Yamaha Gear 125 Dipakai Touring Gorontalo – Manado, Cuma 2 Kali Isi Bensin Masih Sisa Pula! Kok Bisa?

TMCBlog.com – Halo sobat sekalian, apa kabar? Kali ini kita akan bahas sesuatu yang menarik soal pembuktian performa motor entry level di jalur lintas provinsi. Kalau biasanya kita melihat Yamaha Gear 125 sebagai skutik “Multiguna” untuk komuter perkotaan, kali ini ada cerita berbeda dari seorang traveller perempuan bernama Nikhen Mokoginta (@nikhenmoko).

Nggak tanggung-tanggung, Nikhen membawa Yamaha Gear miliknya (tipe Ultima) menempuh rute Gorontalo menuju Manado, hingga menyeberang ke Pulau Sangihe. Total perjalanannya mencapai 566 km. Yang bikin kepo, bagaimana konsumsi bahan bakarnya untuk jarak sejauh itu? Mari kita bedah ceritanya.

Dari X-Ride ke Gear 125: Kepercayaan pada Brand

Nikhen sebenarnya bukan orang baru di dunia roda dua. Sebelumnya, ia sudah khatam menjelajah Sulawesi menggunakan Yamaha X-Ride. Pengalaman positif itulah yang membuatnya kembali memilih produk Yamaha, yakni Gear Ultima, sebagai partner eksplorasi terbarunya.

Menurutnya, motor ini nggak cuma soal tampang, tapi soal fungsionalitas. “Sebagai traveller, saya butuh motor yang bisa diandalkan dan tanpa ribet. Yamaha Gear menurut saya benar-benar memenuhi itu,” ungkapnya.

Efisiensi Mesin Blue Core: 400 Km Hanya 2 Kali Mampir SPBU

Nah, ini bagian yang paling krusial buat para touring-ers. Dalam perjalanan rute Gorontalo – Manado yang jaraknya hampir mencapai 400 km, Nikhen mencatatkan impresi yang cukup mengejutkan.

Dengan dukungan teknologi Blue Core, pengisian bahan bakar hanya dilakukan dua kali sepanjang rute tersebut. Hebatnya lagi, saat motor menyentuh aspal Manado, indikator bensin masih tersisa!

Bahkan saat lanjut eksplorasi selama dua hari di Pulau Sangihe, Nikhen mengaku cukup satu kali isi bensin untuk mobilitas penuh di sana. “Jujur, yang paling berkesan adalah bensinnya yang irit. Di saat teman-teman lain sibuk bolak-balik isi bensin, saya cuma duduk santai,” seloroh Nikhen.

Akomodasi & Ergonomi: Bagasi 18,6 Liter Jadi Penyelamat

Selain mesin, TMCBlog melihat sisi kepraktisan Gear 125 ini memang jempolan di kelasnya. Nikhen menyoroti kapasitas bagasi 18,6 liter yang menurutnya sangat fungsional.

  • Ruang Simpan: Bisa menampung perlengkapan perjalanan hingga oleh-oleh mendadak (ia menyebutnya sebagai escape room untuk barang tak terduga).

  • Ergonomi: Jok yang lebar dan dek depan luas bikin kaki nggak cepat pegal, meskipun menempuh ratusan kilometer.

  • Fitur Pendukung: Adanya power socket untuk mengisi daya gadget sangat membantu traveller tetap connected di perjalanan.

Standar Tanpa Modifikasi

Yang menarik dari testimoni Nikhen adalah ia melakukan perjalanan jauh ini dengan kondisi motor yang fully standard. “Semuanya asli seperti saat saya beli dari dealer. Motor ini sudah optimal tanpa perlu modifikasi tambahan,” jelasnya. Ini membuktikan bahwa engineering dari pabrikan sudah cukup mumpuni untuk melibas rute antar kota.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Rifki Maulana, Manager Public Relations PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), bahwa Gear 125 memang dihadirkan sebagai solusi mobilitas serbaguna yang praktis tanpa kompromi, baik untuk harian maupun perjalanan jarak jauh.

Basedon Yamaha Indonesia Info –

5 COMMENTS

  1. GEAR baru ini secara desain dan fitur sudah jauh lebih baik dari pendahulunya cuma sayang malah pakai ban ring kecil, bbrp kali ngikuti dr belakang memang jadi “ambles” aplg saat boncengan, pas jejer Beat misal tinggi jok kliatan lumayan jauh selisihnya, coba tetep pakai ring 14 dan ganti model peleknya pasti tambah cakep nih GEAR

  2. Dulu waktu jaman masih rantau pernah nyoba PP gorontalo – Manado sama isi bensin 2X jg posisi bonceng istri pakai vario 125
    Skrng udah balik lg ke bandung

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP