TMCBLOG.com – Halo sobat TMCBlog sekalian, ada kabar super hot dan penuh kejutan dari balik paddock sirkuit Brno! Setelah akhir pekan balap (race weekend) nanti selesai, sirkuit legendaris ini akan langsung menggelar tes resmi yang sangat krusial pada hari Senin. Mengapa krusial? Karena untuk pertama kalinya, motor-motor prototipe 850cc yang dipersiapkan untuk era baru MotoGP mulai tahun depan akan diuji langsung oleh para pembalap reguler, bukan lagi sekadar oleh test rider, lengkap dengan ban baru lansiran Pirelli yang akan menggantikan Michelin.
Nah, di sinilah letak anomalinya, sob! Jagat paddock sempat dibikin terkejut dengan keputusan line-up pembalap yang diturunkan oleh beberapa pabrikan. Biasanya, pembalap yang sudah dipastikan atau santer dikabarkan akan pindah pabrikan di musim depan akan “dikucilkan” dari proyek masa depan dan tidak diperbolehkan menyentuh motor baru agar rahasia dapur tidak bocor. Namun, yang terjadi di Brno kali ini justru sebaliknya!
Akrobat Strategi KTM dan Pedro Acosta
Kejutan kedua setelah HRC menunjuk Joan Mir, datang dari kubu Mattighofen. KTM secara mengejutkan meminta bintang muda mereka, Pedro Acosta, untuk ikut serta dalam tes hari Senin dan mengendarai motor KTM RC16 versi 850cc. Padahal, seperti yang sudah menjadi rahasia umum, pembalap berjuluk The Shark of Mazarrón ini santer diberitakan memiliki takdir menuju box tim pabrikan Ducati tahun depan untuk menjadi tandem Marc Marquez!
Mendapat tawaran tersebut, Acosta langsung mengiyakan dengan senang hati. Alasan pertamanya tentu karena dia memang sangat gila balap dan suka mencoba motor apa saja. Alasan kedua yang tidak kalah penting adalah kesempatan emas ini memungkinkannya untuk pertama kali merasakan impresi ban Pirelli, yang akan menjadi pemasok tunggal ban MotoGP mulai musim 2027 hingga 2031.
Di Brno nanti, Acosta akan berbagi trek bersama para punggawa penguji KTM seperti Pol Espargaró atau Dani Pedrosa. Langkah KTM ini dianggap sebagai “kebaikan terakhir” atau penultimate favor dari Acosta untuk pabrikan Austria sebelum mereka berpisah.
Bagaimana opini sobat sekalian melihat fenomena Acosta dan Mir yang tetap menguji motor masa depan meskipun tahun depan pindah haluan? Silakan tulis komentar sobat di bawah ya!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog




gpp sih, soalnya pastikan berbeda juga, toh masih belum final
win win soultion seh.. banyak untungnya drpd rugi gak dapat data.. kl masalah contek mnyontek..kayaknya krn ini masih tahap awal motor, blm sampai advance jd kayaknya pabrikan g masalah, mrk btuh data motor digeber persis spt real balapan oleh pembalap reguler, kl test rider kurang maksimal gebernya.
win2 soultion seh.. banyak untungnya drpd rugi gak dapat data.. kl masalah contek mnyontek..kayaknya krn ini masih tahap awal motor, blm sampai advance jd kayaknya pabrikan g masalah, mrk btuh data motor digeber persis spt real balapan oleh pembalap reguler, kl test rider kurang maksimal gebernya.
Bagi Tim yg serius dg pengembangan motor baru apalagi pake ban baru, maka data test yang lengkap adalah segalanya.
Tim sudah gak mau dipusingkan dg resiko rahasia dapur yg bocor, toh semua pabrikan juga sedang tahap pengembangan dan sama-sama buta dg kondisi riil pasca regulasi baru.
Secara hitung-hitungan, “besarnya bocoran rahasia dapur” ke tim sebelah tetap masih lebih kecil resikonya daripada resiko miskin data test yg bikin pengembangan kedepan jadi mandek
Daripada tidak mendapatkan data kelas alien
aprilia dan JM gimana nih? rivola udh il feel kh?
ya kan semua juga masih blind, ini bukan lagi beta test, tapi masih di tahap alpha test 😀 salut sama pabrikan yang gentle
jangan jangan Ymaha juga ubah fikirian untuk Fabio
Alah palingan juga test yg blm sempurna. justru keuntungan pabrikan nerima masukan rider yg bagus dari calon rival taun dpn
Sebenarnya alasannya mudah, hando tetep pakai mir karena dia selalu nyentuh limit motor dan itu sangat bagus untuk mendapatkan data penting. Tahun depan 2 pembalap ktm factory disi baru semua jadi pilih acosta paling masuk akal, apalagi dia adalah rider yang saat ini paling paham cara bawa motor ktm. Soal ymaha juga mudah jawabannya, toprak adalah satu2nya pembalap yang lanjut 2027 dan dia juga yang paling mengenal pirelli diantara pembalap ymaha, jadi arah pengembangan lebih tepat dibanding taro. Dan soal aprilia, mereka puinya modal terbaik (mesin + aero) jadi gak mungkin pakai pembalap yang tahun depan pindah ke tim lain.
Pabrikan yang merasa inferior pasti gak masalah. Karena mereka gak khawatir dicontek.
Beda dg Ducati dan Aprilia, karena merasa superior, pasti ada kekhawatiran bakal dicontek.
Justru kalau inferior malah khawatir titik kelemahan yang bisa dijadikan strategi menghadapi di 2027 nanti, jadi bukan hanya soal mencontek.
Mereka sudah dipinjami senter pelupa oleh perusahaan MIB