TMCBLOG.com – Bursa transfer pebalap MotoGP kembali menghangat. Kali ini kabar burung yang bertiup kencang mengarah pada skuad satelit Yamaha yang dikelola Gino Borsoi, Prima Pramac Racing. Rumor menyebutkan bahwa pebalap muda berbakat asal Spanyol, Izan Guevara, dikabarkan telah mendapatkan green light alias lampu hijau untuk dipromosikan ke kelas Primer MotoGP bersama Pramac Yamaha.
Jika kabar ini terealisasi, Guevara digadang-gadang akan bertandem dengan Toprak Razgatlioglu. Sebuah kombo rider line-up yang sangat menarik: kombinasi antara talenta muda murni jebolan Grand Prix dengan world champion WSBK yang agresif!
Langkah Strategis Yamaha: Didikan Internal “Pramac Path”
Sobat tmcblog pasti ingat bagaimana Yamaha dan Pramac membangun ekosistem pembinaan pebalap muda dari kelas intermediate. Izan Guevara yang merupakan juara dunia Moto3 2022, kini membela tim BLU CRU Pramac Yamaha Moto2.
Mengapa kehadiran Guevara sangat vital bagi proyek M1 Yamaha?
Secara teknis, kehadiran pebalap yang memang “dididik” di dalam struktur internal Pramac-Yamaha sejak Moto2 memberikan keberlanjutan (continuity) data dan filosofi kerja yang konsisten. Yamaha tidak perlu mengajari Guevara dari nol mengenai kultur kerja tim satelit utama mereka. Apalagi, Guevara sudah sempat mencicipi private test YZR-M1 dan mendapatkan apresiasi positif dari manajemen tim seperti Gino Borsoi yang menilai gaya balap dan adaptasinya sangat cepat.
Faktor Ban Pirelli: Kunci Adaptasi Cepat Guevara dan Toprak
Nah, poin analisis ini sangat menarik untuk dicermati, Sobat tmcblog.
Kita tahu bahwa sejak beberapa musim terakhir di kelas Moto2 dan Moto3, alokasi ban resmi Kejuaraan Dunia Grand Prix beralih ke manufaktur Pirelli. Izan Guevara sudah bertarung habis-habisan dan “mengenal karakter” karet Pirelli di kelas intermediate Moto2. Pemahaman mendalam mengenai bagaimana kompon Pirelli bekerja—mulai dari edge grip, penurunan performa (degradation), hingga cara menekan limit ban saat qualifying—sudah menjadi makanan sehari-hari Guevara.
Di sisi lain garasi, Toprak Razgatlioglu adalah “master” ban Pirelli lewat pengalamannya bertahun-tahun mendominasi World Superbike (WSBK). Toprak tahu persis cara mengekstrak potensi terbaik dari ban asal Italia tersebut.
Ketika dua pebalap ini bergabung di Pramac Yamaha, Yamaha akan memiliki kombinasi menarik:
-
Toprak membawa feel ban Pirelli dengan gaya riding ekstrem ala superbike.
-
Guevara membawa feel ban Pirelli dengan karakteristik sasis murni peninggalan Moto2.
Pemahaman teknis kedua pebalap mengenai pengolahan kompon Pirelli di kelas pendukung/kejuaraan turunan memberikan variasi feedback yang sangat luas bagi para insinyur Yamaha dalam mengembangkan motor YZR-M1 agar lebih fleksibel terhadap berbagai jenis pembalap dan kondisi trek Kususnya untuk tahun 2027 dimana MotoGP akan menggunakan Ban Pirelli.
Kalau Rumor ini akurat, Langkah mempromosikan Izan Guevara mendampingi Toprak adalah langkah yang terukur dan berani dari Yamaha dan Pramac. Ketimbang mempertahankan komposisi pebalap veteran yang cenderung statis, memberikan tempat kepada Guevara mewujudkan regenerasi yang sehat—sekaligus membuktikan bahwa jalur pembinaan Pramac Yamaha Moto2 ke MotoGP benar-benar berfungsi.
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Dayum,Manual Gozali ga laku
Cerdas. 2027 motogp banyakan rookie.
The great reset
Berarti kemungkinan besar ada 4 pembalap senior kehilangan kursi ya: binder, rins, miller dan morbi.
+ maverick
Gak habis pikir,manu Gonzales calon jurdun moto2 malah masih ngambang masa depannya,hanya gara2 x rider mas prod
Ya mungkin para tim punya kemampuan melihat talent lebih dari hanya sekedar juara moto2.
Padahal jika diakhir musim terbukti juara Moto2 harusnya sudah cukup mewakili prestasi dirinya,kasihan manu Gonzales sih
baca bagian ini:” secara teknis, kehadiran pebalap yang memang “dididik” di dalam struktur internal Pramac-Yamaha sejak Moto2 memberikan keberlanjutan (continuity) data dan filosofi kerja yang konsisten. Yamaha tidak perlu mengajari Guevara dari nol mengenai kultur kerja tim satelit utama mereka. Apalagi, Guevara sudah sempat mencicipi private test YZR-M1 dan mendapatkan apresiasi positif dari manajemen tim seperti Gino Borsoi yang menilai gaya balap dan adaptasinya sangat cepat.”
Kok saya jadi berharap pembalap Yamaha dari Indonesia juga diarahkan setidaknya ke Moto3 atau moto2 gitu ya Wak Haji?
Selentingan kabar Aldi katanya dikasih pilihan antara naik ke WSBK atau pindah ke ajang Moto2,
Kemungkinan besar lebih condong ke Moto2 Paramex karena Yamaha R1 di WSBK lagi bengek karena mesinnya discontinued
menarik sekali 2027. apakah alumnus moto2 bisa lebih cepat adaptasi dibanding senior2nya karena secara spek mesin ngga jauh beda dari 750 ke 850. Plus sudah hafal karakter Pirelli juga.
pentingnya pilih tim moto2 yang punya path ke motogp.. biarpun belum jurdun tp kalo dah dianggap bisa bersaing yah jalan ke motogp jadi terbuka..
Langkah cerdas Yamaha dalam pengembangan motor karena pengalaman yang dimiliki pembalap tua yang ada sekarang, kemungkinan sudah tidak relevan lagi di masa mendatang. regulasi dan karakter ban sudah jauh berbeda.