TMCBLOG.com – Bro sekalian, kabar hangat dan cukup menyita perhatian datang dari paddock MotoGP menjelang gelaran seri GP Austria di Red Bull Ring. Juara dunia bertahan, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia, kedapatan memberikan klarifikasi tajam saat sesi media di hari Kamis. Fokus pembicaraan bukan cuma soal performa Desmosedici miliknya yang sedang kurang maksimal sejak seri Silverstone hingga puncaknya di Misano lalu, melainkan buntut dari potongan video ‘off-air’ percakapan pribadinya dengan Fabio Di Giannantonio yang diunggah oleh stasiun TV pemegang hak siar di Spanyol, DAZN.
Semua bermula pasca-balapan sengit di GP San Marino (Misano). Saat itu Pecco mengalami akhir pekan yang terbilang buruk: P19 di hari Jumat, kualifikasi ke-14, P13 di Sprint Race, dan akhirnya DNF di balapan utama.
Di area scrum media sambil menunggu giliran wawancara, Pecco terekam kamera sedang mengobrol santai dengan kompatriotnya di VR46 Riders Academy, Fabio Di Giannantonio (Diggia).
Diggia sempat bertanya kenapa Pecco menggunakan komponen / setup bagian belakang tertentu. Pecco menjawab dengan nada agak pasrah bahwa ia sudah mencoba segala macam setelan, namun tidak menemukan impresi atau perbedaan rasa yang signifikan pada ban. Ketika Diggia menyarankan untuk mencoba setup yang lebih basic dan agak standar (seperti yang dipakai Diggia), Pecco berucap singkat: ” Itu bukan hal yang diizinkan/diinstruksikan untuk saya lakukan, jadi…”
Potongan video off-air ini kemudian ditayangkan di program ‘Código MotoGP’ milik DAZN dan langsung viral di media sosial. Sontak muncul spekulasi liar dari sebagian warganet bahwa Ducati Borgo Panigale seolah “membatasi” atau tidak mendengarkan permintaan Pecco.
Klarifikasi dari Pecco: “Kurang Respek & Out of Context!”
Tiba di Red Bull Ring – Austria pada hari Kamis, Pecco Bagnaia langsung meluruskan situasi tersebut di hadapan para jurnalis internasional. Pecco mengakui ada pemilihan kata dari dirinya yang kurang tepat karena faktor frustrasi pasca-balapan, namun ia menyayangkan tindakan media yang memotong dan menyajikan percakapan tersebut tanpa konteks yang utuh.
Pecco Bagnaia: “Kalian mengenal saya dengan sangat baik. Setiap kali ditanya apakah tim (Ducati) mendukung saya, saya selalu menjawab YA, tim selalu melakukan yang terbaik untuk membantu saya. Apa yang terjadi di Misano buat saya benar-benar tindakan yang tidak menghormati (kurang respek) dari DAZN. Video yang keluar itu diambil saat off-air dan benar-benar keluar dari konteks karena videonya tidak lengkap. Kami sedang membicarakan hal lain.”Â
Pecco menambahkan penjelasannya terkait maksud perkataannya saat itu:
“Maksud saya yang sebenarnya adalah saya sudah begitu sering membongkar-pasang dan mencoba banyak komponen, sehingga Ducati bilang bahwa untuk saat ini kami tidak perlu lagi terus-menerus mengubah hal tersebut — hanya karena kami sudah mencobanya berulang kali. Memang kata terakhir yang keluar dari mulut saya saat itu kurang tepat, dan saya minta maaf. Tapi yang terjadi setelahnya menjadi kekacauan karena kurangnya rasa saling menghormati antara jurnalis dan pembalap. Hubungan Ducati dan saya tetap sangat baik dan tidak ada yang berubah.”
Langkah Pecco menemui manajemen Ducati pada hari Rabu sebelum pekan balapan Austria adalah langkah profesional yang sangat tepat untuk meredam potensi internal. Di era digital saat ini, persaingan di paddock tidak hanya terjadi di atas asphal, tetapi juga di ruang media di mana setiap bisikan atau frustrasi bisa dipelintir menjadi narasi drama.
Ducati menyadari betul beban mental pembalap utamanya, dan Pecco pun sadar bahwa Borgo Panigale telah memberikan segalanya. Karakter sirkuit Red Bull Ring yang didominasi Stop-and-go serta pengereman keras akan menjadi ujian nyata apakah Pecco mampu kembali menemukan kehebatannya di atas Ducati Desmosedici.
DAZN Sendiri dikabarkan sudah meminta maaf secara terbuka Kepada Pecco Bagnaia dan Fabio Digannantonio
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog


Makin runyam suasana garasi pecco, mau diklarifikasi kesannya tetap lain, soalnya pembicaraan dibelakang layar pasti isi hati sesungguhnya. Hehehe