TMCBLOG.com –Â Setelah sekian lama menjadi perbincangan hangat sejak prototipenya muncul tahun 2024, akhirnya spesifikasi teknis motor listrik Royal Enfield, yakni Flying Flea C6, resmi dikonfirmasi menjelang peluncurannya di India bulan Mei ini. Sesuai namanya yang legendaris, motor ini hadir dengan pendekatan yang sangat unik: Lightweight, Retro-Futuristic, dan murni untuk penggunaan urban. Mari kita bedah secara komprehensif spesifikasi teknisnya.
Sasis dan Bobot: Material Eksotis!
Salah satu yang paling mengejutkan adalah penggunaan material sasisnya. RE tidak menggunakan baja tubular biasa, melainkan Forged Aluminum Frame (Rangka Aluminium Tempa) dan swingarm aluminium.
Penggunaan material ringan ini membuahkan hasil impresif. Bobot total (curb weight) Flying Flea C6 hanya 123,8 kg (273 pounds). Sebagai perbandingan, bobot ini setara dengan motor ICE kelas 125cc, sebuah pencapaian luar biasa untuk sebuah motor listrik yang biasanya terkendala berat baterai.
Satu lagi detail eye-catching adalah suspensi depan model Girder Fork yang memberikan aura retro yang sangat kental namun dengan pengolahan modern.
Dapur Pacu: Performa Kelas 125cc
Flying Flea C6 dibekali motor listrik jenis Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) dengan pendingin udara (air-cooled). Berikut angka performanya:
-
Power Maksimum: 15,4 kW (setara 21 hp).
-
Torsi Maksimum: 60 Nm (44 ft.-lb).
-
Akselerasi: 0–60 km/jam dalam 3,7 detik.
-
Top Speed: Dibatasi di angka 116 km/jam (72 mph).
Angka-angka ini menunjukkan bahwa Flying Flea memang dirancang untuk head-to-head dengan motor bermesin 125cc hingga 150cc, namun dengan keunggulan torsi instan khas motor listrik.
Baterai dan Jarak Tempuh
Baterainya menggunakan sistem 101,9 Volt Lithium-ion yang terdiri dari 224 sel Nickel Cobalt Aluminum (NCA). Seluruh modul baterai ini dibungkus dalam casing berbahan Magnesium yang memiliki sirip-sirip pendingin yang cantik secara estetika.
-
Kapasitas: 3,91 kWh.
-
Jarak Tempuh (IDC): Sekitar 154 km (96 miles).
-
Real World Range: Berdasarkan tes awal, diperkirakan berada di angka 65–96 km (tergantung gaya berkendara dan mode).
-
Charging: Dari 20% ke 80% membutuhkan waktu sekitar 1 jam menggunakan stopkontak rumahan biasa.
Tersedia 4 Riding Mode: City, Highway, Sport, dan Rain.
Fitur dan Elektronik Canggih
Meskipun tampilannya retro, teknologinya sangat kekinian:
-
Panel Instrumen: Layar sentuh (touchscreen) TFT bulat berukuran 3,5 inci.
-
OS: Menggunakan Fleaware OS yang sudah terintegrasi dengan Google Maps.
-
Safety: Sudah dibekali Lean-sensitive ABS (bisa dimatikan di roda belakang) dan Lean-sensitive Traction Control.
-
Konektivitas: USB-C charging dan bahkan tersedia wireless phone charger di dalam kompartemen “tangki” palsunya.
-
Kaki-kaki: Velg 19 inci depan-belakang dengan rem cakram 260mm (depan, kaliper 2 piston) dan 220mm (belakang).
Estimasi Harga
Di India, Flying Flea C6 dibanderol sekitar 279.000 Rupee atau sekitar Rp 53 Jutaan. Jika masuk ke pasar global (seperti AS), diprediksi harganya akan bersaing di angka $5.000.
Royal Enfield Flying Flea C6 bukan sekadar motor listrik “asal jadi”. Penggunaan rangka forged aluminum, suspensi girder, dan casing baterai magnesium menunjukkan keseriusan RE dalam menggarap segmen premium-lightweight. Jarak tempuh memang tidak terlalu jauh, namun untuk komuter perkotaan yang mencari gaya dan eksklusivitas, motor ini cukup menjanjikan.
Bagaimana menurut sob? Apakah jarak tempuh 60-90 km sudah cukup untuk motor harian di kota besar, atau justru jadi penghalang? Silahkan share pendapatnya di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog







Ciamik India
Motor listik kok cuman buat solo rider. Tujuan utama green energy tidak tercapai dong.
Cocok buat BGN