Blak-Blakan Paolo Pavesio MotoGP Yamaha: “Ganti Mesin Pesawat Saat Sedang Terbang

TMCBlog.com – Menjelang peluncuran resmi tim Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 yang akan dilaksanakan di Pondok Indah, Jakarta, 21 Januari nanti, ada kabar menarik dari balik dapur tim Iwata.

Bukannya menutup-nutupi hasil musim 2025 yang “babak belur” di atas kertas, sang bos baru, Paolo Pavesio (Team Principal & COO Yamaha Motor Racing), justru buka-bukaan mengenai kondisi tim. Ia mengibaratkan kondisi Yamaha saat ini seperti kurva berbentuk huruf “V”, di mana mereka baru saja melewati titik terendah dan sekarang sedang dalam fase mendaki. Cekidot evaluasi mendalamnya, Sob!

Statistik memang tidak bisa bohong. Di musim 2025, Yamaha finis di posisi terakhir klasemen konstruktor (selisih 38 poin dari Honda). Namun, Pavesio menegaskan bahwa di balik angka-angka tersebut, ada transformasi budaya dan teknis yang luar biasa besar sedang terjadi.

1. Memperbaiki “Speed”, Tapi Masih PR di “Consistency”

Masalah utama M1 di tahun 2024 adalah top speed dan kecepatan satu lap (flying lap). Kabar baiknya, Pavesio mengklaim masalah ini sudah teratasi di 2025. Terbukti dari catatan Fabio Quartararo yang berhasil meraih 5 Pole Position dan 10 kali start dari baris depan.

“Kami mencari kecepatan, dan kami menemukannya. Motor 2025 jauh lebih cepat dari 2023 dan 2024. Tapi, yang kurang sekarang adalah konsistensi performa. Kami oke di kualifikasi dan Sprint, tapi masih menderita di balapan panjang (Main Race),” ungkap Pavesio.

2. Momen Paradox di Silverstone

Ada satu momen unik yang disebut Pavesio sebagai momen terbaik sekaligus terpahit musim 2025: GP Silverstone. Saat itu, Fabio memimpin balapan dengan jarak 5 detik dan tampil sangat smooth, namun harus gagal finis (DNF) karena masalah teknis kecil.

Bagi Pavesio, Silverstone adalah bukti bahwa M1 bisa menang dan Fabio punya potensi juara, asalkan detail teknis tidak terabaikan. “Balap motor terkadang brutal, tapi itu mengonfirmasi bahwa tidak ada detail yang remeh,” tambahnya.

3. Proyek V4: Dari “Plan B” Menjadi Masa Depan

Ini yang paling ditunggu-tunggu, Sob! Yamaha ternyata menjalankan Double Effort alias kerja dua kali lipat sepanjang 2025. Sambil balapan pakai mesin Inline-4, mereka diam-diam menyiapkan mesin V4 sebagai “Plan B”.

Fabio Quartararo FRA
Monster Energy Yamaha MotoGPâ„¢ Team
Yamaha
MotoGP
Test Valencia (Circuit Valencia) 18.11.2025
photo: Michelin

Kabar terbarunya:

  • V4 adalah Masa Depan: Proyek ini bukan cuma buat 2026, tapi basis untuk regulasi baru 2027-2031.

  • Solusi Masalah Klasik: Tes awal menunjukkan mesin V4 ini menjawab penyakit kronis M1, yaitu Rear Grip saat akselerasi dan kemampuan pengereman yang lebih baik (pembalap bisa lebih banyak mengandalkan rem belakang).

  • Motor Baru Total: Pavesio menegaskan ini bukan cuma ganti mesin, tapi motor yang benar-benar baru.

4. “Ganti Mesin Pesawat Tanpa Mendarat”

Tantangan terbesar Yamaha saat ini, menurut Pavesio, adalah durasi pengerjaan. “Saya membayangkannya seperti mengganti mesin pesawat tanpa mendarat. Kami tetap balapan setiap akhir pekan, sambil di saat yang sama mengembangkan mesin V4 yang benar-benar baru,” jelasnya.

Apa yang dilakukan Yamaha saat ini memang luar biasa nekat tapi perlu. Takahiro Sumi juga mengakui bahwa menjalankan dua proyek paralel (Inline-4 dan V4) adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat menguras sumber daya.

Bagi Sobat fans berat Yamaha, 2026 ini sepertinya akan menjadi tahun transisi yang sangat krusial. M1 versi V4 diprediksi baru akan menunjukkan spesifikasi “Race Ready” pada tes Thailand nanti (Februari/Maret). Pavesio tidak menjanjikan kemenangan instan, tapi ia menjanjikan sebuah “titik awal yang solid” yang akan terus berkembang sepanjang musim.

Gimana Sob, apakah mesin V4 akan langsung membawa Fabio kembali ke podium teratas di 2026 nanti? Silahkan dikunyah-kunyah infonya…

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

12 COMMENTS

  1. Bisa bikin taro podium?
    Bisa…
    Asalkan taro mau sabar.
    Paling tidak paruh awal musim bakal masih berjuang untuk masuk top 10.
    Kuncinya sabar…tapi apakah taro bisa?

  2. Semangat kami fans di Indonesia tetap sabar menunggu, tidak ada yg instan dalam proyek pengembangan mesin, kami tahu sejarahmu dan kami yakin kalian bisa

  3. Saya ngga yakin. Musim pertama Yamaha pakai V4 sepertinya bakal lebih banyak ambil pelajaran daripada berebut podium

  4. kemungkinan bakal kaya suzuki pas awal2 comeback dg mesin baru, tahun pertama mesti sabar dan ambil hikmahnya di barisan tengah. tahun kedua baru dah bisa nyundul barisan depan.

    tapi entah ya dg sumberdaya jauh lebih banyak + jumlah motor dg spek sama sampe 4 apakah bakal ada keajaiban kaya waktu rossi awal pindah ke yamaha??

  5. Jika taro fokusin 5 besar masih bisa dapat. Berkaca rider yang dibawah dia masih banyak yang angin anginan.
    Tapi kalo nyari champion 2026 hanya marc yg tau

  6. Dia mengakui m1 i4 memang susahm tp ujungnya yg dijadikan patokan sama dia hasilnya Taro kan ?

    soksokan ngatain Taro kebanyakan protes wkwk. Taro gacor pun yg naik namamu omm om

  7. Kl lihat skill toprax sm Fabio sprtinya bs meraih podium.. Sdgkn rins adlh kuda hitam, dia bs tiba2 melesat tanpa diperhitungkan

  8. 2026 V4 jd Plan A, dan merekapun masih akan kerja 2 kali lipat, malah mungkin akan lebih berat.
    Pengembangan berjalan V4 dng 1000cc dan mengadopsi ke V4 850cc utk 2027. Apalagi dng tekanan publik global atau minimal se-Turki yg ingin melihat Toprak secepatnya berprestasi..

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP