TMCBLOG.com – Kabar hangat datang dari markas Borgo Panigale. Setelah melihat dominasi Aprilia RS-GP yang begitu perkasa di awal musim 2026, terutama setelah hasil impresif di Thailand dan Brazil, Ducati sepertinya tidak tinggal diam. Ada indikasi kuat bahwa “status quo” teknis yang selama ini dipegang Ducati sejak 2022 mulai goyah oleh gempuran duo Bezzecchi dan Martin yang kini berbaju Noale.
Masalah Stabilitas: GP26 yang “Gugup”
Berdasarkan pengamatan di seri-seri awal, terutama di Goiania (Brazil), terlihat jelas bahwa Marc Marquez belum sepenuhnya “menyatu” dengan Ducati Desmosedici GP26. Marc sendiri mengakui bahwa ia tidak bisa mengendarai motor ini sehalus saat ia menggunakan versi 2025.
Beberapa poin teknis yang menjadi sorotan adalah:
-
Stabilitas Motor: GP26 terlihat jauh lebih banyak bergerak (nervous) dibandingkan pendahulunya, memaksa Marc bermain lebih agresif dan kurang fine.
-
Distribusi Bobot: Kru teknis Ducati terpantau berulang kali melakukan penyesuaian pada area buritan dan bagian belakang motor.
-
Mechanical Grip: Upaya modifikasi di area buritan tersebut bertujuan untuk menambah beban (weight) agar ban belakang lebih “menempel” ke aspal demi mendapatkan traksi maksimal.
Jerez: Titik Balik dan Hadirnya “Part Baru”
Meskipun seri berikutnya adalah Austin—sirkuit favorit Marc—sang juara dunia delapan kali tersebut justru menunjuk Jerez sebagai titik pembuktian sesungguhnya bagi performa semua motor. Mengapa Jerez?
Davide Tardozzi selaku Team Manager mengonfirmasi bahwa tim teknis di bawah komando Gigi Dall’Igna tengah bekerja keras menyiapkan komponen baru. Rencananya:
-
Implementasi Komponen: Jika memungkinkan, part baru ini akan langsung dicoba pada akhir pekan balapan GP Jerez.
-
Official Test: Jika belum siap saat balapan, komponen tersebut akan diuji secara mendalam pada hari Senin dalam sesi Tes Resmi Jerez.
-
Optimasi Fisik: Jeda waktu sebelum Jerez juga akan dimanfaatkan Marc untuk memulihkan kondisi bahunya agar bisa tampil 100%.
Tekanan bagi Pecco Bagnaia
Bukan hanya Marc, Pecco Bagnaia juga sedang dalam tekanan setelah mencatatkan dua kali gagal finis (zero point) di Brazil. Tardozzi mengakui bahwa Pecco belum mendapatkan feeling yang pas pada balapan terakhir, namun ia yakin tim teknis Ducati bisa memberikan solusi cepat sebelum tertinggal lebih jauh dari Aprilia.
Sepertinya persaingan musim 2026 ini bakal panas banget, Sob. Apakah evolusi komponen motor di GP Jerez nanti mampu mengembalikan supremasi Ducati? Ataukah Aprilia justru semakin melesat di depan? Kita pantau bareng-bareng perkembangannya.
Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog.






Bagus dong buat kejuaraan, kalau dominasi Ducati berkurang. Tontonan jadi lebih berwarna.
“sang juara bertahan Pecco Bagnaia juga sedang dalam tekanan”
Gak salah nih ? Juara bertahan dari apa?
Setauku posisinya sekarang bukan sang juara bertahan.
