TMCBlog.com – Sobat sekalian, kabar kurang sedap menghampiri kubu Monster Energy Yamaha pasca melakoni balapan utama MotoGP Gran Britania di Sirkuit Silverstone. Pembalap andalan mereka, Fabio Quartararo, yang sejatinya menyentuh garis finis di posisi ke-12 sebagai pembalap Yamaha tercepat, terpaksa harus gigit jari setelah dijatuhi sanksi penalti waktu oleh FIM MotoGP Stewards.
Tak tanggung-tanggung, El Diablo diganjar penalti waktu 16 detik pasca-balapan (post-race penalty). Akibat hukuman ini, posisi finis Quartararo merosot tajam dari P12 ke P16 (posisi paling buncit dari pembalap yang finis). Hasil ini membuat Juara Dunia MotoGP 2021 tersebut harus pulang dari Silverstone tanpa membawa pulang satu poin pun!
Lantas, apa sebetulnya pelanggaran teknis yang terjadi pada YZR-M1 milik Fabio? Mari kita bedah bersama.
Penyebab Pelanggaran: Sensor Tekanan Ban Depan Gagal Terdata
Berdasarkan rilis resmi dan penjelasan dari FIM MotoGP Stewards, hukuman penalti ini dijatuhkan bukan karena Fabio sengaja menunggangi motor dengan tekanan ban di bawah batas minimum (under minimum pressure). Namun, permasalahan murni timbul akibat kesalahan konfigurasi teknis pada sistem pencatatan data telemetri ban (Tyre Air Pressure Sensors / TAPS).
Usai balapan usai, motor YZR-M1 bernomor 20 milik Quartararo dipanggil ke area Technical Control untuk menjalani inspeksi rutin. Dalam pemeriksaan tersebut, tim teknis menemukan bahwa penerima data di atas motor (onboard receiver) tidak dikonfigurasi dengan benar untuk menerima data dari sensor tekanan ban depan.
“ID sensor tekanan ban tidak tercatat/terdaftar di dalam database receiver onboard, yang mengakibatkan tidak adanya data aktual tekanan ban depan yang terekam sepanjang balapan,” terang FIM MotoGP Stewards dalam rilis resminya.
Aturan Regulasi dan Protokol Penalti TAPS
Sesuai dengan regulasi reguler MotoGP, penggunaan sensor TAPS pada kedua roda (depan dan belakang) bersifat wajib (mandatory) di kelas para raja, termasuk kewajiban mencatat data TAPS secara terus-menerus (real-time logging) sepanjang balapan berlangsung.
Merujuk pada Penalty Protocol – MotoGP Tyre Pressure yang berlaku bagi seluruh tim, tidak tersedianya data telemetri ban yang valid disetarakan dengan pelanggaran tekanan ban minimum. Oleh karena itu, Stewards menjatuhkan penalti waktu standar sebesar 16 detik yang ditambahkan pada total waktu balapan Quartararo.
Sobat sekalian, insiden ini tentu menjadi pukulan telak dan human error teknis yang sangat disayangkan bagi kubu pabrikan Iwata:
-
Kelalaian Human Error / Software Setup: Di era modern MotoGP yang sangat bergantung pada data logging, lupa mendaftarkan ID sensor (sensor ID database) pada ECU/Receiver sebelum balapan adalah kesalahan prosedural di garasi yang sangat krusial. Sistem tidak bisa membaca sinyal telemetri meskipun fisik sensornya mungkin terpasang dan berfungsi.
-
Kerasnya Regulasi Teknis: Dorna dan FIM menerapkan aturan tekanan ban ini secara sangat ketat (zero tolerance) untuk menjaga asas keadilan dan keselamatan. Begitu data log kosong atau corrupt karena masalah konfigurasi, sanksinya disamakan dengan pelanggaran tekanan ban (non-compliant).
-
Poin Berharga Melayang: Silverstone yang biasanya menjadi salah satu trek ramah bagi karakter YZR-M1 kali ini berubah menjadi akhir pekan yang kelam bagi Fabio. Setelah tahun lalu terhenti saat memimpin balapan, tahun ini ia harus rela pulang dengan tangan hampa dari P16 akibat penalti 16 detik tersebut.
Semoga insiden teknis sepele namun berdampak fatal ini bisa menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim teknis Yamaha menjelang seri-seri berikutnya. Bagaimana tanggapan Sobat sekalian mengenai sanksi penalti teknis yang menimpa Fabio Quartararo ini? Silakan tuliskan pendapatmu di kolom komentar ya
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog







Lawak paling lucu
peraturan yg merugikan rider itu sendiri
Harusnya kalo kesalahan teknis non pembalap gini yg harus kena sanksi tim nya, berupa denda gitu kek.
Abis ini taro bakal trauma ama nih sirkuit.
Yg salah alatnya,yg kena Ganjar hukuman pembalapnya yg gak tau apa2
Mau pindah Jd anak tiri kali ya.. Kyk pecco skrg jd mlempem
Yang hebat itu Martin. Thn lalu di Ducati mau pindah tim bhkn dia di tim satelit (satelit disupport pabrikan), malah trus smangat utk jurdu. Thn ini juga tp lbh disupport krn pabrikan utama.
lah sepanjang race artinya tim nya juga tahu terlebih crew yang khusus handle ini? karena kan ga ada data masuk 😅 jadi sepanjang race di laptop nya liat data statis????
Apakabar gentle touch morbid over Iker Lecu yak
Waktu race kalo ga salah udah ada notif no further action
kasihan bener Fa