Banding Adrian Fernandez & Leopard DITOLAK . . Veda Pratama Naik ke P3

TMCBLOG.com – BanyaK pertanyaan sobat ke TMCBLOG di Vlog mengenai kenapa setelah informasi pertama bahwa Dua Mesin Adrian fernandez ditemukan pelanggaran teknis berupa Rusaknya Segel namun, Point Adrian Fernandez belum berubah di Klasemen dan Posisi veda Ega Pratama masih di Posisi 4. Jawaban yang bisa tmcblog beri adalah, Sepertinya itu karena keputusan ini masih berada di proses Banding yang dilakukan Pihak Leopard Racing. Dan akhirnnya di penghujung hari Jumat kemarin atau Sabtu dini hari ini wib. Keputusan Banding Adrian Fernandez & Leopard DITOLAK . . Berikut isi Isi Informasi resminya berdasarkan surat resmi yang tmcbog terima dari Jalur sebagai media / Jurnalis sob


KEPUTUSAN PANEL JURI BANDING FIM

KEPUTUSAN PANEL JURI BANDING FIM ATAS BANDING LEOPARD RACING pada 05/06/2026

Tim Leopard Racing telah mengajukan banding tertulis pada tanggal 05 Juni 2026 pukul 13:25 kepada Panel Juri Banding (Appeal Stewards) dengan uang jaminan banding sebesar 1320 Euro (melalui jaminan IRTA).

Banding tersebut diajukan untuk menggugat keputusan Juri FIM MotoGP tanggal 05 Juni 2026, yang telah diberitahukan kepada tim Leopard Racing dan pembalap #31 Adrian FERNANDEZ pada tanggal 05 Juni 2026 pukul 12:30 terkait diskualifikasi dari ajang: Michelin Grand Prix of France dan Monster Energy Grand Prix of Catalunya berdasarkan Pasal 3.3.2.2 dan Pasal 3.2.2.3 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM 2026 menyusul adanya pelanggaran terhadap Regulasi Daya Tahan Mesin Kelas Moto3, Pasal 2.6.3.3.

Susunan PANEL JURI BANDING FIM

Panel Juri Banding FIM terdiri dari:

  • Stuart HIGGS – Juri Banding FIM

  • Rezso BULCSU – Juri Banding FIM (ditunjuk oleh FMNR)

Persidangan formal dilaksanakan dari pukul 15:00 hingga 17:45.

Keabsahan Banding

Panel telah memutuskan bahwa banding tersebut diajukan secara resmi, dalam bentuk yang semestinya, dengan biaya yang sesuai dan dijamin, serta masih dalam batas waktu yang ditentukan.

Persidangan

Panel Juri Banding mengadakan sidang pada hari Jumat, 5 Juni 2026, dengan menghadirkan pihak-pihak berikut dan mendengarkan penjelasan mereka:

  • Leopard Racing: Christian LUNDBERG, Didier LAMBERT

  • Direktur Teknis dan Staf Teknis: Danny ALDRIDGE, Charlie KIRK

  • Perusahaan Layanan yang Ditunjuk Produsen Mesin: Noriyuki SMIMIZU

  • Juri FIM MotoGP: Simon CRAFAR, Andres SOMOLINOS, Tamara MATKO

Dokumen-dokumen berikut telah diserahkan kepada Panel Juri Banding:

  • Bukti dokumenter terkait Keputusan Juri FIM MotoGP.

  • Laporan Direktur Teknis termasuk dokumen pelengkap dari produsen yang ditunjuk oleh pabrikan mesin.

  • Dokumen Banding.

  • Uang jaminan keamanan IRTA untuk protes tersebut (terlampir).

Fakta-fakta

Persidangan telah dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak yang terkait.

Pertimbangan Panel Juri Banding FIM MotoGP:

Banding ditujukan terhadap proses pengamanan mesin dan pemeriksaan yang dilakukan setelahnya.

Direktur Teknis menetapkan, berdasarkan pemeriksaan fisik, bukti dari pabrikan, dan pemeriksaan segel mesin, bahwa integritas sistem penyegelan resmi yang disetujui telah terganggu dan mesin telah dibuka tanpa izin. Berdasarkan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin dengan segel pengaman yang rusak, diotak-atik, atau hilang dianggap telah dirakit ulang (rebuilt) dan harus diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap.

Dalam kasus mesin A811, mesin tersebut ditemukan memiliki segel pengaman yang telah diotak-atik serta adanya bukti pembongkaran dan perakitan kembali tanpa izin. Berdasarkan Pasal 2.6.3.3.13(c), mesin tersebut juga dianggap telah dirakit ulang dan oleh karena itu dihitung sebagai mesin tambahan dalam alokasi pembalap. Selain itu, berdasarkan temuan pabrikan yang dilaporkan kepada Direktur Teknis, mesin tersebut tidak layak untuk digunakan lebih lanjut karena beberapa komponen berada dalam kondisi yang tidak layak untuk kompetisi setelah perakitan kembali yang terlihat jelas, dan mesin tersebut telah ditarik dari alokasi pembalap demi alasan keselamatan.

Konsekuensinya, mesin A811 telah digunakan sebagai mesin alokasi dan, menyusul temuan bahwa sistem penyegelan pengaman resmi telah terganggu, maka berdasarkan Pasal 2.6.3.3.13(c) mesin tersebut dianggap sebagai mesin yang dirakit ulang sehingga diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap. Alokasi mesin pembalap telah disesuaikan sebagaimana mestinya.

Keputusan Direktur Teknis didasarkan semata-mata pada fakta yang terbukti bahwa integritas sistem penyegelan resmi yang disetujui telah terganggu dan mesin-mesin tersebut dibuka tanpa izin.

Panel Juri FIM MotoGP setuju dengan penerapan Regulasi Teknis sebagaimana ditentukan oleh Direktur Teknis dan konsekuensi alokasi yang diakibatkannya seperti yang diatur oleh Pasal 2.6.3.3.13(c).

Panel Juri FIM MotoGP menilai bahwa intervensi tanpa izin terhadap sistem penyegelan teknis resmi merupakan tindakan yang merugikan kepentingan perlombaan atau olahraga ini dalam pengertian Pasal 3.3.2.2.

Panel Juri Banding FIM MotoGP merujuk pada Pasal 2.4.5.3 (3) di mana penyerahan kendaraan (pada saat Kontrol Teknis) dianggap sebagai pernyataan implisit tentang kepatuhan terhadap regulasi teknis. Tanggung jawab atas persiapan kendaraan agar mematuhi semua regulasi teknis dan keselamatan berada di tangan tim.

Panel Juri Banding FIM MotoGP merasa puas dengan penjelasan dari Direktur Teknis, staf teknis, teknisi dari perusahaan layanan pabrikan mesin, serta proses mereka, termasuk penyajian foto-foto mengenai kondisi segel dan bagian dalam mesin.

Pihak Tim tidak dapat memberikan penjelasan yang kuat mengenai kondisi segel pengaman dan bukti kuat yang menunjukkan bahwa proses pembongkaran telah terjadi di dalam mesin.

Sistem penyegelan resmi merupakan bagian integral dari regulasi daya tahan mesin Moto3 dan merupakan mekanisme untuk memverifikasi kepatuhan terhadap alokasi mesin serta batasan perakitan ulang. Dengan menyerahkan mesin yang segel pengaman resminya telah diotak-atik dan dibuka tanpa izin, tim telah menyajikan material yang tidak lagi dapat diverifikasi kepatuhannya terhadap regulasi. Begitu integritas tersebut terganggu, Direktur Teknis tidak bisa lagi memastikan dengan pasti bahwa mesin tersebut tetap berada dalam kondisi awal saat pertama kali disetujui dan dialokasikan.

Sudah menjadi prinsip lama dalam Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM bahwa hasil balapan harus didasarkan pada kendaraan yang kepatuhannya dapat diverifikasi. Jika tindakan tim/peserta membuat verifikasi tersebut mustahil dilakukan, maka hasil olahraga yang didapat tidak dapat dianggap cukup andal untuk tetap dipertahankan dalam klasifikasi.

Putusan

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, Panel Juri Banding FIM memutuskan:

  • Menguatkan keputusan yang dikeluarkan oleh Juri FIM MotoGPâ„¢.

  • Menolak banding yang diajukan.

Sesuai dengan pasal 3.4.4, 3.7.2.2, 3.7.2.3, dan 3.7.2.4 dari Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, Anda memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan Panel Juri Banding FIM ini ke Pengadilan Banding Internasional (CAI) di hadapan Pengadilan kompeten di Kanton Vaud.

Pernyataan banding harus dibuat dalam waktu 5 hari sejak tanggal dan waktu pemberitahuan ini.

Sirkuit Balaton, 05.06.2026

Juri Banding FIM

Stuart Higgs

Juri Banding FMNR

Rezso Bulcsu

Tanggal: 05/06/2026

Waktu Pemberitahuan: 18:14

Distribusi:

Semua pihak yang hadir yang tercantum di atas: FIM, MotoGP SEG.


Dan jelas juga efeknya adalah membuat Klasmeen Moto3 jelang Hongaria berubah dimana salah satu efek terdekatnya membuat Veda ega Pratama Naik ke Posisi 3 dengan 71 Point dan Resmi telah 2 Kali Podium yakni P3 di Moto3  Brazil Goiania dan P3 Di Moto3 Le mans Perancis 2026 !!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

17 COMMENTS

  1. Ace team HRC moto3 harusnya full support ke team asia sih ini,karena ini udh termasuk mencoreng nama hrc jg

  2. Malunya maria fernandez makin menjadi ktika ga jarang finish di belakang veda dgn motor yg dh dioprek ulang

  3. Jadi penasaran setelah ini, apakah motor leopard tetap kencang,atau finish dibelakang veda,kalo masih tetap kencang berabe dah,kalo finish di belakang veda,makin terbukti selama ini mereka melakukan kecurangan

  4. Berarti poin semua pembalap yang di seri2 itu finish di belakang Adrian direvisi semua wak?

    • Meskipun kita scr pribadi seneng veda naik ya, tapi wak kok bs ya ginian baru terungkap skrng? Apakah tim teknikal bisa kecolongan? Atau ada yg ngadukan? Bukannya ini tim besar ya? Masa tdk faham aturan?

      Oya ini tim juara dunia 2024 gak sih? Jamue masia?

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP