Ada kabar panas nan menarik dari lantai bursa silly season MotoGP, tapi kali ini bukan soal perpindahan pembalap, melainkan soal loyalitas tim satelit. Fokus kita tertuju pada VR46 Racing Team. Tim milik legenda hidup Valentino Rossi ini santer dikabarkan sudah sangat dekat untuk “mengikat janji” kembali dengan Ducati untuk jangka panjang, bahkan menyeberang hingga era baru MotoGP 850 cc di tahun 2027 nanti.
Hubungan “Harmonis” yang Sulit Dilepaskan
Sejak naik kelas ke MotoGP secara penuh pada 2022, VR46 Racing Team memang nggak bisa dipisahkan dari Desmosedici. Timing mereka masuk ke kelas para raja sangat pas, yakni saat Gigi Dall’Igna sedang berada di puncak kreativitasnya dalam meramu teknologi motor Bologna.
Hasilnya? Nggak main-main. Di tahun kedua saja, mereka sudah bisa mengantarkan Marco Bezzecchi duduk di peringkat ke-3 klasemen akhir MotoGP 2023. Meskipun tahun lalu Fabio Di Giannantonio yang mendapatkan motor spek pabrikan (GP25) sempat terseok di awal, loyalitas tim besutan Uccio Salucci ini kepada Ducati tampaknya belum tergoyahkan.
Uccio Salucci: “Bulan Depan Mungkin Pengumumannya”
Direktur Tim VR46, Alessio “Uccio” Salucci, dalam wawancara terbaru memberikan sinyal yang sangat terang benderang. Meskipun ada godaan dari pabrikan lain—salah satunya Aprilia yang dipimpin Massimo Rivola—Uccio menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap Ducati.
“Kami hanya sedang membicarakan detail kecil dan sudah sangat dekat dengan tanda tangan. Saya rasa, pengumuman resminya bisa dilakukan bulan depan,” ujar Uccio.
Menariknya, Uccio juga mementahkan rumor kepindahan ke Aprilia. Meski mengakui ada pembicaraan karena kedekatannya dengan Rivola, VR46 merasa “terlanjur nyaman” dengan dukungan teknis dari Ducati yang sudah melibatkan mereka dalam pengembangan motor secara langsung.
Menatap Era 850 cc Tahun 2027
Kenapa berita ini penting? Karena tahun 2027 adalah titik nol baru bagi MotoGP. Kita akan beralih dari mesin 1.000 cc ke 850 cc, dengan aturan aerodinamika yang lebih dikebiri dan penghapusan perangkat ride-height.
Bagi tim satelit seperti VR46, menghadapi perubahan regulasi besar-besaran membutuhkan stabilitas. Memulai era baru dengan motor yang sudah sangat mereka pahami karakternya (Ducati) jauh lebih masuk akal daripada harus berjudi dengan pabrikan lain di saat semuanya sedang meriset mesin dari nol.
Kenapa Belum Tanda Tangan Sekarang?
Sobat mungkin bertanya, kalau sudah setuju, kenapa nggak langsung deal? Ternyata ada urusan birokrasi di level atas.
-
Kontrak Produsen vs Dorna/Liberty Media: Ducati sendiri secara formal belum menandatangani kontrak partisipasi baru dengan pemegang hak komersial MotoGP untuk periode 2027-2031.
-
Struktur Baru: Seiring masuknya Liberty Media (yang membentuk MotoGP Sport Entertainment), semua dokumen kontrak antara pabrikan dan penyelenggara sedang difinalisasi ulang.
-
Efek Domino: Begitu Ducati mengetok palu kontrak mereka dengan Dorna/Liberty, barulah kontrak tim satelit seperti VR46 akan menyusul secara otomatis.
Langkah VR46 untuk tetap bersama Ducati adalah langkah yang paling logis dan aman. Ducati saat ini adalah motor paling kompetitif di grid. Dengan Fabio Di Giannantonio yang tetap menggunakan spek pabrikan (GP26) di musim depan (2026), VR46 ingin memastikan bahwa saat transisi ke 850 cc terjadi di 2027, mereka tetap menjadi “prioritas” bagi Ducati setelah tim pabrikan Lenovo.
Satu hal yang pasti: VR46 ingin status sebagai “Semi-Factory Team” yang kuat, bukan sekadar pelanggan motor tahun lalu. Dan melihat performa mereka, Ducati tentu nggak mau kehilangan talenta dan data berharga dari tim ini.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




Mantaafff
cari aman ye. Daripada daripada. Ya masak ke motor spek setengah2
Salam YnF comunity
Padahal aprilia lagi gacor
Uci Sanusi
bjir
Sekarang tinggal pilotnya Wak.. muehehehe..