TMCBLOG.com – Halo bro sekalian, paddock MotoGP Mandalika beberapa waktu lalu diwarnai dengan tensi tinggi, terutama bagi pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins. Masih ingat kan insiden heboh saat sesi latihan bebas di Sirkuit Mandalika, di mana Rins tertangkap kamera melayangkan jari tengah ke arah marshal?
Usut punya usut, insiden itu ternyata berbuntut panjang hingga memicu ancaman pembunuhan (death threats) dari netizen di media sosial! Wah, ngeri juga ya, sob.
Kronologi Singkat & Reaksi Rins
Buat bro yang mungkin terlewat, insiden tersebut terjadi pada Jumat sore setelah Rins mengalami crash. Niat hati ingin segera kembali ke paddock dengan dibonceng motor, Rins justru mendapati sang marshal menolak untuk memboncengnya setelah sebelumnya sempat menyuruhnya naik ke atas skuter. Dua marshal lain bahkan sempat protes melihat situasi tersebut, hingga terjadilah adu argumen yang cukup panas.
Meskipun Rins belakangan sudah melayangkan permintaan maaf atas reaksinya yang emosional, ia rupanya menyimpan unek-unek tersendiri. Dalam wawancara terbarunya, pembalap asal Spanyol ini menegaskan bahwa situasi tersebut sangat ekstrem dan berharap sang marshal juga introspeksi diri.
“Situasinya benar-benar ekstrem,” ujar Rins kepada awak media. “Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya sudah meminta maaf. Saya berharap, saya sangat berharap, pihak marshal juga meminta maaf karena situasinya memang benar-benar ekstrem. Tapi maksud saya, kita tidak perlu membuang-buang waktu untuk membahas ini. Itu saja.”
Beruntung bagi Rins, setelah sempat dipanggil menghadap FIM Stewards pada Jumat itu, dirinya tidak diganjar hukuman apa pun atas gestur kontroversial tersebut. Kasus ini pun coba ia tutup rapat-rapat untuk fokus menatap balapan selanjutnya.
Drama di Mandalika memang membuktikan betapa tingginya tekanan di level premier kelas para raja. Di satu sisi, emosi pembalap yang sedang down akibat crash kadang sulit dikontrol. Di sisi lain, reaksi netizen di media sosial yang sampai melontarkan ancaman pembunuhan tentu sudah jauh melampaui batas kewajaran sportivitas.
TMCBLOG sudah menjelaskan Pendapat Kami Via Podcast Youtube Holeshot.id mengenai Batasan penggunaan Sepeda motor ‘ Taktis ‘ Marshal terutama yang ditugaskan Membawa APAR untuk tetap berjaga dan ebrada di sekitar Pos nya dan bukan merupakan Taxi-Bike yang bisa digunakan Untuk mengantar Pebalap ke Paddock. Dan memang dalam hal ini Keputusan Marshal sudah sesuai dengan Tugas dan Kewajiban mereka. Dan Arah Ksalahan memang lebih banyak ke Arah Alex Rins. Namun walaupun begitu ancaman pembunuhan adalah sesuatu yang sangat berlebihan
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog



Kalo ga bisa nganterin ke paddock ngapain nawarin ojek tu marshal oon
Identitas Indonesianya kental sekali.
Merasa Fomo dan ingin show off bahwa bisa bawa pembalap kelas atas tp SOP dilanggar.
Sementara rekan kerja lain yang masih berusaha nerapin SOP coba menegur malah jadi debat.
Rins yang pengen segera sampai pit buat switch motor malah ngerasain debat2 ga jelas. Dalam hal ini aja Indonesia masih “tampak” primitif dan belum bisa maju. Well, Tinggal tunggu waktu buat di banned aja sih.
Eh lupa, Kan anteknya Trump yak wkwk
Netizen indo itu emang 80% norak terlalu suka ikut campur
Jiwa ingin menolog orang indo kuat banget ya, sampe lupa sama tugasnya sendiri. Salute
buset, sampe ancaman pembunuhan. laporin aja sih. buktinya ada. ini acara internasional lho. biar kapok tuh orang. dah kelewat batas banget.
Saya juga ngarep gitu sih. Semoga aja biar kapok