Ban Michelin Dengan Carcass Sekaku Ban Mandalika/Buriram Untuk MotoGP Brazil 2026

TMCBLOG.com – Selamat pagi sobat sekalian, menyusul seri pembuka di Thailand, akhir pekan ini MotoGP 2026 akan bergeser ke Amerika Selatan untuk putaran kedua di Autódromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna, Brazil.

Sebagai sirkuit yang baru kembali ke kalender setelah modernisasi besar-besaran dan pengaspalan ulang total, Goiânia menghadirkan tantangan besar bagi Michelin. Tanpa data tes pra-musim di lokasi ini, Michelin harus meracik alokasi ban berdasarkan simulasi komputer dan inspeksi darat yang dilakukan Januari lalu saat lintasan bahkan belum sepenuhnya rampung.

Berikut adalah bedah teknis alokasi ban Michelin untuk MotoGP Brazil 2026:

Karakteristik Sirkuit: “The Right-Hand Torture”

Sirkuit Goiânia memiliki panjang 3,835 km dengan konfigurasi yang sangat tidak seimbang: 9 tikungan kanan dan hanya 5 tikungan kiri.

Berdasarkan simulasi, pembalap akan menghabiskan lebih dari 50 detik dalam satu lap hanya untuk bertumpu pada sisi kanan ban. Hal ini menciptakan akumulasi panas (thermal stress) yang ekstrem pada bahu ban sisi kanan. Oleh karena itu, Michelin memutuskan untuk membawa alokasi asimetris baik untuk ban depan maupun belakang.

Spesifikasi Ban Depan

Biasanya Michelin hanya menyediakan dua spesifikasi per poros, namun untuk kasus ekstrem seperti Goiânia, regulasi 2026 mengizinkan alokasi tambahan.

  • Jumlah: 3 Spesifikasi (Soft, Medium, Hard).

  • Konstruksi: Semuanya Asimetris.

  • Fitur: Sisi kanan ban menggunakan compound yang lebih kuat/keras untuk menahan beban tinggi di tikungan-tikungan kanan yang cepat.

Spesifikasi Ban Belakang: Debat Carcass Kaku

Di bagian belakang, Michelin juga menyediakan 3 pilihan (Soft, Medium, Hard) yang semuanya asimetris. Ada detail menarik mengenai konstruksi (casing) yang digunakan:

  1. Reinforced Casing (Versi Austria): Dua dari tiga pilihan ban belakang akan menggunakan struktur rangka yang diperkuat, serupa dengan yang digunakan di Red Bull Ring, Austria. Ini bertujuan untuk mengontrol stabilitas di bawah beban torsi yang besar.

  2. Carcass Mandalika/Buriram: Satu pilihan ban belakang lainnya menggunakan casing yang lebih kaku, yang sebelumnya sudah kita lihat di Mandalika 2025 dan Buriram 2026. Struktur ini didesain untuk menekan suhu ban agar tetap berada di jendela kerja optimal, meski sempat menuai kritik dari beberapa pabrikan (seperti Aprilia dan KTM) di Thailand karena masalah grip.

Catatan Teknis: Menariknya, dua dari tiga compound belakang (yang paling lunak) sebenarnya identik dengan yang digunakan di Thailand, namun untuk Brazil dibuat menjadi asimetris karena dominasi tikungan kanan.

Alokasi Ekstra dan Jadwal Jumat

Mengingat ini adalah wilayah baru, Michelin menyediakan jumlah ban yang lebih banyak dari biasanya:

  • Depan: 6 Soft, 6 Medium, 6 Hard.

  • Belakang: 8 Soft, 6 Medium, 5 Hard.

  • Total Penggunaan: Setiap pembalap boleh menggunakan hingga 12 ban depan dan 14 ban belakang selama akhir pekan.

Selain itu, sesi latihan pada hari Jumat akan diperpanjang durasinya untuk memberi kesempatan tim mencari base setup dan memahami perilaku ban di aspal baru Goiânia.

Prediksi Cuaca

Bulan Maret di Goiânia memasuki periode yang cukup lembap. Suhu udara diprediksi berkisar antara 20°C hingga 30°C. Meski moderat, risiko hujan sangat tinggi. Jika terjadi wet race, Michelin sudah menyiapkan ban Power Rain dengan compound Soft dan Medium (Simetris di depan, Asimetris di belakang).

Langkah Michelin kali ini bisa dibilang sebuah “perjudian terukur”. Dengan data referensi yang minim dan pengiriman ban yang sudah dilakukan 1,5 bulan sebelum balapan, kunci kemenangan akhir pekan ini adalah seberapa cepat tim dan pembalap bisa beradaptasi dengan reinforced carcass di aspal baru Brazil.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

1 COMMENT

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP