STATISTIK MotoGP Thailand 2026: Aprilia Kuasai Top 5, Rekor Podium 88 Seri Ducati Resmi Terhenti!

TMCBlog.com – Gelaran seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, baru saja usai dan meninggalkan catatan sejarah yang luar biasa tebal. Bukan hanya soal balapannya yang seru, tapi statistik Round-Up pasca race menunjukkan pergeseran peta kekuatan yang sangat signifikan di kelas para raja ini. Mari kita bedah data statistiknya yang tmcblog peroleh resmi dari MotoGP satu per satu, karena angka-angka ini tidak bisa berbohong soal apa yang terjadi di lintasan.

1. Ledakan Aprilia: Rekor Sejarah Baru Noale!

Jika ada satu kata untuk menggambarkan Aprilia di Thailand, kata itu adalah Dominasi. Pabrikan asal Noale ini benar-benar tampil “ngeri” dengan catatan-catatan sebagai berikut:

  • Marco Bezzecchi Berpesta: Bez meraih kemenangan MotoGP GP keempatnya sejak bergabung dengan Aprilia tahun lalu. Secara total, ini adalah kemenangan ketujuh bagi Bez di kelas utama.

  • Hattrick Pertama: Bezzecchi mencatatkan kemenangan tiga kali berturut-turut untuk pertama kalinya, sekaligus menjadi pembalap Aprilia pertama dalam sejarah yang mampu melakukan hal tersebut. Kini ia memimpin klasemen Kejuaraan Dunia.

  • Empat Motor di Top 5: Untuk pertama kalinya, Aprilia menempatkan empat pembalapnya di posisi lima besar. Selain Bezzecchi (P1) dan Raul Fernandez (P3), ada Jorge Martin di posisi keempat dan Ai Ogura di posisi kelima.

  • Rekor Kemenangan Pabrikan: Aprilia secara tim juga mencatatkan rekor kemenangan Grand Prix tiga kali berturut-turut untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

2. Runtuhnya Dinasti Podium Ducati

Sobat sekalian, ini adalah bagian yang paling mengejutkan. Setelah bertahun-tahun mendominasi, “tembok raksasa” Ducati akhirnya jebol di Buriram:

  • Putusnya Rekor 88 Race: Fabio Di Giannantonio finis sebagai pembalap Ducati terbaik di posisi ke-6 (P6). Hasil ini mengakhiri rekor luar biasa Ducati yang selalu menempatkan minimal satu pembalap di podium selama 88 balapan MotoGP berturut-turut sejak Aragon 2021.

  • Terlempar dari Top 5: Ini adalah kali pertama sejak European GP 2020 (saat Jack Miller finis ke-6) tidak ada satu pun motor Desmosedici yang masuk dalam jajaran lima besar.

3. Konsistensi Pedro Acosta & Raul Fernandez

Di sisi lain, persaingan individu juga menyisakan catatan menarik:

  •  Pedro Acosta (P2): The Shark mengamankan podium MotoGP ke-11 bagi dirinya. Uniknya, Acosta kini hanya berjarak satu podium lagi dari rekor Colin Edwards sebagai pembalap dengan podium terbanyak (12) tanpa pernah memenangkan satu pun balapan GP di kelas utama.

  • Raul Fernandez (P3): Setelah kemenangan di Australia dan P2 di Valencia musim lalu, Raul akhirnya mencatatkan sejarah pribadi dengan meraih podium MotoGP secara back-to-back (berurutan) untuk pertama kalinya.

4. Antusiasme Luar Biasa di Buriram

Terakhir, faktor penonton juga menjadi sorotan utama. Tercatat sebanyak 228.228 fans memadati Sirkuit Buriram sepanjang akhir pekan pembukaan musim ini. Angka ini mencatatkan rekor kehadiran penonton baru untuk sirkuit tersebut, membuktikan betapa haus dan antusiasnya publik Asia terhadap MotoGP.

Kesimpulannya? Strategi Aprilia di awal 2026 ini benar-benar matang, sementara Ducati tampak sedang menghadapi tantangan teknis atau adaptasi yang membuat mereka kehilangan ritme podiumnya. Apakah ini tanda bahwa peta kekuatan MotoGP sudah benar-benar berpindah tangan? Silahkan dikunyah-kunyah dulu datanya Sobat sekalian . . .

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

8 COMMENTS

    • Ingat, Ducati adalah pabrikan dengan konsesi A, secara teknis, motor mereka tidak berubah sejak 2024. Berbeda dengan Aprilia, KTM, dan Honda yang berada di konsesi C, dimana ruang gerak mereka dalam pengembangan motor lebih bebas.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP