Nicolas Goyon Nilai Raihan KTM Tech3 di MotoGP Thailand 2026 buktikan bahwa Faktor Manusia Masih dominan !

TMCBLOG.com – Secara umum, walaupun KTM meninggalkan Thailand dengan senyum mengembang karena Pedro Acosta sukses memimpin Klasemen Pebalap sementara, namun senyum tersebut sejatinya adalah sebuah Bittersweet. Yap, karena secara hasil, performa KTM bisa dibilang cukup jomplang antara raihan poin Acosta dengan pebalap KTM lainnya. . . Khususnya duo pebalap KTM Tech3, Maverick Vinales dan Enea Bastianini, yang kini memiliki Team Principal sekaliber Günther Steiner.

Satu melesat di depan, namun yang lain tertahan di belakang. . . Kenapa bisa begitu?

Faktor Pebalap: 70% Rider, 30% Motor?

Team Manager Tech3 KTM, Nicolas Goyon, berbicara blak-blakan via SPEEDWEEK.com: “Segera setelah balapan pada hari Minggu, saya benar-benar marah dan geram. Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya ketika Anda tidak memiliki penjelasan untuk apa yang baru saja terjadi. Saya bahkan tidak bisa menjelaskan kepada Günther Steiner mengapa motor yang sama berada di depan satu kali dan di belakang di lain waktu.”

Goyon menambahkan bahwa di MotoGP, pebalap adalah faktor penentu utama. Ia memperkirakan rasio keberhasilan adalah 70 persen bergantung pada pebalap dan 30 persen pada motor. Hal ini sangat kontras dengan Formula 1, di mana rasionya bisa berbalik. Di MotoGP, seorang pebalap hebat bisa memaksakan hasil maksimal bahkan dengan motor yang secara teknis sedang tidak dalam kondisi terbaik untuk menang.

Teka-teki Performa Maverick Vinales

Goyon membeberkan alasan di balik kegeramannya terhadap performa motor yang identik dengan tim pabrikan namun berbeda hasil:

  • Persiapan Matang: Maverick sebenarnya menjalani tes Sepang dengan sangat baik dan memiliki persiapan musim dingin yang kuat.

  • Kendala Buriram: Masalah mulai muncul segera setelah tiba di Thailand dan terus memburuk sepanjang akhir pekan balapan.

  • Masalah Kepercayaan Diri: Tim sudah melakukan segalanya untuk memberikan set-up yang diinginkan, namun Vinales belum berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dirinya di atas RC16.

Situasi ini sangat krusial karena MotoGP sedang masuk fase “Silly Season” untuk kontrak 2027. Jika Vinales terus gagal meraih poin, posisi tawar pemenang 10 kali seri MotoGP ini bisa terancam di pasar pebalap mendatang.

Progress Enea Bastianini yang Stagnan?

Situasi di sisi garasi nomor 23 juga tidak jauh berbeda. Nicolas Goyon mengomentari penampilan Enea Bastianini yang sebenarnya melakukan comeback luar biasa dari posisi ke-20 ke posisi ke-12. Namun, ada pola yang mengkhawatirkan:

“Enea belum lupa cara balapan. Tapi masalah di FP1 masih sama seperti tahun lalu. Sangat sulit untuk melihat adanya peningkatan yang signifikan,” ujar Goyon. Meski begitu, tim tetap mencoba positif karena di Sepang lalu, Enea sempat membuat tim terkesan dengan pace dan sikapnya.

Kini, fokus Tech3 adalah melakukan evaluasi total agar bisa tampil lebih kompetitif di seri Brasil mendatang. Apakah duo Tech3 bisa mengejar level konsistensi Acosta? Kita pantau bersama sob. . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

12 COMMENTS

  1. udah lah direwangi nyumbang duit buat katemi
    udah lah bela belain sewa hohe hoheho

    hasilnya malah turing sama ketoprak

    time will tell lagh

    • Bukan salah Hohe Hoheho sebenarnya salah Vina sendiri ninggalin Singa demi jadi banteng merah gak taunya cuma jadi bebek nyebrang jalan🤣

  2. Gambar terakhir sangat wow syekali
    Ketoprak dgn motor jeleknya bisa ngasapi enea ktm, morbi say relax ducati sm rins yamahmud yg dh lama makan asam garam motogp
    Wajar geram, bisa smpe segitunya

  3. emang dah habis masanya maverick, peaknya di sizuki sama yahaha beliau bermasalah sama mentalnya. sekarang keknya masih sih. ya intinya beliau gabisa maksimalin potensinya aja

  4. ambisi joerdoen MV jang ngga pernah terlaksana, sepertinja jang memboeat beliaoe haroes sewa hohe meboeat dia makin stress berat, akibatnja tertekan dalam balapan

  5. Maverick itu pembalap paling aneh so far, cepat sih iya namun konsistensi ga punya, dulu pernah bandingin diri sendiri dengan Marc yang katanya selevel pas masih usia dini dan kompetisi sama dia, terus habis itu ganti nomor dari 25 ke 12 katanya nomor itu lah dia sering menang waktu masih kecil juga … Sekarang udah senior masih ada kelakuan aneh dari mainin throttle di Yamaha sampai dipecat kemudian sekarang nyewa Lorenzo sebagai mentor yang bahkan sama Mateo diketawain.

  6. Pinales uda dibantu paduka jorge kok masih blm ada hasil. Ngejar podium kek minimal. Tapi ya kan ini masih 1 race pertama, smoga do race trakhir doi bs podium hohoho go go maverick!?!

  7. Lumayan buat penggembira. Selesai balap, ngopi dan nyebat sama toprak di belakang garasi.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP