KUPAS Penyebab Crash High-Side Veda Ega Pratama di Moto3 CoTA Amerika 2026

TMCBLOG.com – Gelaran Moto3 seri Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas baru saja usai. Jujur saja Sob, ada rasa campur aduk saat melihat performa dua punggawa Honda Team Asia, Veda Ega Pratama dan Zen Mitani. Meskipun keduanya menunjukkan progres luar biasa sepanjang akhir pekan, sayangnya hasil akhir berkata lain karena keduanya harus menelan pil pahit Did Not Finish (DNF).

Kali ini TMCBlog akan fokus membedah apa yang terjadi pada Veda Ega Pratama, terutama dari sisi teknis dan strategi ban yang digunakan.

Analisis Strategi Ban: Mengapa Veda Tercecer di Awal Lap?

Banyak dari Sobat sekalian yang bertanya, mengapa Veda yang start dari posisi ke-4 (P4) sempat merosot hingga ke P8 di awal laga?

Jika kita intip dapur pacunya, strategi yang dilakukan Veda sebenarnya konsisten dengan seri sebelumnya saat balapan kering, yakni menggunakan kombinasi Ban Soft-Soft (Pirelli SC1 depan dan belakang).

Karakter sirkuit COTA yang menuntut pengereman keras (hard-braking) di Tikungan 1 (T1) disinyalir menjadi tantangan tersendiri bagi kompon Pirelli SC1 yang lebih ’empuk’ dibanding era Dunlop dulu. Efeknya, bagian depan (front-end) motor terasa sedikit ‘nervous’. Hal inilah yang kemungkinan besar membuat Veda kehilangan waktu di T1 dan harus merelakan posisinya dilewati pembalap lain sebelum akhirnya ia mulai melakukan comeback.

Tragedi Lap ke-5: Apa Itu High-side?

Saat Veda mulai merangkak naik dan masuk ke grup elit, petaka terjadi di Tikungan 11 (T11) pada lap ke-5. Roda belakang Honda NSF250RW miliknya terpelanting hebat ke depan. Veda mengalami High-side.

Bagi yang belum familiar, High-side adalah jenis kecelakaan yang paling ditakuti. Berbeda dengan low-side (tergelincir searah motor), high-side memiliki efek melontarkan pembalap ke udara seperti ketapel.

5 Penyebab Umum High-side di Kelas Grand Prix

Secara teknis, high-side terjadi ketika roda belakang kehilangan traksi (selip), lalu secara mendadak mendapatkan traksi kembali secara paksa. Berikut adalah faktor pemicunya:

  1. Kontrol Gas (Throttle Control) Agresif: Membuka gas terlalu besar saat motor masih dalam posisi miring (lean angle) tajam.

  2. Suhu Ban (Tyre Window): Ban yang terlalu dingin (Cold Tyre) atau terlalu panas (Overheat) yang membuat cengkeraman menjadi tidak konsisten.

  3. Intervensi Elektronik: Jika setting-an Traction Control (TC) terlalu longgar, sistem gagal memitigasi selip sebelum melewati batas toleransi sensor.

  4. Kondisi Lintasan: Menyentuh area kotor, ceceran oli, atau garis putih yang licin saat sedang berakselerasi.

  5. Setup Suspensi: Rebound suspensi belakang yang terlalu cepat dapat menambah daya lontar saat ban mendapatkan traksi kembali.

Kesimpulan: Mengapa Veda Terjatuh di COTA?

Lalu, dari kelima faktor di atas, mana yang dialami Veda? Jawaban paling akurat datang langsung dari sang pembalap pasca balapan:

“Saya melakukan kesalahan… Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih menikung, sehingga saya kehilangan kendali motor. Ini adalah bagian dari pembelajaran dan pengalaman.” — Veda Ega Pratama

Vonis Teknis: Penyebab utama crash Veda di COTA adalah kombinasi antara posisi motor yang sedikit keluar jalur (off-line) dan kontrol gas yang terlalu agresif saat melakukan akselerasi keluar tikungan.

Meskipun gagal membawa poin, speed dan mentalitas Veda sudah terbukti mampu bersaing di barisan depan Moto3 dunia. Mari kita dukung terus agar Veda dan Honda Team Asia bisa membalasnya di seri Eropa, Jerez nanti! Semoga penjelasan teknis ini bermanfaat bagi Sobat sekalian.

Taufik of BuitenZorg | @TMCBlog

6 COMMENTS

  1. Rookie mistake, itu pengalaman yg tidak menyenangkan namun bisa menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya, beruntungnya veda terhindar dari cedera.

  2. Rookie mistake, itu pengalaman yg tidak menyenangkan namun bisa menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya, beruntungnya veda terhindar dari cedera.

  3. Kalo gasalah liat dia sempat fastest lap sebelum jatoh… Edun sih…

  4. Sekelas rokie tapi dengan race pace konsisten seperti itu…pastilah sesuatu banget ….nih anak luar biasa…

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP