Wacana Satu Motor di Sesi Latihan MotoGP 2027, Ini Penjelasan Pavesio dan Tardozzi

TMCBLOG.com – Halo sobat sekalian, kita tentu sudah mencium adanya beberapa pergeseran regulasi yang sangat radikal menjelang era baru MotoGP 2027 (mesin 850cc). Selain hilangnya ride height device (shape-shifter/down-device) dan pengecilan dimensi aerodinamika, ada satu topik teknis dan manajerial yang sedang digodok matang oleh para pabrikan di MSMA dan GP Commission. Topik tersebut adalah pembatasan penggunaan jumlah motor di dalam pit box (garasi) pada sesi tertentu di akhir pekan balap.


Bukan rahasia lagi jika saat ini setiap pembalap dibekali 2 unit motor ready-to-go di garasi. Namun, untuk era 2027, wacana penggunaan satu motor saja pada sesi latihan (free practice/pre-qualifying) mengemuka tajam. Dua petinggi tim pabrikan, Paolo Pavesio (Managing Director Yamaha Racing) dan Davide Tardozzi (Team Manager Ducati Lenovo), memberikan pandangan teknikal mereka yang sangat menarik untuk kita bedah.

Mengapa Membatasi Menjadi Satu Motor di Sesi Latihan?

Pavesio menjelaskan bahwa dasar utama dari diskusi ini adalah keselamatan pembalap (rider protection) dan efisiensi biaya. Logika teknisnya begini, Sob:

  1. Mengurangi Jumlah Crash: Dengan hanya tersedianya satu motor di sesi latihan, pembalap dituntut untuk mengubah mindset mereka. Fokusnya bergeser dari mencari limit performa yang ekstrem di setiap putaran menjadi manajemen risiko. Pembalap harus lebih berhati-hati agar tidak crash, karena jika crash, motor hancur dan waktu sesi akan habis hanya untuk perbaikan.

  2. Efisiensi Finansial dan Sederhana: Investasi tim diarahkan fokus pada hari H balapan (the show), bukan habis di sesi persiapan. Komponen aerodinamika yang lebih kecil serta hilangnya perangkat mekanis height-adjuster pada 2027 juga mendukung penyederhanaan operasional mekanik di pit box.

Bagaimana Format Saat Kualifikasi, Sprint, dan Main Race?

Di sinilah letak komprominya. Baik Pavesio maupun Tardozzi menegaskan bahwa regulasi ini tidak akan menghilangkan format dua motor secara total. Gak ada istilahnya MotoGP beralih ke satu motor murni.

Davide Tardozzi: “Kemungkinan dua motor untuk sesi balapan tetap ada di atas meja. Menurut saya pribadi, dua motor akan tetap tersedia untuk sesi Sprint dan Main Race (termasuk mengakomodasi balapan Flag-to-Flag jika hujan), namun TIDAK AKAN tersedia untuk sesi latihan (Practice).”

Tantangan Teknis dan Risiko Sportivitas: Efek Dominasi Kualifikasi

Secara teknikal, regulasi ini memicu perdebatan sengit di kalangan insinyur dan pembalap. Bayangkan skenario saat ini, di mana sesi Pre-Qualifying hari Jumat sangat menentukan siapa yang langsung lolos ke Q2.

Jika aturan satu motorini diterapkan di sesi Practice dan kualifikasi, risikonya sangat tinggi:

  • Satu Kali Crash = Kiamat Kecil: Jika pembalap mengalami low-side atau high-side di awal sesi kualifikasi atau latihan penting, mereka tidak bisa langsung lari ke pit dan melompat ke motor kedua (back-up bike).

  • Implikasinya, pembalap tersebut berpotensi kehilangan waktu run, gagal mempertajam waktu, dan harus start dari posisi buncit (posisi 22 atau terakhir).

Tardozzi menanggapi hal ini dengan santai khas orang berpengalaman: “Ya, itu akan menjadi bagian dari dinamika permainan baru (new game). Semua tim memiliki waktu untuk beradaptasi, dan pro-kontra seperti ini selalu ada di setiap perubahan regulasi besar.”

Keseimbangan Antara Show dan Biaya

Dari kacamata tmcblog, langkah ini merupakan kompromi besar yang sebenarnya cukup cerdas. MotoGP saat ini sudah terlalu kencang dan berbahaya untuk beberapa sirkuit dengan run-off area yang terbatas. Memotong fasilitas motor kedua di sesi latihan akan memaksa tim dan pembalap mengendurkan sedikit kebiasaan push-to-the-limit yang tidak perlu di hari Jumat, namun tetap menjaga tensi dan keselamatan Flag-to-Flag dengan dua motor siap tempur di hari Sabtu dan Minggu.

Gimana menurut opini sobat sekalian? Apakah setuju jika sesi latihan hari Jumat dan Sabtu pagi hanya memperbolehkan pembalap memakai satu motor saja di pit?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

4 COMMENTS

  1. Kalau memang tujuannya ut mengurangi biaya dan keselamatan, sepertinya ut penetuan grid baik itu Sprint dan Main Race digunakan sistim cabut lot saja😀 Jadi semua sesi fp dan q1 dan q2 dijadikan ut mencari settingan terbaik ut menghadapi sprint dan main race. Keunikkan dan kelebihan sistim ini, semua tim, pembalap dan penonton tdk mengetahui siapa yg terkuat dlm sprint dan main race nanti.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP