TMCBlog.com – Sobat sekalian, dinamika perpindahan pembalap MotoGP untuk musim-musim mendatang selalu menarik untuk dikupas, apalagi jika melibatkan nama besar seperti Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Seperti yang sudah kita ketahui, Pecco akan memulai babak baru dalam kariernya bersama pabrikan Noale, Aprilia, pada musim 2027. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah: Siapa yang akan mengawal Pecco sebagai Crew Chief?
Laporan terbaru dari GPone mengonfirmasi sebuah kabar signifikan: Pecco Bagnaia dipastikan tidak akan membawa Cristian Gabarrini ke Aprilia. Sebagai gantinya, Pecco akan didampingi secara teknis dengan sosok senior, Daniele Romagnoli.
Mengapa Bukan Cristian Gabarrini?
Perpisahan antara Pecco dan Gabarrini bisa dibilang sebagai “akhir dari sebuah era”. Gabarrini adalah arsitek di balik kesuksesan gelar juara dunia Pecco di Ducati. Namun, ada alasan fundamental mengapa kolaborasi ini tidak berlanjut di Aprilia.
Cristian Gabarrini bukan sekadar mekanik pribadi Pecco; ia adalah aset dan ‘karyawan tetap’ Ducati Corse. Gabarrini adalah orang yang juga membawa Casey Stoner meraih gelar juara dunia pertama untuk Ducati pada 2007 dan sempat menangani Jorge Lorenzo. Loyalitas dan kontrak Gabarrini terikat kuat dengan Borgo Panigale. Ketika Pecco memutuskan menyeberang ke Noale, Gabarrini memutuskan tetap tinggal untuk mengawal proyek Ducati selanjutnya.
Keputusan menunjuk Daniele Romagnoli sebagai Crew Chief Pecco di Aprilia bukanlah tanpa alasan yang kuat. Romagnoli bukanlah orang asing di lingkungan Aprilia maupun di telinga para penggemar MotoGP.
Saat ini, Romagnoli dikenal luas sebagai otak teknis di balik kegemilangan Jorge Martin. Ia adalah orang yang membantu Martin bertransformasi dari pembalap berbakat menjadi penantang gelar juara dunia yang konsisten. Mengingat Jorge Martin sudah lebih dulu pindah ke dari Ducati Aprilia (pada musim 2025), Romagnoli sudah akan memiliki data dan pengalaman selama dua musim penuh dengan motor Aprilia RS-GP sebelum Pecco datang pada 2027.
Chemistry dan Adaptasi
Pindah pabrikan dari Ducati ke Aprilia membutuhkan adaptasi besar, terutama pada karakter mesin V4 yang berbeda filosofi. Dengan adanya Romagnoli, Pecco akan mendapatkan pendamping yang:
-
Paham Karakter Pembalap Top: Romagnoli terbukti sukses menangani pembalap dengan gaya balap agresif maupun presisi.
-
Pengalaman RS-GP: Ia akan menjadi jembatan informasi yang sangat krusial bagi Pecco untuk memahami limitasi dan keunggulan RS-GP. Romagnoli memiliki pengalaman mengantarkan pebalap Ducati Mengenal Aprilia RSGP
-
Ketenangan Teknis: Sama seperti Gabarrini, Romagnoli dikenal sebagai sosok yang tenang di pit-box, sebuah karakter yang sangat dibutuhkan oleh Pecco untuk tetap fokus.
Langkah Aprilia untuk menduetkan Pecco Bagnaia dengan Daniele Romagnoli menunjukkan ambisi besar pabrikan tersebut untuk tidak hanya sekadar kompetitif, tapi langsung mengincar gelar juara dunia dengan paket yang sudah “matang”.
Meskipun harus berpisah dengan Gabarrini, Pecco diprediksi tidak akan butuh waktu lama untuk nyetel. Kombinasi juara dunia berkali-kali dengan Crew Chief yang sudah memahami seluk-beluk RS-GP adalah ancaman serius bagi pabrikan lain di musim 2027.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog



Ketika pria Italia naik Italia Asli
tadinya saya pikir akan melihat kayak Jeremy Burgess-Rossi, atau Stoner_Gabbarini. 2 motor berbeda, crew chief dan rider yang sama, dan 2 juara dunia dengan 2 pabrikan berbeda.
Mungkin yg jg penting adalah sama-sama orang Italy, jd scr kultural dan bahasa sudah cucok.
Fresh motor ya fresh mekanik…ga gitu mas pecco? Skalian fresh model kumis wkwowkwok