
TMCBLOG.com – Drama besar terjadi pasca-balapan MotoGP Catalan yang berlangsung penuh dinamika hingga harus mengalami tiga kali prosedur start akibat dua kali bendera merah (red flag). Hasil balapan sepanjang 12 lap tersebut harus mengalami revisi signifikan setelah Direktur Teknis MotoGP merilis keputusan resmi terkait pelanggaran regulasi tekanan ban minimum.
Pebalap Joan Mir harus merelakan posisi podium kedua yang sudah didepannya sirna. Pebalap Spanyol ini dijatuhi sanksi penalti waktu 16 detik setelah terbukti melanggar ambang batas minimum tekanan ban. Keputusan ini terhitung mengejutkan, karena sepanjang balapan restart tersebut, Mir sejatinya berada tepat di belakang pebalap KTM, Pedro Acosta.
Secara teori, berada dalam wheeltracks atau aliran udara panas motor lain akan membantu menjaga tekanan ban depan tetap berada di atas ambang batas minimum. Sanksi ini sekaligus membatalkan podium ketiga Mir selama masanya membela pabrikan Honda.
Perubahan Komposisi Podium
Akibat penalti yang diterima oleh Mir, konformasi pemenang di tangga podium pasca-race langsung berubah:
Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) secara otomatis naik dan berhak atas podium kedua (P2).
Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dipromosikan untuk mengamankan tempat ketiga (P3).
Investigasi Teknis Pecco Bagnaia: Lolos Karena Velg ‘Bocor Halus’
Pasca-balapan, setidaknya ada enam pebalap yang masuk dalam daftar investigasi ketat oleh steward dan Direktur Teknis, termasuk Pecco Bagnaia dan trio pebalap Yamaha. Namun, Pecco dinyatakan bebas dari sanksi dan tetap berhak atas podium ketiga.
Berdasarkan pemeriksaan data telemetri dan fisik oleh Direktur Teknis MotoGP, tekanan ban pada motor nomor 63 milik Pecco Bagnaia tercatat sudah benar dan sesuai regulasi pada awal jalannya balapan. Namun, tekanan tersebut terus menurun seiring berjalannya lap.
Setelah dilakukan pengecekan mekanis, ditemukan adanya kebocoran halus (slow leak) pada bagian velg/rim motor Pecco. Karena penurunan tekanan ban ini disebabkan oleh faktor kegagalan teknis komponen (kerusakan) dan bukan kesengajaan strategi tim, Pecco dinyatakan tidak melanggar regulasi.
Sanksi Masif untuk Trio Yamaha
Nasib berbeda harus dialami oleh tiga pebalap Yamaha, yakni Jack Miller, Alex Rins, dan Toprak Razgatlioglu. Ketiganya terbukti melakukan pelanggaran serupa terkait tekanan ban tanpa adanya faktor kerusakan teknis seperti yang dialami Pecco.
Trio Yamaha ini masing-masing dijatuhi hukuman penalti 16 detik. Sanksi penalti waktu tersebut membuat posisi finis mereka merosot di tabel klasemen balapan:
Jack Miller turun ke P15.
Alex Rins turun ke P14.
Toprak Razgatlioglu turun ke P16.
Regulasi tekanan ban terbukti kembali menjadi faktor krusial yang bisa mengubah hasil balapan secara instan di meja hijau pasca-race.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog






Lebih lucu dibanding grup lawak manapun
Musim paling susah diprediksi.
Regulasi kayak gini ketemu pembalap seperti Lorenzo dan stoner bisa rame, bahkan kalau gak senang gak mikir2 lagi buat cabut
Kalau kata stoner udah kayak badut lucunya
Ban adalah kunci 🤣
aturan paling aneh sih, emang pembalap harus meriksa tekanan ban terus menerus sepanjang race, banyak faktor terjadi saat berlangsung race apalagi kalau sedang fight ketat antar motor, aneh banget aneh wkwkk
apa cuma motor ducati marc yang ada indikator nya y? sampai marc bisa ngatur ritme balapnya sendiri taun kemarin
michelin ngeselin, harusnya klo mmg bebrbahaya, vendornya di cut, ini malah di pelihara dan dibikin aturan buat akomodasi kelemahan michelin
Kenapa yg membahayakan jiwa pembalap lain, hanya 3 detik ?! apakah tire pressure lbh berbahaya dari senggolan yg membuat pembalap lain jatuh ?
Aturan nglawak sepanjang sejarah, harusnya ban dicek sebelum race saja,kalo habis race masak rider sepanjang balapan sambil mikir tekanan ban
aturan paling lucu di motogp ya ini. Alhamdulilahnya 2027 udah ganti pirelli yg rencananya bakalan pelan2 ngilangin aturan ini dan ngapus total 2028.
dan semoga bisa lebih aman seperti tulisan wak Haji ini:
Sobat bisa lihat buktinya di Moto2 tahun lalu. Sejak Pirelli masuk menggantikan Dunlop, angka kecelakaan turun drastis hingga 35%, rekor lap time pecah di mana-mana, dan kualitas balapan meningkat. Rahasianya? Feedback atau umpan balik yang diberikan ban Pirelli ke tangan pembalap sangatlah jelas.
Michelin biang kerok
Michelin buat motor harian 😍
Michelin buat MotoGP 😂
Kebayang udah last lap mau finish tiba2 alarm tyre pressure nyala..😥
Aturan apaan sih ini wak, ngecek tekanan udara aja lama ampe rider naek podium ampe diwawancarai lakok baru muncul.
Aku dadi mir yo cegek tiwas seneng oleh piala