Finish P18 Misano hadirkan OTOKRITIK Veda Ega Pratama: Peningkatan Diri & Evaluasi

TMCBLOG.com – Dinamika kompetisi di kelas Moto3 memang selalu menghadirkan tantangan fisik dan mental yang luar biasa tajam. Hal ini dirasakan betul oleh talenta muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada seri Moto3 Misano 2026. Harus mengawali balapan utama dari barisan tengah (P16), Veda akhirnya menyentuh garis finis di posisi ke-18—sebuah hasil di luar zona poin yang tentu bukan target utamanya.

Kendati demikian, di balik hasil akhir yang kurang memuaskan tersebut, terdapat proses pembelajaran teknis yang sangat berharga. Veda tidak hanya menyoroti pengembangan setup Honda NSF250RW milik Honda Team Asia, namun secara dewasa juga mengidentifikasi aspek pengembangan dari dalam dirinya sendiri.

Perubahan Kondisi Trek & Adaptasi Setup

Akhir pekan di Misano menyajikan variasi kondisi lintasan yang cukup kontras. Pada sesi latihan bebas Jumat di mana lintasan cenderung lembap (damp conditions), Veda sempat menunjukkan rasa percaya diri dan potensi kecepatan yang sangat baik. Namun, ketika memasuki sesi kualifikasi hingga Main Race yang berlangsung seratus persen kering, tantangan teknis mulai bermunculan.

  • Perubahan Traksi Lintasan: Transisi dari kondisi lembap ke kering mengubah kebutuhan grip serta karakteristik respon sasis dan suspensi.

  • Perubahan Setup Q2 ke Race: Berdasarkan evaluasi sesi kualifikasi, tim melakukan perubahan geometry/setting suspensi. Veda mengonfirmasi bahwa perubahan tersebut secara teknis membawa impresi pergerakan motor ke arah yang lebih positif.

  • Tantangan Start Barisan Tengah: Mengawali race dari P16 di kelas Moto3 selalu menyimpan risiko terjebak dalam rombongan padat (traffic), yang membuat upaya penajaman lap time dan overtaking menjadi jauh lebih rumit.

Otokritik Veda Ega Pratama: Peningkatan Diri & Evaluasi

Satu hal yang menarik dari evaluasi pasca-balapan adalah sudut pandang Veda yang sangat rasional. Pembalap asal Gunungkidul ini menekankan bahwa performa di atas lintasan merupakan kombinasi antara kesiapan mekanis dan kapasitas sang rider.

“Ini adalah akhir pekan yang sulit bagi saya… Hasil di balapan memang bukan yang saya inginkan, tetapi kami membuat beberapa perubahan dari Q2 ke balapan dan saya merasa motor bergerak ke arah yang positif. Tentu saja ini bukan hanya soal motor. Saya juga perlu meningkatkan diri saya sendiri dan memahami di mana saya bisa menjadi lebih baik. Saya akan bekerja keras beberapa hari ke depan karena Austria juga merupakan trek yang saya sukai.” — Veda Ega Pratama

Pandangan Manajerial: Analisa Hiroshi Aoyama

Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan penegasan serupa mengenai beratnya tantangan yang dihadapi kedua pembalapnya saat harus memulai balapan dari posisi papan tengah.

“Ini adalah balapan yang sangat sulit dan menuntut bagi kedua pembalap kami. Kami berharap bisa mencapai posisi yang lebih baik, tetapi keduanya start dari tengah grid, di mana tidak mudah untuk menyalip dan membuat kemajuan… Kita harus menerimanya, memahami apa yang terjadi, dan menemukan di mana kita bisa menjadi lebih baik.” — Hiroshi Aoyama

Dengan jeda waktu yang sangat singkat menjelang seri berikutnya di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Veda dan tim langsung memfokuskan pikiran untuk melakukan pembenahan total (reset). Karakter trek Austria yang menuntut pengereman keras (hard-braking) serta akselerasi kuat dipandang menjadi momentum yang tepat bagi Veda untuk mengonversi evaluasi Misano menjadi raihan poin.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

7 COMMENTS

  1. JUJUR NSF emang makin BERAT buat ngejar RC ,kelso sebagai hodna terdepan aja makin ketinggalan ga bisa ngikutin Pace KTM lainnya, Fernandes srudak sruduk,Pini dan Rios 11-12 sama yg dialami veda

    Emang gak ada harapan motor ini

  2. pak sudarmono sepertinya memberi komentar kalau veda sempat crash saat latihan dan baru bisa aktivitas selasa kemarin. Mungkin penyebab veda tidak fit 100% kemarin di misano.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP