mendapatkan kemajuan luar biasa sejak kedatangan orang2 dari pionir, sedangkan yamah di tahun 2026 akan masuk tahun ke 2. Jadi 2026 yamah akan menunjukkan perkembangan yg sangat besar dan 2027 mereka sudah bisa menyusul ketertinggalan dari rival.

  6. Harusnya tetap fokus di inline4 karena sebelumnya suzuki bisa juara walopun dgn mesin inline 4 tp performa bisa mengimbangi mesin V4, klo lompat beralih ke V4 kan otomatis dari nol memang yakin pabrikan lain yg sudah lebih dahulu pakai V4 gk akan berkembang dalam beberapa tahun kedepan klo mau mengimbangi berarti kan harus melakukan lompatan besar

    • Kita ga pernah tau kalo Suzuki ga pernah cabut apakah mereka bakal milih tetep pake GSX-RR atau malah balik pake GSV-R. Soalnya pas diakhir 2022 udah ada tanda-tanda mereka kesulitan juga buat ngejar Ducati.

    • fans suzuki ini paling keras kepala memang wkwkw

      Suzuki ngimbangin ducati itu berapa kali sih emang ?

  7. Sudah benar sih. Kalau gak sekarang kapan lagi. Mo 10 tahun lagi? Artinya 20 tahun lagi baru bisa menang. Start sekarang dan juara 10 tahun kemudian, atau bahkan lebih cepat.

  8. Ketolong quartararo sih,dia mati2an ngeluarin skill dan bakatnya buat nutupin kelemahan mesin inline,tapi tetap sj lemot

  9. Padahal rekor top speed Yamaha selalu naik setiap tahunya :

    2025 : 361.2 km/h by Jack Miller
    2024 : 362.4 km/h by Fabio Quartararo
    2023 : 360.0 km/h by Fabio Quartararo
    2022 : 358.8 km/h by Darryn Binder
    2021 : 351.7 km/h by Valentino Rossi
    2019 : 350.8 km/h by Maverick Vinales

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP