TMCBlog.com – Halo Bro sekalian, Akhirnya, penantian panjang itu berakhir. Nama besar Daytona yang sempat melegenda di kancah supersport dunia kini resmi kembali ke jajaran lini produk Triumph. Namun, untuk tahun 2026 ini, Triumph mengambil pendekatan yang sedikit berbeda dengan menghadirkan Triumph Daytona 660.
Banyak yang bertanya, “Kang Taufik, ini cuma Trident 660 dikasih fairing doang atau gimana?” Nah, melalui artikel ini, mari kita bedah secara mendalam berdasarkan data teknis yang dirilis. Spoiler-nya: Ini jauh lebih bertenaga dari Trident!
Mesin Triple yang “Diroketkan”
Meskipun basis mesinnya sama dengan Trident 660 dan Tiger Sport 660, yaitu unit 660cc 3-silinder segaris (inline-triple) berpendingin cairan, Triumph memberikan sentuhan magis di sektor internal.
Bayangkan saja Bro, Daytona 660 ini mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 94 hp pada 11.250 rpm dan torsi 51 lb-ft pada 8.250 rpm. Kalau dibandingkan dengan Trident, ada kenaikan tenaga sekitar 17% dan torsi 9%. Redline-nya pun kini merayap naik hingga 12.650 rpm.
Apa rahasianya? Triumph menyematkan tiga buah throttle body (Trident cuma satu), knalpot 3-into-1 baru, profil camshaft yang lebih agresif, kruk as baru, hingga piston dan pin piston yang berbeda. Jadi, secara jeroan, mesin ini sudah dioptimalkan untuk karakter sporty yang lebih tinggi.
Ergonomi: Sporty tapi Gak Bikin Pegel
Berbeda dengan Daytona 675 jaman dulu yang posisinya nunduk abis (pure supersport), Daytona 660 2026 ini lebih ke arah All-rounder Sport atau Sport-Touring. Posisinya bersaing ketat dengan Honda CBR650R atau Kawasaki Ninja 650.
Setang clip-on dipasang di atas segitiga (top yoke), memberikan posisi berkendara yang tegak namun tetap punya aura racy. Tinggi joknya pun cukup bersahabat, hanya 810mm, yang dipadukan dengan sasis steel perimeter yang ramping. Buat harian oke, buat track day akhir pekan juga sangat mumpuni.
Sasis dan Kaki-Kaki
Untuk urusan peredaman, Triumph mempercayakan pada vendor ternama:
-
Depan: Suspensi upside down Showa 41mm Big Piston Separate Function (SFF-BP). Sayangnya, belum ada pengaturan manual di sini.
-
Belakang: Monoshock Showa dengan pengaturan preload.
-
Pengereman: Double disc 310mm dengan radial 4-piston calipers bermerek Triumph. Sudah pakai selang rem braided standar pabrik, Bro! Mantap!
-
Ban: Sudah dibekali karet bundar Michelin Power 6 yang legendaris grip-nya.
Fitur Elektronik Kekinian
Sebagai motor lansiran 2026, fitur elektronik sudah jadi standar wajib:
-
TIGA Riding Modes: Sport, Road, dan Rain. Masing-masing mengatur respon gas (Ride-by-Wire) dan intervensi Traction Control.
-
Switchable Traction Control.
-
Layar Instrumen: Kombinasi TFT dan LCD yang sudah mendukung konektivitas MyTriumph (opsional).
-
Emergency Braking Signal: Lampu sein akan berkedip cepat saat pengereman mendadak.
Menurut hemat TMCBlog, kehadiran Daytona 660 adalah langkah cerdas dari Triumph. Mereka tidak lagi memaksakan diri masuk ke segmen Hardcore Supersport yang pasarnya makin sempit dan mahal, melainkan masuk ke segmen “Sport Middleweight” yang lebih masuk akal untuk penggunaan sehari-hari namun tetap punya prestise mesin 3-silinder yang suaranya khas banget itu.
Dengan performa yang berada di atas kertas mengungguli rival-rival 2-silinder-nya, Daytona 660 ini punya potensi besar jadi game changer di kelasnya. Apalagi kalau harganya nanti masuk ke Indonesia dengan kompetitif.
Gimana menurut sobat sekalian? Apakah Daytona 660 ini sudah cukup mewakili kembalinya nama besar Daytona, atau sobat masih berharap ada versi 765 yang lebih ganas? Silahkan tulis pendapat sobat di kolom komentar, Semoga berguna. SELAMAT Hati Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir – Batin
Taufik of BuitenZorg | @TMCBLOG




Nggak berharap apapun kecuali pajak diatas 250cc waras…biar busuk perutnya yg majakin motor ngga masuk akal…
Ciamik ya 660