Home MotoGP Ini Alasan Kuat Joan Mir Putuskan Cabut dari Honda di Musim 2027, Merasa Tak Dihargai!

Ini Alasan Kuat Joan Mir Putuskan Cabut dari Honda di Musim 2027, Merasa Tak Dihargai!

8
Ini Alasan Kuat Joan Mir Putuskan Cabut dari Honda di Musim 2027, Merasa Tak Dihargai!

TMCBLOG.com – Bro sekalian, akhir pekan GP Catalunya di Sirkuit Montmelo tidak hanya menyajikan aksi panas di atas trek, tetapi juga menghadirkan bom dinamit di bursa transfer (silly season) MotoGP. Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020, secara blak-blakan mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan melanjutkan kerja sama dengan Honda setelah kontraknya habis, yang berarti ia akan resmi meninggalkan pabrikan sayap mengepak tersebut untuk musim 2027.

Meski mengalami nasib sial di Sprint Race hari Sabtu—terjatuh di tikungan pertama setelah terseret insiden Brad Binder—kekecewaan terdalam Mir bukan karena insiden balap tersebut. Melainkan karena perlakuan dari manajemen internal Honda que menurutnya “tidak pantas ia terima,” sebuah hal yang akhirnya memantapkan hatinya untuk menyusun rencana masa depan di luar HRC.

Titik Balik di Jerez: Masalah Komunikasi dan Manajemen

Berdasarkan pernyataan langsung Joan Mir kepada jurnalis senior Mela Chércoles, keputusan sepihak untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Honda ini sejatinya sudah bulat sejak setelah GP Jerez dan sesi tes resmi di sana. Masalah utamanya ternyata bukan cuma soal motor RC213V yang kurang kompetitif, melainkan adanya kebuntuan komunikasi dari pihak petinggi HRC.

Mir mengungkapkan bahwa selama momen-momen krusial di Jerez, ia sama sekali tidak mendapatkan kejelasan, pembaruan informasi, ataupun arah proyek masa depan dari manajemen Honda untuk dirinya. Bagi seorang pembalap dengan status Juara Dunia, keheningan dari pihak pabrikan ini dianggap sebagai bentuk kurangnya rasa hormat secara profesional.

“Di Jerez, saya sama sekali tidak mendapatkan kabar dari manajemen Honda mengenai ke mana arah kami akan berjalan. Jelas sekali saya merasa tidak pantas menerima perlakuan seperti itu, dan hal itulah yang membuat saya berubah pikiran y memutuskan bahwa saya tidak ingin melanjutkan karier di sini,” tegas pembalap asal Mallorca tersebut.

Jalur Menuju Gresini Racing dan Siap Berkorban Finansial

Meskipun Mir sangat berhati-hati karena masih terikat komitmen profesional dan menyatakan, “Untuk urusan itu (tim baru), saya belum bisa bicara apa-apa,” namun rahasia umum di paddock menyebutkan bahwa ia tengah merapat kuat ke Gresini Racing untuk menggeber Ducati Desmosedici selama dua musim ke depan.

Sinyal kuat bahwa Mir sudah sangat bulat ingin keluar dari lingkaran Honda terlihat saat ia ditanya mengenai pengorbanan finansial. Wartawan membandingkan situasinya dengan Marc Marquez dua tahun lalu, yang rela pindah ke Gresini dengan bayaran sangat minim (bahkan hampir tidak dibayar) demi menyelamatkan masa depan karier balapnya.

Jawaban Joan Mir sangat mengejutkan dan tanpa basa-basi: Ya, sekarang saya siap (melakukan hal yang sama).” Ini menjadi bukti sahih bahwa bagi Mir saat ini, mengembalikan performa dan kompetitivitas di atas trek jauh lebih penting ketimbang nilai kontrak jutaan Euro dari pabrikan.

Keputusan bulat Joan Mir untuk hengkang semakin mempertegas betapa dalamnya krisis struktural yang sedang dialami Honda. HRC tidak hanya menghadapi PR besar dalam pengembangan teknis motor, tetapi mereka kembali kehilangan aset berharga seorang Juara Dunia akibat manajemen internal dan komunikasi yang kurang apresiatif terhadap pembalapnya.

Bursa transfer pembalap menyongsong musim 2027 dipastikan akan semakin bergejolak, dan Joan Mir telah memilih jalurnya sendiri demi mencari penebusan karier di luar lingkaran Tokyo.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

8 COMMENTS

  1. Kasihan, mana tadi sempet P2 eh kena Tire Pressure oenalty, skill mir sebenernya lumayan, bahkan waktu Moto3 Winnya ngeri, Moto2 cuman semusim dan sempet podium juga

  2. wah, lama2 jd preseden buruk, pembalap rela gk digaji demi menyelamatkan karir.. tim jd pnya posisi tawar lebih tinggi.. gitu kok asosiasi sembalap minta batas minimum upah..

  3. Kelemahan jomir ini di tim h adalah ketika race day sering buang-buang poin, tidak seperti marc dulu yg walaupun juga sering menghancurkan motor tapi ada hasilnya karena kebanyakan crashnya pada saat fp.

  4. Pdhl dilihat dari sejarahnya dari moto3 mir adalah salah satu pembalap yang punya kemampuan diatas rata2 dalam memaksimalkan motornya..
    Sayang dia terdampar di tim HRC saat tim ini hilang arah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here