Salah dalam penulisannya aja bang kiki,, tanda koma harusnya ditempatkan di kalimat juara bertahan bukan di tulisan Marc. Hehehheee…
Yg punya warung langsung gercep ngedit 👍🏻
Kalo liat modelan kayak gini selisih poin 1-3 akan beda tipis buat rebutan champ 2026
Bisa jadi .bakalan seru ampe race terakhir
Digia aja bisa lawan Marc, tapi Pecco sungguh mengecewakan dengan statusnya sebagai juara dunia MotoGP 2x tapi …
Filling aj ya, sepertinya motor peco disabotase kata kaum pemuja sesat gank yellow
Wkwkwk
Sekedar merangkum seri pembuka pada saat MM juara dunia, cuman di 2017 doi absen podium di seri pembuka tapi bisa jurdun… CMIIW
2013
Jorge Lorenzo (Yamaha Factory Racing)
Valentino Rossi (Yamaha Factory Racing) +5.990 detik
Marc Marquez (Repsol Honda Team) +6.201 detik
Juara MM
2014
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 42m 40.561s
Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 42m 40.820s | +0.259s
Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 42m 43.931s | +3.370s
Juara MM
2015
Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 42m 28.452s
Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP16) 42m 30.471s
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 42m 30.739s
Juara HOHE
2016
Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 42m 28.452s
Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP16) 42m 30.471s
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 42m 30.739s
Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 42m 30.839s
Juara MM
2017
Maverick Vinales (Movistar Yamaha) Spanyol (38 menit 59,999 detik)
Andrea Dovizioso (Ducati) Italia (+0,461 detik)
Valentino Rossi (Movistar Yamaha) Italia (+1,928detik)
Marc Marquez (Repsol Honda) Spanyol (+6,745 detik)
Juara MM
2018
Andrea Dovizioso 42 menit 34,654 detik
Marc Marquez – sellisih 0,027 detik
Valentino Rossi – 0,797s
Juara MM
2019
Andrea Dovizioso
Marc Marquez
Carl Crutchlow
Juara MM
2020
Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) 41 menit 23,796 detik
Maverick Vinales (Yamaha) +4,603 detik
Andrea Dovizioso (Ducati) +5,946 detik
Juara JM
2021
Maverick Vinales – Monster Yamaha) (YZR-M1) 42m 28.663s
Johann Zarco – Pramac Ducati (GP21) +1.092s
Francesco Bagnaia – Ducati Team (GP21) +1.129s
Juara FQ
DST
komen saya kena moderasi
Pemikiran ane sih, ducati bikin motor yg balance untuk kedua rider tapi malah bikin marc g bisa full fight
Ducati akan honda pada waktunya.ekkwke
Kemampuan marc yg aneh akan menyesatkan pengembangan motor yg ramah pembalap. 93 akan selalu bersaing di pembalap terdepan bahkan bs sering menang tp motor lama2 akan menjadi seperti honda
Ya berarti ducati mrasa aman di akhir 2025.dan disisi lain mereka pecah fokus hadapi 2027 mesin baru. Dianggep 2026 sudah cukup lah gak usah byk2 perbaikan. Lakok malah loyo bin ampas
Peluang rider lain tampil di podium sering2 mayan lah. Bosen tau liat markes mulu eh ducati mulu
Support part baru yang sangat ditunggu … ya kan Marc tidak ikut development motor karena ditabrak Bezzecchi. Wajarlah kalo di awal musim dia harus adaptasi lagi. Sudah bagus prestasinya lebih baik dari Pecco.
Untungnya Marc cukup tahu diri dan tidak memaksa motor, jadi terhindar dari crash yg bisa membuat cedera. Kejuaraan masih panjang sekali, apa pun bisa terjadi. Jika sudah begini, sepertinya Marc adalah satu-satunya harapan Lenovo Ducati. Ini bagus juga untuk memperpanjang kontrak dan kenaikan gaji.
Jika kontrak sudah nyaman, masalah teknis bisa diselesaikan lebih semangat dan bisa fokus ke masa depan.
Mesin2 dan teknologi buatan blok Axis (Jepang Jerman Italy) dan sekutunya memang ciamik dan advance, makanya gercep banget updatenya, Aprilia bner2 top, meski secara dana ngga sekuat Japanese n Duc