Regulasi Baru FIM 2026: DILARANG Restart Motor di Run-off Area Setelah Crash MotoGP & WSBK

TMCBLOG.com – Masih ingat kejadian senggolan antara Pecco Bagnaia dan Marc Marquez di Portimão 2024 lalu? Saat itu, Pecco harus rela DNF karena motornya mati, sementara Marc Marquez masih bisa melakukan restart motornya di area gravel dan melanjutkan balapan meski akhirnya finis di luar poin. Nah, kejadian seperti itu dipastikan tidak akan bisa lagi kita lihat di masa depan.

Tanggal 9 Januari 2026 yang lalu FIM secara resmi telah merilis regulasi baru yang akan berlaku mulai musim 2026. Aturan ini mencakup semua balapan di bawah naungan FIM, termasuk MotoGP, WorldSBK, hingga Endurance (EWC). Inti dari aturan ini adalah: Dilarang keras menyalakan motor di area lintasan maupun run-off area (gravel/run-off aspal).

Detail Regulasi: Harus di Balik Pagar Pembatas!

Berdasarkan direktif resmi dari Grand Prix Commission dan SBK Commission, prosedurnya sekarang berubah total demi alasan keamanan. Berikut adalah poin-poin pentingnya:

  1. Motor Mati = Wajib Evakuasi: Jika motor mati setelah kecelakaan atau karena masalah teknis, marshal wajib segera membawa motor tersebut ke balik garis perlindungan pertama (first line of protection) atau pagar pembatas.

  2. Restart di Service Road: Proses menyalakan kembali mesin (restarting) hanya boleh dilakukan di service road (jalan akses di balik pagar) atau tempat yang dianggap aman dan terlindungi jika tidak ada service road.

  3. Bantuan Marshal: Marshal hanya diperbolehkan membantu menyalakan motor jika motor sudah berada di area aman (di balik pagar) tersebut.

  4. Perbaikan Mandiri: Jika motor butuh perbaikan kecil agar bisa jalan lagi, hanya pembalap yang boleh melakukannya di area service road tersebut dengan pengawasan/bantuan marshal.

Bagaimana Jika Mesin Masih Menyala?

Ada pengecualian, Sob. Jika setelah jatuh mesin motor masih dalam keadaan menyala, pembalap diperbolehkan langsung kembali ke lintasan. Namun, ada syaratnya:

“Marshal berhak menghentikan pembalap untuk kembali ke track jika mereka mendeteksi adanya kerusakan yang berisiko, seperti kebocoran cairan (oli/radiator) yang bisa membahayakan pembalap lain.”

Fitur Aturan Lama (Hingga 2025) Aturan Baru (Mulai 2026)
Lokasi Restart Di mana saja (Asal aman menurut marshal) Wajib di balik pagar (Service Road)
Bantuan Marshal Boleh mendorong di area gravel Hanya boleh membantu di balik pagar
Kondisi Motor Langsung gas jika mesin nyala/bisa nyala Harus dicek kebocoran cairan oleh marshal
Cakupan Seri Berbeda tiap kejuaraan Seragam (MotoGP, WSBK, Endurance)

Alasan Utama: Nyawa Marshal adalah Prioritas

FIM mengakui bahwa aturan ini mungkin akan menyulitkan pembalap karena memakan waktu lebih lama untuk kembali ke balapan (atau bahkan mustahil jika pagar pembatasnya jauh). Namun, alasan utamanya sangat krusial: Konsistensi, peningkatan keselamatan bagi marshal dan Pebalap, serta kejelasan dalam penanganan dan pemulihan motor.

Selama ini, saat marshal membantu pembalap melakukan restart di run-off area, mereka berada dalam posisi yang sangat rentan tertabrak pembalap lain yang mungkin mengalami kecelakaan di titik yang sama (sering disebut secondary accident). Dengan memaksa proses restart dilakukan di balik pagar, area run-off akan lebih bersih dari kerumunan manusia saat balapan masih berlangsung.

Langkah ini sepertinya diambil FIM untuk meminimalisir risiko fatal yang mengintai para “pahlawan tanpa tanda jasa” alias marshal di pinggir trek. Meski secara tontonan mungkin kita akan lebih sering melihat pembalap DNF karena sulitnya membawa motor ke balik pagar lalu masuk lagi ke trek, namun safety tetap nomor satu.

Bayangkan jika kejadian di Portimão tadi terjadi di 2026, Marc Marquez kemungkinan besar tidak akan bisa melanjutkan balapan karena harus mendorong motornya keluar pagar terlebih dahulu, yang secara waktu pasti sudah tertinggal sangat jauh.

Gimana menurut temen-temen sekalian? Apakah regulasi ini terlalu ketat, atau memang sudah seharusnya demi keamanan? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

19 COMMENTS

  1. Ini akan membuat para rider akan sebisa mungkin tidak terlepas dari motornya; tangan kiri mereka akan sebisa mungkin tetap memegang handelbar, menahan tuas kopling agar mesin tidak mati, apapun resiko yang mungkin akan dihadapi oleh pembalap.

    Marshall 1 – 0 Pembalap

    Atau mungkin insinyur akan mencari cara agar sepeda motornya tetap dapat menyala meski tuas dan fungsi kopling tetap wajib ada.

  2. artinya, crash yo wiss, legowo ae lebih masuk di akal secara waktu? dari pada capek capek makan waktu lagi?

  3. Dgn regulasi baru,Pabrikan bisa2 mengakali biar mesinnya ga bisa mati walaupun motor dalam keadaan abis jumpalitan fuel pump bakal terus ngesupply BBM
    Bisa bahaya kalo leaking atau terpercik ke yg lain

    • Padahal di imajinasi gw,di masa depan Marshal di tiap titik bakal dibekali alat starter Kruk as yg berbentuk kayak bor listrik,biar lebih cepat 😅
      Soalnya mesin sekarang kelihatan lebih susah di starter ulang kalo cuma modal didorong

  4. sedih ya melihat Marshal di Mandalika, lihat sepatunya, seperti murah atau KW.
    harusnya mereka diberikan sepatu safety yang sesuai standar.

  5. Jadi dengan aturan baru tersebut kalo pembalap mengalami crash lebih baik langsung cari warkop terdekat.

  6. Yah, aturan konyol, menurutku bakal banyak yang nentang, sih. Ini sama halnya kek aturan tekanan ban, yang harusnya pembalap kena diskualifikasi, tapi kenyataannya gak jadi dan kena hukuman minimal 8 detik atau 16 detik keknya. Kalo emang aturan ketat ya harusnya aturan tekanan ban ya diskualifikasi bukan malah kena tambahan waktu. Sama halnya kek ini, okelah alasan keselamatan, tapi dari gravel ke service road itu jauh banget, entah apa maksud aturan ini, tapi itu tadi jadi bikin insinyur mikir gimana caranya biar mesin motor gak mati, dan ini malah berisiko.

  7. Semoga banyak pabrikan yg menentang aturan ini. Mana ada nyalain motor aja mempertaruhkan keselamatan marshal

  8. Aturannya bikin balapan jadi lebih lebih boring. Dan bagi rider yg sering lepas motor saat jatuh jadi harus megangin gas/kopleng biar gak mati. Dan ini bisa bikin rider yg gak biasa bisa cidera kalo gak tau pertahanin motor biar gak mati.

  9. ini akan mengebiri pembalap dengan bakat lebih dan semangat juang yg juga lebih dari lainya.. intinya menghilanglan kelebihan seorang pembalap.. ancoorr… safety mmg utama tp kl efeknya jd semakin menyamaratakan skil pembalap ya wassalam

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP