TMCBLOG.com – Bro Sekalian, Selamat datang di pembahasan teknis yang paling dinanti! Jika pada artikel sebelumnya kita sudah bahas soal timesheet ShakeDown test hari pertama, kali ini kita akan masuk ke dalam “dapur” teknis dari pabrikan penguasa grid saat ini. Sepertinya memang Ducati Desmosedici GP26 yang dipamerkan di Madonna di Campiglio pekan lalu hanyalah sebuah “kamuflase”.
Hari ini di Sepang, melalui tangan dingin sang test rider Michele Pirro, Ducati akhirnya memamerkan senjata aerodinamika terbaru mereka untuk musim 2026. Dan jujur saja, perubahannya cukup radikal, seolah Gigi Dall’Igna ingin melakukan “revolusi kecil” sebelum regulasi berubah total di 2027. Yuk, kita bedah . ..
1. Winglet Utama: Dimensi Jumbo & Double Profile
Perubahan yang paling mencolok ada pada sayap utama (main winglet) di bagian depan. Jika sebelumnya Ducati cenderung bermain dengan profil yang kompak, kini ukurannya menjadi jauh lebih besar.
Menariknya, Ducati menerapkan konsep Double Profile pada bagian bawah winglet ini. Ada celah (blown winglet) di antara dua profil sayap yang miring ke bawah.
-
Analisis Teknis: Desain ini bertujuan untuk menambah downforce secara masif saat motor berada dalam posisi tegak lurus (pengereman) sekaligus mengelola turbulensi udara dari ban depan agar lebih efisien menuju radiator dan area samping motor.
2. Fairing Atas: Desain Kotak & Tirus (Capped Shape)
Bentuk front cowl atau fairing bagian atas juga berubah total. Sekarang bentuknya lebih persegi (square) dan cenderung tirus (conical).
-
Analisis Teknis: Perubahan ini kemungkinan besar untuk menyesuaikan aliran udara ke arah kepala pembalap dan meminimalkan koefisien hambatan (drag) pada kecepatan tinggi. Selain itu, lubang air-intake depan dibuat lebih horizontal dan pipih, indikasi adanya perubahan karakter aliran udara menuju airbox.
3. Kembalinya “Side Step” & Difusser Downwash-Duct yang Membesar
Di bagian samping bawah, Ducati kembali memunculkan desain “Side Step” (tangga samping) yang terhubung langsung dengan celah udara (slot side-pod). Desain ini sebenarnya sempat muncul di tes Valencia 2025 namun hilang saat peluncuran tim.
-
Novedad (Kebaruan): Profil celah udara ini sekarang ditarik memanjang hampir sampai ke ujung belakang fairing bawah. Seperti mencoba benar benar ingin memisahkan udara yang terperangkap Side Pod dari Area Ground effect !!
-
Difusser Downwash Duct Bawah: Ukuran difusser di bagian bawah (dekat area belly pan) terlihat jauh lebih besar dibandingkan versi GP25.
4. Ground Effect yang Semakin Agresif
Dengan memperpanjang profil celah udara dan memperbesar difusor, Ducati terlihat ingin memaksimalkan Ground Effect saat motor sedang miring (leaning).
-
Logikanya begini, bro: Saat motor miring, aliran udara di bawah fairing akan “terperangkap” dan menciptakan area tekanan rendah yang akan “menyedot” motor ke aspal. Dengan difusser yang lebih besar, tekanan rendah ini bisa dipertahankan lebih stabil, sehingga grip ban saat di tengah tikungan (mid-corner) akan lebih konsisten.
Meskipun banyak yang bilang 2026 hanya tahun transisi, Ducati lewat GP26 ini membuktikan bahwa mereka tidak mau santai. Mereka melakukan revolusi aerodinamika yang sangat berani. Pirro menghabiskan hari pertama untuk melakukan korelasi data antara simulasi komputer (CFD) dengan data asli di lintasan Sepang yang panas.
Pertanyaannya, apakah pabrikan lain seperti KTM dan Aprilia akan sanggup mengejar kecanggihan aero “kotak” milik Ducati ini? Kita lihat saja di hari-hari berikutnya! Kira-kira, dengan winglet sebesar itu, apakah motor akan tetap lincah saat ganti arah di S-nya Sepang? Silahkan tulis opini teknismu di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






Serasa sayap depan F1
Padahal cakep shape nya tuh kalo tanpa einglet
Semakin gahar
Fisik motor tambah nggilani, terlihat lebih pesek
Session finale, habis²an
Saya yakin, prototipe GP26 bukan model final. Mungkin Ducati sedang menguji Desmo bila diberi ground effect maksimal.
Urusan S sepang serahin ke Marqes73.
Ketoprak kabarnya udah tembus 1.58
Kasihan shock absorber cap ohlin nya… Ke pressure pas lintasan lurus
zaman dulu moge tuh kalau pose ban ny belok kelihatan cantik banget. montoks pula.
kangen zaman zwiing zwiing
Hmmm, yang saya lihat malah ini buat persiapan di 2027, karena kalo dilihat lebarnya Aero gak selebar di 2025, meskipun ukurannya lebih besar. Kayaknya Ducati mau menerapkan apa yang dilakukan Aprilia buat kalo bisa pake di 2026. Ini sebenarnya agak mirip sama yang dilakukan beberapa tim F1 ketika tahun 2018 soal perubahan aero di 2019 keknya, udah mulai ngetest aero yang bakal dipake di 2027 sedini mungkin. Ditambah pengetesan Ducati yang dibatasi jadi ya gak salah kalo Ducati mulai ngetest Aero baru untuk 2027. Sekali lagi mengingatkan, kalo di 2027 itu winglet lebarnya cuma berkurang 50 mm, secara gampangnya adalah di kiri 25 mm, di kanan 25 mm dan itu cuma sekitar 2,5 cm (kalo dilihat secara awam gak akan terlihat jelas), tapi kalo jeli emang bakal kelihatan bedanya, Cara ngelihat perbedaan secara gampang adalah tinggal bandingin lebar winglet sama lebar setang (550 mm itu lebih pendek dari lebar setang).