TMCBlog.com – Teman-teman sekalian, kabar mengejutkan sekaligus agak “ngilu” datang dari paddock Sirkuit Sepang pada hari kedua tes resmi kali ini. Jika biasanya suara raungan mesin V4 Yamaha menjadi latar belakang yang menggairahkan, kali ini garasi tim Yamaha justru menunjukkan pemandangan yang kontras: Serrande dei box abbassate—pintu garasi tertutup rapat!
Yamaha secara resmi memutuskan untuk menghentikan segala aktivitas tes pada hari kedua ini. Apa yang sebenarnya terjadi di dapur pacu Yamaha? .
“Kemarin sore, Fabio mengalami masalah teknis,” jelas Manager tim Pabrikan Yamaha, Maio Meregalli , “dan sekarang demi keselamatan semata, para insinyur ingin benar-benar memahami penyebab masalah ini sebelum memulai kembali pengujian. Kami tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan; kami masih berdiskusi dari sini hingga Jepang, tetapi mudah-mudahan mereka akan segera menemukan jawabannya. Kami tidak tahu alasannya, dan mereka benar-benar ingin tahu. “
Masalah Serius pada Jantung V4 Terbaru?
Informasi yang sempat diutarakan Maio Maregalli ini merupakan buntut dari insiden teknis yang dialami oleh Fabio Quartararo pada sesi sore hari pertama kemarin. Tidak mau ambil risiko, Yamaha memilih untuk melakukan tindakan pencegahan demi alasan keamanan dan reliabilitas.

Semua unit YZR-M1 bermesin V4 yang sedianya akan digeber hari ini harus “dikandangkan” sementara. Ini bukan masalah sepele. Keputusan menghentikan tes secara total saat semua mata tertuju pada pengembangan mesin V4 menunjukkan ada hal yang sangat krusial yang harus diinvestigasi di markas Iwata.
Worried faces at Yamaha. The Japanese manufacturer has decided to stop all track activity at the Sepang test until they figure out what isn’t working properly with the new V4 engine. Right now, Technical Director Max Bartolini and Kazuhiro Masuda are outside the garage. pic.twitter.com/O2bAs4c5U7
— Uri (@uri_puigdemont) February 4, 2026
Pembalap “Gigit Jari” di Paddock
Pemandangan di depan garasi Yamaha hari ini cukup ironis. Deretan pembalap penguji dan pembalap utama seperti:
-
Alex Rins
-
Jack Miller
-
Toprak Razgatlioglu
-
Augusto Fernandez
-
Andrea Dovizioso
Mereka semua terlihat hanya bisa bersedekap dada, tidak bisa turun ke lintasan. Padahal, kehadiran nama-nama besar seperti Miller dan Toprak di atas M1 adalah salah satu yang paling dinantikan oleh para fans MotoGP di seluruh dunia.

TMCBlog melihat situasi ini sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, kejujuran Yamaha untuk tidak menyembunyikan masalah dan memprioritaskan keselamatan pembalap patut diapresiasi. Mereka tidak mau memaksakan mesin yang berisiko jebol di lintasan yang bisa membahayakan nyawa pembalap.
Namun di sisi lain, ini adalah pukulan telak bagi proyek YZR-M1 V4. Secara branding dan citra, ini bisa dibilang titik terendah Yamaha sejak insiden permintaan maaf publik di Spielberg 2018. Menghentikan tes di saat rival-rival lain terus melaju kencang mencari data tentu bukan skenario yang diinginkan oleh Paolo Pavesio sebagai pengganti Lin Jarvis ( Direktur saat ‘kejadian spielberg’ ) dan seluruh anggota tim.
Penyelamat: Status Konsesi D
Apakah ini akhir dari segalanya? Belum tentu. Beruntungnya, Yamaha saat ini berada dalam Grup Konsesi D. Keuntungan dari regulasi ini adalah:
-
Mereka memiliki kebebasan untuk melakukan tes privat kapan saja.
-
Hari tes yang hilang di Sepang ini secara teknis bisa “dibayar” di waktu dan tempat lain sesuai keinginan mereka.
-
Pengembangan mesin tidak terkunci seketat pabrikan papan atas (Grup Kelas Konsesi A, B dan C).
Ada kemungkinan besar rombongan Yamaha akan segera mengemasi barang dan mengakhiri kunjungan di Sepang lebih awal untuk membawa mesin tersebut kembali ke Jepang guna investigasi mendalam.

Langkah Yamaha memang pahit, tapi langkah “berhenti untuk berlari lebih kencang” adalah opsi paling logis daripada memaksakan mesin yang belum matang secara reliabilitas. Kita tunggu saja, apakah investigasi ini akan melahirkan solusi instan atau justru memaksa Yamaha merombak ulang beberapa komponen pada mesin V4 barunya.
Taufik of BuitenZorg |@tmcblog


Duh duh pertanda apa ini
“Mesin cekek” Akibat pelit n cekek engine & kepedean selama free test kemaren😂😂😂 giliran di push 80% pada panik😂😂😂YAMAHA… YAMAHA… MAKAN TU 10UNIT V4
iya bg, kami tau kalau abang yg buat mesin pasti gak ada kendala & 100% kencang.
Siapa temans ini??? 🫤
Padahal dilain sisi kubu jepang lain lewat mir bisa jadi yg tercepat dan pertama kali nembus laptime 1.56
Ironis
Yeeekaan M1 V4 mesin fresh masih bayii, baru debut tahun ini… iya kali lu samakan dgn mesin RCV yg uda mateng..
Demi El Diablo semua dilakukan oleh Yamaha, bahkan cenderung dipaksakan walaupun sebenarnya belum matang tuh motor,
Ini kaya bahasa fbh zaman vixion dulu
“Mesin vixion dohc yamaha meledug di pabrik pas lagi dites”
😂😂😂
bisa jadi gorengan yang gak pernah dingin…anget terus :))
Lin jarvis dh rabun kali ya kok msh nimbrung aja
Aduhai, artikelnya menarik walaupun sangat kental sekali dengan sentuhan AI.
😀
Sejati nya itu adalah Unit yang benar-benar Fresh baru diuji di Valencia tahun 2025.
Kalau tidak ada trouble saya malah heran.
Efek CikiTaro memang msh sangat kuat di garasi Yamaha. Ace rider crash 2x, cidera patah jari,+mesin berasap… Langsung di Stop semua sesi test sepang dan langsung packing.
Ntah lah klo Rins, Miller, 7oprak, atau test rider yg cidera sperti Taro, apakah langsung di stop kek gini juga?
Justru Ace rider terbukti mampu jadi yang tercepat, berarti dia membuktikan bahwa tu mesin memang durability nya masih meragukan, emangnya mau tragedi vinales lompat dari motor, padahal posisi top speed di straight
Yaiyaa, semua ini kan karena Taro. Ketika riders Yamaha lainnya (Millers & Rins) muja-muji dan sdh merasa puas dgn motor V4 baru (berbau penjilat biar kontrak aman).
Tapi Taro tidak, dia ngepush limit M1 V4 sampai ke batasnya, akhirnya crash 2x.. mesin sampe ngebul, Taro cidera patah jari… Langsung di Stop semua sesi test. Apa coba klo bukan karena efek CikiTaro.
di saat ingin memepertahanan FQ, tapi sinyal alam berkata lain. makin jauhlah harapan terus bersama.
dulu jaman masih ada VR di YMH, inginnya ganti ke mesin V, tapi para petinggi selalu bilang : “masih banyak ruang di mesin inline”. Sekarang udah telat, jangan nunggu keajaiban !
balikin aja mesin i4 jika ada waktunya
Heran kenapa Yamaha MotoGP penyakitnya di durability mesin Mulu,
dijalan matic ngebul kebanyakan yimihi, gk tau ya apa krn gk dirawat
masalahnya investigasi masalah pada mesin itu tidak mudah alias perlu waktu di tambah lagi waktu uji coba ini semakin mepet …gampang di ucap tapi aktualnya itu ribets , itu baru 1 hal belum lagi solusi mengejar ketinggalan lebih ruwet lagi
Balik aja ke inline.. jangan2 inline lebih cocok buat 850cc wkwkwk
🚨 Big Yamaha news: No bikes on track currently because of safety concerns with the new V4.
Quartararo suffered a major technical issue late yesterday when he returned to the track following his crash, and Yamaha bosses have stopped all running until they find an answer.
Genuine possibility that it could be test over if they can’t find a solution.
Japanese bosses are deep in discussions at this moment.
Overheating issues with the new engine a possible reason.
After losing Fabio to injury yesterday, the nightmare start to 2026 continues.
Meanwhile, Pecco mungkin sedang mengamati “calon” timnya di masa depan 😀
Balik i4 aja mah kalau ribet.