TMCBLOG.com – Bro sekalian, kabar hangat dan bernuansa blak-blakan datang dari paddock MotoGP menjelang GP Austria di Red Bull Ring. Pembalap muda asal Jepang dari tim Trackhouse Racing, Ai Ogura, akhirnya mendapatkan status fit secara medis untuk kembali menunggangi Aprilia RS-GP.
Namun, yang menarik perhatian jurnalis di Red Bull Ring bukanlah sekadar kembalinya sang pembalap, melainkan pengakuannya soal adanya salah diagnosa (misdiagnosa) dari dokter di negara asalnya, Jepang, yang membuat proses penyembuhannya memakan waktu lebih lama hingga harus absen di dua seri penting.
Kronologi: Berawal dari Crash Latihan di Jepang
Bro sekalian, ingatan kita kembali ke pasca GP Silverstone. Saat itu Ogura tampil impresif usai meraih podium kedua di Sprint Race. Namun, nasib naas menghampirinya ketika kembali ke Jepang untuk menjalani latihan rutin. Ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cedera cukup serius: patah tulang ibu jari (jempol) tangan kiri.
Di sinilah drama medis dimulai. Dokter pertama yang memeriksanya di Jepang menyatakan bahwa cederanya tidak memerlukan tindakan operasi dan bisa sembuh lewat terapi konservatif.
Namun, karena kondisi yang tak kunjung membaik, Ogura memutuskan terbang ke Spanyol untuk berkonsultasi dengan tim medis langganan pembalap MotoGP, Dr. Xavier Mir, di Barcelona. Di sana barulah terungkap bahwa jari jempolnya harus dioperasi.
Akibat keterlambatan penanganan akibat salah diagnosa awal tersebut, Ogura terpaksa melewatkan GP Aragon dan GP San Marino di Misano.
Ai Ogura: “Dokter di Jepang yang memberi tahu saya (bahwa tidak perlu operasi). Kalau saja saya langsung dioperasi tepat setelah kecelakaan, kemungkinan besar saya sudah bisa ikut balapan di Misano.”
Kondisi Fisik & Sisi Teknis Ergonomi RS-GP
Meski kehilangan kesempatan meraup poin di dua seri balap, Ogura kini merasa kondisinya sudah mendekati normal. Ia sempat menguji kekuatan tangannya menggunakan motor latihan berkapasitas kecil pada awal pekan.
Dari sisi ergonomi dan kontrol teknis di atas kokpit Aprilia RS-GP, ibu jari tangan kiri memegang peranan yang sangat vital. Seperti yang kita ketahui bersama, di era modern MotoGP, jempol kiri umumnya digunakan untuk mengoperasikan tombol rear ride-height device (perangkat pengatur ketinggian suspensi belakang) maupun thumb brake (rem belakang jempol).
Menanggapi hal ini, Ogura sudah menyiapkan rencana cadangan (Plan B) jika jempol kirinya masih terasa nyeri di Red Bull Ring:

Ai Ogura: “Saya tidak merasakan nyeri dan pergerakan tangan sudah hampir 100%. Kekuatan tangan kiri memang sedikit berkurang dibanding tangan kanan, tapi bedanya tidak terlalu jauh. Besok saya akan mencoba berkendara secara normal. Saya mengaktifkan rear device pakai jempol, tapi jika nanti terasa sangat sakit, saya bisa mengubah kustomisasinya untuk diaktifkan menggunakan jari telunjuk.”
Implikasi Terhadap Perebutan Gelar Juara Dunia
Absennya Ogura dalam dua seri balapan terakhir (dengan total 74 poin maksimal yang hilang) secara matematis langsung menutup peluangnya untuk bersaing dalam perebutan gelar Juara Dunia MotoGP. Saat ditanya mengenai peta persaingan Juara Dunia yang kini menyisakan pertarungan sengit antara Marc Márquez dan Jorge MartÃn, pembalap bernomor #79 ini memberikan jawaban singkat:
Ai Ogura: “Marc Márquez dan Jorge MartÃn adalah favorit kuatnya, karena saat ini mereka memimpin klasemen dan poinnya sama kuat.”
Sangat disayangkan apa yang dialami oleh Ai Ogura. Di level kompetisi sekelas MotoGP, kecepatan serta ketepatan penanganan medis sangat menentukan nasib perolehan poin seorang pembalap di klasemen. Keterlambatan keputusan operasi karena diagnosa awal yang kurang tepat di Jepang terbukti berharga mahal. Akankah Ai Ogura mampu tampil menggigit bersama Trackhouse Aprilia di seri Austria ini? Tulis pendapat masbro di kolom komentar!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog


apakah JP juga sering salah diagnosa pasar juga (contoh suzuki gak mobil gak motor)