Update Kelas Konsesi MotoGP Pasca Paruh Musim 2026: Ducati Turun, Aprilia Naik, Honda Balik ke Setelan Pabrik!

TMCBLOG.com – Bro sekalian, paruh musim MotoGP 2026 baru saja terlewati pasca rampungnya GP Sachsenring, Jerman. Nah, sesuai regulasi, ini adalah momen krusial, Jendela waktu di mana poin konsesi dihitung ulang kembali berdasarkan performa setahun terakhir (sejak paruh musim 2025). Peta kekuatan regulasi teknis MotoGP resmi berubah drastis untuk enam bulan ke depan sebelum akhirnya kita semua menyambut era baru 850cc di 2027. Ada tiga perubahan besar yang bener-bener menarik buat kita bedah. Yuk, kita absen satu per satu!

1. Ducati Turun ke Peringkat B (Tapi Malah Untung?)

Sejak sistem konsesi baru ini diperkenalkan pada 2024, Ducati selalu kokoh berada di Rank A—peringkat paling superior sekaligus paling dikebiri haknya. Namun, kali ini dominasi mutlak mereka sedikit terkikis.

Untuk bisa bertahan di Rank A, sebuah pabrikan harus meraih minimal 85% dari total poin maksimal yang tersedia. Apes bagi Ducati, koleksi poin mereka dalam 12 bulan terakhir “hanya” menyentuh 84,5%! Yes, kurang setengah persen saja, sob!

Akibatnya, Ducati resmi turun ke Rank B. Tapi tunggu dulu, turunnya Ducati ke Rank B ini justru jadi berkah tersembunyi. Mereka sekarang diperbolehkan lagi menggunakan fasilitas Wildcard sebanyak 3 kali dalam enam bulan ke depan. Ini krusial banget buat Michele Pirro atau bahkan bintang WorldSBK Nicolò Bulega buat nyicipin motor spek pabrikan. Selain itu, jatah ban tes mereka juga naik dari 170 menjadi 190 ban.

2. Aprilia Sukses Naik Kelas ke Rank B

Performa konsisten Aprilia selama setahun terakhir akhirnya membuahkan hasil. Pabrikan Noale ini berhasil mengumpulkan 72% poin, yang artinya mereka resmi beranjak dari Rank C dan naik kelas ke Rank B, sejajar dengan Ducati.

Bagi Aprilia, perpindahan ini tidak mengubah banyak hal secara radikal. Mereka tetap mendapatkan jatah 3 wildcard, pengembangan mesin tetap dibekukan, dan update aerodinamika dibatasi 1 kali.

Efek langsungnya cuma jatah alokasi ban tes mereka yang dipangkas dari 220 menjadi 190 ban. Good job, Noale! Sementara itu, tetangga mereka, KTM, masih tertahan di Rank C karena hanya mengemas 49,8% poin.

3. Honda Balik ke Setelan Pabrik (Rank D)

Nah, ini yang cukup ironis. Setelah sempat merangkak naik ke Rank C pada akhir musim lalu, performa Honda (HRC) dalam setahun terakhir kembali merosot tajam. Mereka hanya mampu mengoleksi 31,8% poin (di bawah batas minimal Rank C yaitu 35%).

Artinya, Honda resmi turun lagi ke Rank D, bergabung kembali bersama Yamaha yang masih terpuruk di peringkat buncit dengan 23,5% poin.

Berada di Rank D berarti Honda kembali mendapatkan “kemewahan” penuh untuk membangun ulang motor mereka: boleh melakukan tes privat dengan pembalap reguler (Joan Mir & Luca Marini bisa ikutan turun tes lagi), jatah ban tes melimpah sebanyak 260 buah, jatah wildcard hingga 6 kali, 2 kali update aero, dan yang paling penting: pengembangan mesin dibebaskan alias tidak dibekukan sepanjang sisa musim 2026 ini !

Bro sekalian, perubahan peta konsesi di paruh kedua musim 2026 ini sepertinya tidak akan terlalu mengubah peta persaingan juara dunia secara instan di sisa musim ini. Mengapa? Karena mayoritas pabrikan saat ini sudah shifting fokus. Mereka sudah mulai mengalihkan sumber daya R&D mereka untuk mendevelop motor purwarupa (prototipe) baru berkapasitas 850cc yang akan menggunakan ban Pirelli di tahun 2027 nanti.

Bahkan, beberapa pembalap reguler sudah sempat mencicipi motor 850cc ini pada tes privat di Brno, dan dijadwalkan akan mencobanya lagi pada tes resmi hari Senin pasca GP Austria mendatang. Ingat, begitu memasuki musim 2027, semua sistem konsesi ini akan di-reset total dan semua pabrikan akan mulai start dari level yang sama, yaitu Rank B. Silahkan dikunyah-kunyah opininya, dan semoga mencerahkan!

Taufik of BuitenZorg | @TMCBLOG

9 COMMENTS

  1. Salah sendiri honhon kolot!
    Kurt trieb aja tersingkir.. elo bangun mesin ga sehebat itu (sambil lirik hrc d aston martin)

  2. yamam dan hando tentu shudah shifting. KTM mungkin so-so. Tapi April dan ducduc, tentu masih banyak fokus ke 2026 ini

  3. Oalah bakal sama di rank b toh.

    Wah antara enak gak enak nih, yamaha kl g brner2 srius bangun motor 850 no aero smoga yamama nemukan dna balapnya kembali
    Yg penasaran gmn ducati dan aprilia si jago aero besok? Apakah bakal nyungsep apa sebaliknya wkwkk taim wil tel

  4. Kalau gak salah disini ada berita kalau HRC sudah menyetop pengembangan RC213V buat fokus ke RC214V musim depan?

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP