TMCBLOG.com – Siapa yang tidak kenal kombinasi maut Marc Marquez dan Santi Hernandez? Keduanya bagaikan soulmate di paddock MotoGP, mengukir sejarah dan meraih 6 gelar Juara Dunia kelas premier bersama Repsol Honda. Namun, seiring berjalannya waktu dan dinamika transfer yang gila, kini keduanya berada di pitbox yang berbeda.
Baru-baru ini, sebuah publikasi menarik dirilis oleh GPone di mana Santi Hernandez, yang kini menjabat sebagai Kepala Kru Joan Mir di HRC, angkat bicara soal mantan pembalapnya tersebut. Statement utamanya cukup tegas: Santi telah melihat Marc tumbuh dan berkembang, namun ia meyakini Marc tidak akan kembali ke pangkuan Honda karena ia sudah sangat bahagia di tempatnya sekarang.
Mari kita bedah dan kunyah-kunyah makna di balik pernyataan Santi ini ala tmcblog!
Kebahagiaan Marc adalah Kunci Utama
Pernyataan Santi ini sebenarnya sangat rasional dan berdasar. Mengutip dari GPone, Santi mengisyaratkan bahwa meskipun ikatan batin mereka sangat kuat karena telah melihat proses pendewasaan Marc sejak awal, babak tersebut telah usai. Marc sudah bahagia sekarang.
Kita semua tentu ingat masa-masa kelam Marc di akhir karirnya bersama HRC. Cedera berkepanjangan ditambah pengembangan RC213V yang stuck membuat Marc kehilangan satu hal terpenting dalam membalap: senyumannya. Namun lihatlah sekarang di musim 2026, Marc Marquez berseragam merah menyala bersama Ducati Lenovo Factory Team. Berada di tim pabrikan Borgo Panigale telah mengembalikan insting pembunuhnya dan menempatkannya kembali di habitat aslinya: bertarung habis-habisan untuk gelar juara dunia.
Bagi pembalap di usia dan level agresivitas seperti Marc, prioritas utamanya bukanlah sekadar nostalgia atau kenyamanan emosional, melainkan paket motor kompetitif yang bisa memberikannya peluang menang di setiap akhir pekan. Desmosedici GP pabrikan saat ini memberikannya jaminan tersebut.
Masa Depan Berbeda: Santi Fokus pada Mir, Marc Mengejar Sejarah Baru
Keputusan Marc untuk keluar dari zona nyamannya terbukti merupakan manuver jenius. Lika-liku perjalanannya hingga bisa menembus skuad utama tim pabrikan Ducati Lenovo membuktikan bahwa taring The Baby Alien sama sekali belum tumpul.
Di sisi lain, Santi Hernandez sebagai seorang profesional sejati kini mencurahkan 100% fokus dan ilmunya untuk proyek HRC bersama Joan Mir dan para teknisi Jepang. Ia tahu babak sejarahnya bersama Marc sudah masuk buku legenda. Pernyataan bahwa Marc “sudah bahagia di tempatnya sekarang” adalah bentuk rasa hormat seorang mentor sekaligus teman, yang merelakan perpisahan demi melihat mantan rider-nya kembali tersenyum mengangkat trofi di atas podium.
Peluang CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) antara Marc Marquez dan Honda HRC rasanya hampir bisa dipastikan tertutup rapat. Pernyataan Santi Hernandez adalah validasi paling jujur dari sosok yang paling mengenal sang pembalap luar dan dalam. Marc telah menemukan “rumah” baru yang mampu memfasilitasi kehausannya akan kemenangan di Ducati Lenovo, sementara Honda harus terus move on mencari jalan keluar dari krisis teknis mereka sendiri.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Kalau kembali ke performa terbaiknya 🤔
Kecuali gigi daligna ikut pindah wkwkwk bisa aja om santi santi ini
jadi ingat kata2 tukang lele
Kalo pas pensiun jadi BA,mungkin
BA CILUK?
Jadi ingat komentar orang di blog ini, tajam ga tajam tumpul ga tumpul 🤣
Generasi alien saat ini cm Marquez setelah itu taro ,
Saat ini sudah tidak ada lagi Istilah ” Alien – Alienan ” selain Marc
ga ada alien alienan…..
tgl marq seorang
Ya ngga juga kali.. kalau gen 850 hond lebih Bagus, sang old alien pasti nyari yang motornya terkencang.
Sampai titik ini blm ada tanda2 hond kliatan bangkit dlm uji 850cc
Yg ada mlh bikin masuk rmh sakit test ridernya
Kalo misal seandainya seumpama angkosta nanti di tim merah bisa ngalahin marc berarti masih ada peluang untuk onda kalo bersedia clbk wkwk…
lain clbk ini, lebih ke nyari pesangon pensiun