Walau Agak ‘ Kecolongan ‘ Maverick Vinales akui Tak Menyesal Tinggalkan Aprilia demi KTM

TMCBLOG.com – Dunia MotoGP kembali diguncang oleh pernyataan blak-blakan dari Maverick Vinales. “Top Gun,” yang musim 2025 ini memutuskan hijrah ke kubu Red Bull KTM Tech3, akhirnya buka suara soal keputusannya meninggalkan RS-GP yang sedang on-fire. Meski banyak pihak yang menyayangkan kepindahannya—terutama melihat performa Marco Bezzecchi yang justru gacor menggantikannya di Aprilia—Vinales menegaskan satu hal: Zero Regrets!

Keputusan di Luar Nalar?

Seperti yang kita tahu, Vinales mencetak sejarah sebagai pembalap pertama di era MotoGP modern yang menang dengan tiga pabrikan berbeda (Suzuki, Yamaha, dan Aprilia). Logikanya, setelah Aleix Espargaro pensiun, Vinales adalah “The Chosen One” untuk memimpin proyek Aprilia bersama Jorge Martin.

Namun, Maverick justru memilih jalur berbeda dengan menyeberang ke KTM. Di saat yang sama, Bezzecchi yang mengisi kursinya di Aprilia tampil luar biasa musim lalu dengan koleksi tiga kemenangan Grand Prix dan tiga kemenangan Sprint, mengunci posisi ketiga di klasemen akhir. Kontras dengan Vinales yang masih berjuang menjinakkan RC16 di tengah badai cedera bahu dan fluktuasi teknis di KTM.

Belajar dari Masa Lalu: Yamaha vs Aprilia

Menariknya, Vinales sempat membandingkan fase ini dengan momen dramatisnya saat meninggalkan Yamaha di pertengahan 2021.

“Saat meninggalkan Yamaha, jujur saya sempat menyesal. Ada nilai kontrak yang sangat besar di sana. Tapi secara sportif, itu keputusan tepat. Saya pindah ke Aprilia yang terus berkembang, dan terbukti di 2023-2024 saya jauh lebih cepat dengan Aprilia dibanding jika saya bertahan di Yamaha,” ungkap Vinales kepada GPone.

Untuk kepindahannya dari Aprilia ke KTM kali ini, ia merasa ceritanya berbeda. Baginya, ini adalah babak baru yang memang sudah saatnya dijalani, tanpa ada rasa mengganjal terhadap pabrikan Noale tersebut.

Faktor Fabiano Sterlacchini: Plot Twist yang Tak Terduga

Ada satu variabel yang membuat perpindahan ini terasa “apes” bagi sebagian pengamat: Fabiano Sterlacchini.

Saat Vinales menandatangani kontrak dengan KTM, salah satu daya tariknya adalah keberadaan Sterlacchini sebagai direktur teknis. Namun, tak lama kemudian, terjadi pergeseran kursi panas di mana Romano Albesiano pindah ke Honda, dan Sterlacchini justru “pulang” ke Aprilia.

Vinales mengaku merasa kecolongan alias blindsided.

“Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa dia (Sterlacchini) akan pergi. Kami membuat keputusan lebih awal tanpa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. KTM pun tidak bicara apa-apa soal itu,” akunya.

Meskipun merasa ada informasi yang tertutup, Vinales tetap teguh pada pendiriannya bahwa mencari tim baru adalah bagian dari pencarian tantangan.

Tantangan Berat di Depan Mata

Musim 2026 ini dimulai dengan cukup berat bagi Maverick. Setelah gagal mendulang poin di seri pembuka di Buriram, Thailand, tekanan mulai terasa. Publik mulai membandingkan hasil P4 terbaiknya di KTM dengan kemenangan-kemenangan yang diraih rivalnya di atas motor yang ia tinggalkan.

Namun, karakter Vinales memang unik. Ia adalah pembalap yang sangat mengandalkan feeling dan atmosfer tim. Jika ia sudah merasa nyaman, kecepatan kilatnya bisa kembali kapan saja.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

14 COMMENTS

  1. Ninggalin Suzuki mir jurdun, ninggalin April bezzexhi moncer….seng sabar, telateni wae…

  2. Kalau di ktm gagal maning, mungkin sudah waktunya pindah ke wsbk. Siapa tahu di sana malah bisa jurdun berkali-kali.

  3. Ninggalin Suzuki, Suzuki Jurdun, Ninggalin Yamaha, yamaha jurdun, ninggalin Aprilia.. apakah ini tandanya😂😂

    • Soal ninggalin Suzuki itu sih menurutku yang kerasa, kalo ninggalin yamaha ya waktu itu emang udah gak akur, toh ninggalin yamaha itu keputusan tepat menurutku. Tapi ninggalin Aprilia ini yang aneh emang, Motor udah jadi, malah pergi, meskipun ya agak2 mirip di saat pindah ke Yamaha, karena Aleix juga pergi waktu itu. Yang jelas Suzuki jadi hilang, dan Yamaha jadi bapuk. Gak sepenuhnya salah Vinales, meski ninggalin Aprilia ini yang salah, sih.

  4. ini dia nih pebalap yg kata jack miller punya HR ular, yg lain pas balapan HRnya pada 160an+ dia cuma 130an, elu lg balapan atau lagi jogging nih les? kalau gagal jg di KTM mending jd pelari marathon aja, keknya bakal cocok. daripa nyesal mulu

  5. Yaelah. Ngarep apa juga. Tuh pol espargaro jg sdh nyaman di ktm malah nuruti ego nrima repsol honda buktinya? Nyungsep. Dan nangiss balikan lg ke satelit ktm.

    Bs2 kejadian sm ke elo mas maverick. Uda bnr di aprilia kok. Eh kl g gitu bezezchi gak bakal nemu jalannya yak? Xixixi roda nasib

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP