Pirelli Tahu Diri, Perkirakan Gak Bakal Langsung Samai Level Michelin di Tahun Pertama MotoGP 2027

TMCBLOG.com – Sobat sekalian, tahun 2027 bakal jadi tonggak sejarah baru buat kelas para raja, MotoGP. Bukan cuma karena kapasitas mesin yang disunat jadi 850cc, regulasi aerodinamika yang dipangkas, serta dilarangnya holeshot maupun ride-height device, tapi juga karena perpindahan pemasok ban tunggal dari Michelin ke Pirelli.

Nah, baru-baru ini di sirkuit Brno, Ceko, beberapa pembalap reguler seperti Marc Marquez, Pedro Acosta, hingga Fabio Di Giannantonio sudah mulai mencicipi motor prototipe 2027 yang dibalut karet bundar asal Italia tersebut. Tes ini menjadi sangat krusial bagi pabrikan sekaligus bagi Pirelli selaku suplier tunggal masa depan.

Menariknya, di tengah ekspektasi tinggi para pecinta balap, Bos Balap Pirelli, Giorgio Barbier, justru melontarkan pernyataan yang sangat membumi alias “tahu diri”. Berbicara kepada Speedweek, Barbier blak-blakan mengaku bahwa Pirelli tidak memasang target muluk untuk langsung menyamai level performa ban yang ditinggalkan Michelin di tahun pertama mereka nanti.

Menghormati Proses 11 Tahun Michelin

Sobat sekalian bisa bayangkan, Michelin sudah mengawal MotoGP sejak 2016. Selama lebih dari satu dekade, pabrikan asal Prancis tersebut telah mengumpulkan gunungan data dari berbagai karakter sirkuit, temperatur ekstrem, hingga perubahan spek motor dari tahun ke tahun.

Sadar akan ketimpangan pengalaman tersebut, Giorgio Barbier dengan ksatria mengungkapkan:

“Kami punya banyak hal untuk dipelajari. Di MotoGP, kita melihat banyak motor prototipe dan setiap pabrikan membangun motor yang sangat berbeda dengan pendekatan yang juga berbeda-beda. Saya harus katakan dengan jelas: kita tidak bisa berharap berada di level yang sama di tahun pertama seperti yang telah dicapai pihak lain (Michelin) setelah 11 tahun bekerja.”

Kalimat ini menunjukkan kedewasaan Pirelli. Mereka tidak mau takabur, meskipun sejatinya mereka punya reputasi mentereng sebagai pemasok tunggal di WorldSBK (Superbike) selama puluhan tahun dan juga di kelas Moto2 serta Moto3. MotoGP, bagaimanapun juga, adalah kasta tertinggi yang dihuni oleh motor-motor prototipe paling liar di bumi dengan downforce dan torsi yang brutal.

Mengejar Ketertinggalan Sejak Akhir 2025

Walaupun mengaku belum bisa menyamai level Michelin secara instan, bukan berarti Pirelli pasrah begitu saja ya, sob. Justru sebaliknya, mereka bergerak super cepat (gercep).

Pirelli sebenarnya sudah memulai program pengembangan ban MotoGP ini sejak September 2025. Langkah ini diambil agar mereka punya waktu lebih panjang untuk meracik kompon yang pas. Barbier menceritakan bahwa jika mereka hanya pasif menunggu motor 850cc benar-benar siap saji, mereka baru akan mulai riset di pertengahan tahun 2026 ini, yang mana waktunya akan sangat mepet.

Sejauh ini, tim penguji Pirelli sudah menggelar sekitar tujuh kali tes privat di sirkuit-sirkuit top seperti Misano, Jerez, Sepang, hingga Mugello. Tes di Brno kemarin sengaja dipilih saat kondisi cuaca sedang panas-panasnya demi menyimulasikan balapan ekstrem seperti di Thailand atau Malaysia.

Fokus Membangun Fondasi Kuat

Bagi Pirelli, rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan (2027 hingga sekitar 2029) akan menjadi fase paling krusial untuk menemukan formula ban terbaik. Di musim perdana 2027 nanti, target utama mereka bukanlah memecahkan rekor waktu lap, melainkan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari gaya balap para pembalap top dan dinamika motor 850cc. Data-data primer inilah yang nantinya akan dijadikan fondasi kokoh untuk melakukan pengembangan di musim-musim berikutnya.

Langkah Pirelli yang memilih bersikap realistis ini patut diacungi jempol. Daripada mengumbar janji manis lalu berujung pada kritik tajam dari para pembalap di lintasan, Pirelli memilih untuk merendah sambil terus bekerja keras di balik layar. Gimana nih sob, Apakah transisi dari Michelin ke Pirelli di era baru 850cc nanti bakal berjalan mulus? Silakan tulis opini kalian di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

5 COMMENTS

  1. Paling tidak biarkan tekanan ban meningkat dan menurun secara alami disaat balapan,yg penting sebelum start udah diukur sesuai batas safety

    • Betul tuh. Aturan bodo&aneh ya tire presure hrsnya michelin yg disuruh bikin ban yg bener

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP